Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
pertunangan



aula kerajaan


saat ini suasana di dalam aula kerajaan begitu canggung, melihat pasangan muda hanya diam saja tak satu pun dari mereka membuka pembicaraan.


ketika adelion ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba putri Marquis memperkenalkan diri nya :"saya listia boardberg putri ketiga dari Marquis braun boardberg senang bertemu dengan pangeran kedua "ucapnya sedikit mengangkat gaunnya


ketika putri Marquis sudah memperkenalkan dirinya adelion buru-buru memperkenalkan dirinya :" saya adelion holder lux putra kedua dari raja saat ini, senang bertemu dengan anda "ucapnya menjulurkan lengan nya


melihat pangeran ingin berjabat tangan dengan nya,listia tanpa pikir panjang menjabat tangan pangeran sambil tersenyum.


melihat senyuman yang begitu manis membuat hati adelion luluh seketika,tangan nya begitu lembut hingga ia tak ingin melepaskan nya.


:" eekkhhmm" seketika suara batuk terdengar memutuskan lamunan, adelion bergegas melepaskan tangan listia, dengan malu-malu listia berkata:"maaf, pangeran "lalu pergi ke arah ayah nya


melihat kepergiannya ,adelion merasa sedikit bersalah , ia hanya bisa tersenyum dan pergi ke arah penasihat,


:" Marquis. ku harap ke depan nya berjalan lancar untuk anak-anak kita"ucap yang mulia raja menghela napas


:"ku harap seperti itu, pertunangan ini untuk masa depan mereka dan masa depan kerajaan ini"ucap Marquis braun dengan hormat


:"maaf yang mulia, apakah pertunangan ini kita adakan pesta untuk anak-anak kita"lanjut Marquis braun


:"mari kita tanya kan kepada mereka berdua "ucap yang mulia raja


melihat tatapan sang ayah, adelion ingin menjawab tidak, tetapi ia takut mengecewakan listia , bagaimana pun ini bisa di anggap sebagai kenang-kenangan.


adelion memutuskan akan menjawab iya. tiba-tiba sebuah suara muncul dan berkata:" tidak perlu. yang mulia, bagi saya ini sudah cukup "ucap listia malu-malu


adelion terkejut mendengar itu, bukankah ini akan menjadi sebuah momen romantis, mengapa ia mengatakan nya tidak.


mendengar jawaban listia yang mulia raja menganggukkan kepala dan melihat anak nya,untuk menunggu jawabnya.


bukan hanya ayah nya bahkan semua orang menatap ke arah nya menunggu jawaban dari nya. adelion berpikir, jika dirinya mengatakan iya bukan kah ia sangat egois dan jika dirinya mengatakan tidak maka kita akan menjadi pasangan serasi.


setelah berpikir sejenak adelion berkata:" ayah tidak perlu repot-repot, apa yang di katakan listia aku sependapat, sudah cukup bagi kita seperti ini"senyum yang begitu puas


mendengar jawaban pangeran kedua semua orang setuju, bahwa untuk pertunangan ini tidak perlu mengadakan pesta, cukup bagi kedua belah pihak menyetujui pertunangan mereka


Marquis braun dan putri nya memohon undur diri kepada yang mulia raja.


yang mulia raja mempersilahkan untuk mereka pergi.


ketika Marquis braun dan listia hendak pergi,


listia menoleh ke arah pangeran kedua berkata:"bodoh" dengan raut wajah cemberut meninggalkan aula kerajaan


mendengar ucapan listia yang mengatai nya bodoh. adelion merasa bingung, apa yang salah dari nya, apakah ia berbuat jahat kepada nya.


atau ia tidak suka tangan nya di pegang oleh ku.


merasa bingung adelion berlari ke arah ibu nya,


:"bu apakah listia akan kemari lagi"ucapnya sedih


:"ya itu benar. tapi bu, sebelum listia pergi ia mengatai ku bodoh, apa yang harus aku lakukan"ucap adelion mengeluh


melihat keluhan di wajah anaknya, sang ibu menghibur nya :"nak.listia itu hanya bercanda, tidak perlu kau anggap serius, mungkin saja dia ingin dekat dengan mu hanya saja terlalu malu untuknya"


:"oh .pantas saja ketika aku berjabat tangan dengannya. tak lama ia langsung berlari ke arah ayah nya , apa itu karena dia malu "ucap adelion


:" itu benar nak, jadi kamu tak perlu memikirkan ucapan dia sebelum nya, sekarang kamu harus lebih kuat agar menjaganya, karena dia yang akan menemani mu di masa depan"ucap sang ibu tersenyum.


adelion menganggukkan kepalanya, ia berpamitan kepada ayah dan ibunya untuk pergi berlatih kembali.


setelah adelion pergi.kapten erland memberi hormat kepada yang mulia untuk menyusul pangeran kedua di halaman istana kerajaan.


yang mulia raja mempersilahkan nya,


halaman istana kerajaan


adelion sudah mulai berlari mengelilingi halaman istana kerajaan. kapten melihat nya dengan rasa senang, karena pangeran sudah kembali seperti sebelum nya.


adelion melihat kapten yang berada di pinggir halaman, ia memberhentikan larinya dan pergi menemui kapten.


:"kapten, latihan apa yang kujalani hari ini "ucap adelion.


:"kamu masih berlari mengelilingi halaman istana tetapi , kali ini berbeda kamu harus menggunakan baju zirah dan membawa pedang saat kamu berlari " ucap sang kapten memberikan baju zirah dan pedang.


adelion melihat baju zirah dan pedang yang kapten berikan, ketika adelion mengambil nya ia tak kuat menahan beban yang sangat berat seketika tanpa sadar ia menjatuhkan baju zirah beserta dengan pedang nya.


:"kapten seberapa berat baju zirah dan pedang ini"ucap adelion mengeluh


:"berat baju zirah 12 kg dan pedang nya seberat 5 kg"ucap sang kapten dengan gagah


mendengar berat baju zirah serta pedang. adelion terkejut, ia rasa pelatihan ini bukan melatih dirinya agar menjadi ahli pedang, melainkan sebalik nya ia rasa kapten hanya ingin menyiksa nya saja.


setelah mengeluh, adelion dengan terpaksa menerima baju zirah dan pedang.ia meminta kapten memakaikan baju zirah kepadanya.


kapten memakaikan baju zirah kepada pangeran :"wah ternyata pas pangeran. ini sangat cocok untuk mu, pangeran kamu harus menggunakan nya setiap hari ,kamu hanya boleh melepaskan nya ketika kamu ingin istirahat saja " ucapnya.


:"APA.kapten bukan kah anda terlalu berlebihan untuk pelatihan saya "ucap adelion kesal


melihat pangeran yang begitu kesal, kapten tidak meminta maaf kepada nya, melainkan kapten balik bertanya kepada pangeran.


:" pangeran apa anda lupa, bukankah anda ingin menjadi kuat di bawah bimbingan saya, dan anda juga sudah mempunyai seorang yang sudah menjadi tunangan anda,apakah anda ingin terlihat lemah di depan tunangan dan kakak anda "


Mendengar kata-kata kapten membuat adelion kembali tersadar, akan tujuan nya, ia ingin kembali menjadi kuat dalam sihir maupun berpedang, dengan menjadi kuat, ia bisa melindungi orang-orang yang ia sayangi, kejadian sebelum nya tidak boleh terulang kembali di dunia ini.


adelion membulatkan tekad nya.meminta perintah dari sang kapten agar ia segera berlari mengelilingi halaman istana yang luas ini.


melihat tekad yang membara dari pangeran kapten memerintahkan pangeran agar berlari 20 putaran, tanpa sedikit pun beristirahat.


adelion menyanggupi nya, ia mulai berlari mengelilingi halaman istana kerajaan, dengan menggunakan baju zirah di tubuh nya serta sebuah pedang yang ia bawa di kedua tangannya.


#next bab 12