
:"nak.kamu tidak apa-apa. apakah kamu masih bersedih "ucap sang ibu masih khawatir akan anaknya
mendengar suara ibu. adelion menggelengkan kelapanya dan melepaskan pelukan dari mereka berdua:" ayah.ibu.aku baik-baik saja, kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi"ucapnya tersenyum
melihat senyuman anaknya mereka merasa tenang:"baiklah nak. jika kamu sudah baik-baik saja, ketika kamu masih bersedih ayah dan ibu akan memperkenalkan seseorang kepada mu "ucap sang ibu mengelus kepala adelion
:" seseorang.untuk ku.tidak mau" bentak adelion
:"ehh, kamu yakin, bukankah sebelum kepergian kakak mu, kamu sangat menanti kan nya "ucap sang ibu menggoda
adelion di buat bingung oleh perkataan ibu nya, jelas-jelas ia sudah bersedih ,di tinggal oleh guru zeila dan ibu nya dengan mudah memperkenalkan orang baru lagi pada nya.
orang yang ingin ibu kenalkan pada nya,adalah seseorang yang ia nantikan,siapakah orang
tersebut .
melihat anaknya diam saja , sang ibu berkata acuh tak acuh :" ya sudah.jika kamu tak mau, ibu akan menunda acara nya "
:"menunda acara .acara pesta teh, acara penobatan atau acara ...?"gumam adelion.
adelion baru saja ingat, memang ada hal yang ia nantikan,sebelum kepergian kakak nya, ke akademi, aku menanyakan soal pertunangan sang kakak, dan kakak juga memberi tahu ku bahwa aku tak lama lagi akan mempunyai tunangan ku sendri.
:"ibu.tidak perlu menunda acara nya, aku sudah siap, lalu siapakah orang itu "ucap adelion penuh dengan semangat dan tak sabar melihat tunangannya
ayahnya hanya geleng-geleng kepala ,jika cara ini berhasil, kenapa tidak dari awal saja untuk membujuk anaknya.
aula kerajaan
ketika adelion masih bersedih, mereka sudah memerintah para pelayan agar membujuk nya, tetapi tidak satu pun dari mereka berhasil membujuk pangeran kedua.
yang mulia raja tak tahu harus berbuat apa lagi, agar pangeran kedua bisa tenang.
penasihat ansel memberi usulan agar meminta kapten erland untuk membujuk nya.
tapi yang mulia raja menolak,saat ini kapten erland sedang melatih prajuritnya, lalu sang ratu meminta yang mulia raja agar memanggil Marquis braun boardberg .
untuk membicarakan soal pertunangan pangeran kedua,mungkin dengan pertunangan pangeran kedua, bisa melupakan gurun zeila.
yang mulia raja setuju atas saran sang ratu.
yang mulia raja memerintah kan prajurit penjaga , untuk menjemput Marquis braun boardberg,untuk datang ke istana kerajaan.
prajurit dengan hormat menerima perintah dari sang raja , prajurit pergi dengan beberapa rekan nya,mereka menuju kota schon yang berada di barat kerajaan.
setiba para prajurit disana, salah satu prajurit memberikan surat dari sang raja. Marquis membaca surat dari sang raja ,bahwa dirinya untuk datang ke istana.
Marquis menyetujuinya.lalu memanggil putrinya yang bernama listia boardberg, untuk ikut bersamanya ke istana, mereka menaiki kereta kuda yang sudah di siapkan oleh prajurit.
para prajurit membawa kembali kereta kuda ke istana kerajaan.
Marquis dan listia sudah sampai di istana, mereka di kawal oleh beberapa prajurit menuju aula kerajaan untuk bertemu yang mulia raja,
setiba nya di aula Marquis dan listia memberi hormat kepada yang mulia.
:" saya Marquis braun boardberg dan putri saya listia boardberg telah tiba yang mulia"ucap braun berlutut
yang mulia raja memerintahkan mereka berdiri.
:"Marquis braun bagaimana pertunangan putri mu dengan pangeran kedua"ucap yang mulia raja
:"semua sudah siap yang mulia. ini putri saya yang lebih muda dari pangeran kedua, saya harap yang mulia menyukai nya "ucap Marquis braun membiarkan putri nya maju
:" baiklah listia aku harap kamu menyetujui pertunangan ini " ucap yang mulia raja
:"baik yang mulia, saya berharap pangeran kedua sangat senang akan kehadiran saya "ucap listia dengan hormat
kamar adelion
sang ibu menyuruh anak nya untuk membersihkan diri terlebih dahulu, sebagai pangeran ia harus terlihat rapi dan keran di hadapan tunangan nya nanti.
para pelayan meminta agar pangeran kedua agar pergi mandi terlebih dahulu, adelion menyetujui nya dan pergi ke pemandian istana.
kapten erland berdiri dari kamar pangeran kedua, memberi hormat kepada yang mulia raja dan sang ratu, yang mulia raja menepuk pundak kapten erland :" Terima kasih kapten "ucap yang mulia raja
:" ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai pembimbing yang mulia, anda tidak berhak berkata seperti itu kepada saya"ucap kapten erland dengan hormat
:"tidak apa-apa, sudah seharusnya kamu menerimanya"ucap yang mulia raja tulus
yang mulia raja dan sang ratu pergi ke aula kerajaan karena Marquis dan putri nya masih berada di sana,
sebelum datang ke kamar pangeran kedua yang mulia raja memerintahkan penasihat ansel agar menemani Marquis, karena dirinya dan sang ratu pergi menemui pangeran kedua.
awalnya penasihat dan Marquis menolak,karena tidak seharusnya yang mulia pergi, tetapi yang mulia berkata:"itu adalah anak ku, sudah sewajarnya orang tua menemui anaknya yang sedang bersedih"
mendengar itu penasihat dan Marquis hanya diam saja , mereka tidak menahan yang mulia raja pergi menemui anaknya.
saat ini pintu aula kerajaan terbuka. mereka melihat siapa yang datang, bergegas penasihat dan Marquis memberi hormat kepada seseorang yang sudah memasuki aula kerajaan.
mereka adalah yang mulia raja dan sang ratu.
berserta di belakang yang mulia ada seseorang yang familiar bukan pangeran kedua tetapi kapten Ksatria kerajaan ini erland haldourd
kapten erland berhenti di depan pintu, ia tidak mengikuti yang mulia raja dan sang ratu ke atas singgasana nya.
melihat yang mulia sudah duduk di atas singgasana.
mereka melihat di sekeliling aula kerajaan tetapi di menemukan nya.
Marquis bertanya kepada yang mulia raja :"maaf yang mulia, Dimanakah pangeran kedua"
:"pangeran kedua sedang bersiap-siap , sebentar lagi akan tiba "ucap yang mulia raja.
saat ini pintu aula kerajaan kembali terbuka. seseorang memasuki aula kerajaan,prajurit penjaga memberi hormat kepada seseorang tersebut,
seseorang yang memasuki aula adalah pangeran kedua adelion holder lux, dengan berpakaian rapi dan berwibawa ,ia berjalan mengarah kepada ayah dan ibu nya yang sedang duduk di singgasana
adelion memberi hormat kepada mereka.
setelah memberi hormat adelion berdiri di samping penasihat ayahnya.
:" adelion perkenalkan mereka adalah Marquis braun boardberg bersama putri nya, mereka yang menjaga keamanan kota schon di arah barat kerajaan ini "ucap yang mulia raja menunjuk mereka berdua
adelion memperkenalkan diri nya kepada mereka :" saya adelion holder lux, senang bertemu anda Marquis"
:"senang bertemu dengan mu pangeran, ini putri saya listia boardberg yang akan menjadi tunangan nya pangeran "ucap Marquis braun menunjuk ke arah putri nya
melihat putri nya yang begitu cantik, dengan rambut pirang ,kulit yang sebening es, dan buku mata yang begitu indah.
adelion seketika gugup untuk berkenalan dengan putri Marquis.
#next bab 11