Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
perasaan wanita



:"apakah anda sangat menikmati pesta ini tuan Duke? " tanya lion dengan sopan.


Duke boardberg mengangguk :" ya, pangeran bagaimana cara kalian memenangkan perang di wilayah perbatasan, yang ku dengar pihak musuh memliki seorang jenderal yang berbahaya " tanya kembali Duke.


lion terdiam sesaat dan berkata :" memang benar adanya jendral tersebut, kami berhasil memenangkan nya berkat penguasa kota dan kapten erland " jawab lion berbohong.


:"hhhmm, begitu ya, lalu bagaimana keadaan kota saat ini " tanya kembali Duke.


:"untuk kota masih dalam pemilihan, aku sudah meminta kepada ayah agar mengirim prajurit baru ke sana untuk membantu warga membangun kembali " jawab lion.


:" bagus lah, meskipun usia mu baru menginjak masa remaja tapi pemikiran mu sudah sangat dewasa, tidak sia-sia aku mencalonkan kalian berdua " ucap Duke bercanda.


:"AYAH " teriak listia malu.


:"baik, baik, baiklah silahkan jalan-jalan bersama pangeran, ayah dan ibu ada urusan " perintah ayah pada putri nya.


mendengar itu wajah nya langsung memerah seperti buah ceri dan melirik sang pangeran di samping nya, tampak nya sudah banyak berubah sejak terakhir kali bertemu.


wajah nya sangat tampan, fisik nya yang bagus, sikapnya sangat sopan dan banyak di sukai oleh bangsawan, bahkan ada beberapa bangsawan yang ingin menikahi putri nya dengan nya.


:"listia, listia listia " ucap lion memanggil nya.


:"eh, pangeran, maaf aku melamun " ucap listia kaget dan wajah nya kembali memerah.


:" ada apa, apakah kau tidak enak badan? " tanya lion.


listia langsung menggelengkan kepalanya dan berkata :" ti-tidak apa-apa, aku baik-baik saja kok, pangeran bisakah kita mencari udara sebentar " ajak listia.


melihat perubahannya yang begitu tiba-tiba, lion mengangguk menyetujui nya :"baiklah, ayo ".


setelah menerima ajakan tersebut mereka pun berjalan ke halaman istana, tampak bulan yang sangat terang benderang berserta bintang-bintang yang menghiasi langit malam.


mereka memandang langit yang begitu indah, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka, sampai akhirnya listia membuka pembicaraan .


:" pangeran, apakah kau akan masuk ke dalam akademi yang sama dengan kakak mu? " tanya listia.


lion yang masih memandang langit berbalik menatap listia di samping nya dan berkata :" ya, sedari dulu aku ingin satu akademi dengan kakak ku, bahkan aku juga ingin tinggal di akademi, apakah kau tidak ingin masuk ke akademi dengan ku? " jawab lion.


listia menggelengkan kepala nya :" bu-bukan, aku menanyakan seperti ini karena aku tidak mau ada wanita lain yang mendekati pangeran " ucap listia malu-malu.


:"A-apa, bukan kah kau tunangan ku, untuk apa aku mencari wanita lain, tapi, kalau ada yang mendekati tidak apa-apa " ucap lion bercanda.


di dalam dirinya ia sangat panik, listia yang ia kenal dulu sangat sombong dan anggun mengapa hari ini ia bertingkah seperti gadis kecil yang ingin di manja.


mendengar perkataan pangeran listia tidak bisa menahan amarah nya dan berteriak :" Pangeran bodoh, lion bodoh " teriaknya setelah itu ia pergi berlari meninggalkan nya seorang diri.


:"eeehhh ada apa, mengapa ia tiba-tiba marah " gumam lion kebingungan.


ia terlalu malas memikirkan nya dan pergi mengejar listia, lion masuk kembali ke dalam istana ia mencari listia tapi, ia tak menemukan nya malah ia di hadang oleh beberapa bangsawan yang ingin di jodohkan dengan putri nya.


brand yang sedang bersama dengan Amara melihat adik nya yang begitu kerepotan, ia menghampiri nya dan menjelaskan kepada para bangsawan dengan baik-baik,


dengan begitu lion berhasil pergi.


:"ada apa dengan mu, kau seperti sedang mencari sesuatu " tanya brand.


:"pangeran, bukankah sebelumnya kau masih bersamanya? " tanya kak Amara.


lion mengangguk membenarkan nya dan berkata :" ya, aku bersama nya ketika kami sedang asik mengobrol ia tiba-tiba lari dengan memanggil ku bodoh " jawab lion.


mendengar itu brand dan Amara saling memandang dan berkata :" lion, bisakah kau menceritakan kepada kami " tanya brand lembut.


lion mengangguk dan mulai menceritakan nya.


di sisi lain Amara yang bersedih ia berlari ke kamar mandi dan menangis sekencang-kencang nya, :" lion bodoh, apa nya yang pangeran aku sudah menunggu nya begitu lama agar ia kembali dengan selamat, tapi, ini lah kenyataan nya, bodoh, bodoh, bodoh hhh uuu aaaa " tangis listia menggema.


seorang pelayang yang melihat putri listia yang berlari sambil menangis bergegas mencari Duke untuk melaporkan nya.


Duke sedang memberikan ucapan selamat atas lahir nya anak ke tiga kepada yang mulia dan berbincang pada yang mulia kapan akan di umumkan nya pertunangan putri nya.


Duke merasa khawatir akan masa depan putri,


sejak pangeran kedua kembali dari wilayah perbatasan, banyak perubahan dalam dirinya ia lebih tampan dari kakaknya.


dan juga banyak bangsawan yang ingin di jodohkan kepada pangeran kedua, oleh karena itu Duke ingin mempercepat pengumuman nya.


sebelum yang mulia raja menjawab, tiba-tiba seng pelayan datang menghampiri nya dengan hormat dan berkata :" maaf menganggu obrolan kalian, tuan Duke saya ingin menyampaikan sebuah kabar mengenai putri anda " ucap pelayan dengan hormat.


:" ada apa dengan putri ku? bukan kah ia bersama dengan pangeran kedua? " tanya Duke.


pelayan menggelengkan kepalanya dan berkata :" memang benar sebelum nya bersama yang mulia pangeran kedua, tapi, begitu saya melihatnya kembali putri listia berlari sambil menangis ke kamar mandi, teman saya sedang menenangkan nya di sana " jawab pelayan dengan hormat.


:"APA, maaf yang mulia saya harus menemui putri saya terlebih dahulu " ucap Duke dengan hormat.


:" pergilah, tenangkan putri mu " ucap yang mulia raja melambaikan tangan nya.


:"aku permisi dahulu " ucap Duke hormat dan pergi berlari menemui putri nya.


setelah pergi nya Duke yang mulia memerintahkan pelayan tersebut memanggil pangeran kedua untuk menemuinya.


pelayan mengangguk dan dengan hormat meninggalkan yang mulia raja.


lion sudah menceritakan semuanya kepada kakaknya dan kak Amara , mereka yang mendengar cerita tersebut brand tak bisa menahan tawa nya.


:" hahahaha, lion dengarkan kakak, wanita itu sangat malu untuk mengucapakan perasaan nya jadi kau harus lebih mengerti tentang perasaan nya, wajar saja ia mengatai mu bodoh karena kau sendiri tak menyadari perasaan nya " jelas brand.


lion mengangguk mengerti dan berkata :" baiklah kak, kalau begitu aku pergi dulu untuk menemui nya " ucap lion.


brand mengangguk dan berkata :" pergi lah dan sampaikan perasaan mu yang sebenarnya " ucap brand menyemangati adik nya.


lion hendak pergi tapi ia di hadang oleh pelayan,


pelayan itu berkata :" tuan, yang mulia memanggil anda " ucap pelayan hormat.


:"ayah? mengapa ayah memanggil ku " ucap lion bingung.


brand yang mendengar nya maju menghampiri nya dan berkata :" pergi lah, mungkin ada sesuatu yang ingin ayah sampaikan " ucap brand.


lion mengangguk dan pergi.