
keesokan hari kota lachen.
begitu matahari terbit masing-masing di kedua belah pihak sudah bersiap untuk melanjutkan pertempuran kembali.
di sisi pasukan kerajaan trim, masih terlihat sisa pertempuran atas serangan semalam , mereka benar-benar kalah telak, atas serangan dari kerajaan lux.
sedangkan di sisi kota, benteng kota masih tetap kokoh bahkan dari prajurit dan ksatria masih tetap siaga.
desa slcher.
tampak semua orang sudah mulai pulih dari pertempuran sebelum nya, brand datang ke kamar adik nya untuk melihat kondisi nya :" bagaimana keadaan mu saat ini? " tanya brand.
lion bangkit dari duduk nya dan berkata :" aku, sudah cukup pulih, kak Mari berangkat aku khawatir dengan keadaan kota " jawab lion.
brand mengangguk setuju, mereka pun keluar dari penginapan, di sana tampak prajurit yang tersisa sedang membereskan semua barang bawaan.
melihat kedua pangeran sudah datang Bach menghampiri nya :" pangeran, semua nya sudah siap bahkan kereta kuda yang sebelum nya hancur sudah di buatkan kembali oleh penduduk desa ini " lapor Bach.
brand mengangguk puas, ia berbalik dan mengajak adik nya ikut naik, tapi, lion menggelengkan Kepala nya :" tidak kak, bukankah ini terlalu mencolok bagi kita yang seorang pangeran? " ucap lion.
brand terdiam sesaat, ia mengerti maksud adik nya, :"lalu, apa yang harus kita lakukan? " tanya brand.
:" kita pergi menuju medan perang musuh pasti mengincar kita, bagaimana kita menyamar sebagai prajurit dan prajurit lah yang menaiki kereta kuda, ini bisa membuat musuh bingung " jelas lion.
mendengar penjelasan adik nya brand terdiam memikirkan nya, saat ini Hanna baru saja keluar dari penginapan ia mendengar sedikit penjelasan pangeran kedua.
ia pun menghampiri kedua pangeran dan setuju akan pendapat pangeran kedua, wakil kapten Bach pun setuju akan rencana pangeran kedua, melihat dari nya yang terpojok brand pun setuju.
lalu Bach memanggil kedua bawahan nya yang cocok dengan kedua pangeran, tapi hanya 1 saja yang cocok dengan pangeran pertama, sedangkan untuk pangeran kedua tidak ada.
karena tubuh pangeran kedua sangat Kecil, tapi, lion tak mempermasalahkannya, ia sudah menduga akan hal ini, ia punya rencana nya sendiri.
ketika brand sudah menganti pakaian nya, ia terkejut melihat adik nya yang masih belum menganti nya, tapi lion langsung menjelaskan bahwa ia akan menyamar sebagai budak yang di tolong oleh kalian.
mendengar itu brand sedikit enggan tapi lion meyakinkan nya , pada akhirnya brand setuju akan ide nya.
setelah semua nya sudah siap, mereka pun berangkat menuju kota lachen, sepanjang perjalanan sangat lancar mereka tak menemukan bahaya apa pun.
kota lachen.
pertempuran sudah di mulai kembali, masing-masing kedua belah pihak saling membalas serangan satu sama lain,
di sisi kerajaan trim sang jendral sedang menunggu prajurit sebelum nya yang menjemput pasukan penyergap hingga saat ini ia masih belum kembali.
tak butuh waktu lama, prajurit itu kembali dengan terengah-engah :" hah, hah lapor jendral, Tim, hah, hah " ucapnya.
melihat keadaan prajurit nya sang jendral memenangkan nya terlebih dahulu, :" Ada apa, apa yang terjadi?" tanya sang jendral.
prajurit itu menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan pernapasannya, merasa sudah tenang prajurit itu berkata:" Tim penyergap telah di kalah kan " jawab prajurit.
:"APA, bagaimana bisa ? " teriak sang jendral terkejut.
:" kurang lebih dari 100 pasukan " jawab prajurit.
jendral mengangguk dan menyuruh nya agar beristirahat, prajurit itu hendak pergi tapi ia teringat sesuatu, ia pun berbalik dan berkata :" maaf, jendral aku melupakan sesuatu, salah satu kapten di Sana melihat bahwa kedua pangeran berada di Sana " ucap nya.
:"APA, mengapa kau tak mengatakan dari tadi " teriak jendral.
:" maaf jendral " ucap prajurit membungkuk bersalah.
jendral menghela napas :" baiklah, silahkan pergi " perintah jendral melambaikan tangan.
setelah prajurit itu pergi, sang jendral melihat susunan rencana di hadapan nya:" situasi ini sangat tidak mendukung, aku harus meminta pasukan tambahan untuk merebut kota ini " gumam nya.
lalu setelah itu sang jendral mengambil secarik kertas dan menulis pesan yang berisi :" kepada yang mulia, situasi perang saat ini sangat tidak menguntungkan aku harap yang mulia bisa mengirim pasukan tambahan, setengah pasukan kami telah di jebak oleh kedua pangeran kerajaan lux hingga kami di ambang kekalahan " .
setelah menulis surat ia mengambil burung di belakang nya dan mengikat surat tersebut di kami burung, ia keluar dari tenda nya dan menerbangkan burung tersebut.
:" kuharap, yang mulia bisa mengirim pasukan elite nya" gumam sang jendral.
tembok pertahanan kota.
semua prajurit sangat sibuk mengisi ulang persenjataan mereka, raul dan paff masing-masing memimpin kelompok nya, situasi mereka di tempatkan jauh lebih sibuk dari yang lain.
:"hei, kalian ambil anak panah nya kembali " teriak raul meminta bawahan nya
meskipun ia masih sangat Kecil tapi kapten erland mempercayai nya untuk menjadi kapten di Tim nya, kelompok yang di pimpin nya pun tak keberatan sama sekali, karena raul telah membuktikan dirinya ketika uji coba latih tanding sebelum nya.
sedangkan paff yang menjadi lawan nya raul sebelum nya, kapten prajurit menaruh harapan agar paff jauh lebih kuat, oleh karena itu ia memberi tugas yang cukup berat menjadi pemimpin kelompok nya.
prajurit yang sebelum nya di perintah kan raul sudah kembali ia membawa 1 kotak anak panah, mereka pun terus meluncurkan anak panah ke pihak lawan.
kapten erland yang melihat musuh yang sudah mulai berkurang, ia ingin memerintahkan pasukan ksatria agar maju menyerang, tapi, ketika ia hendak mengatakan, ia melihat sesuatu di kejauhan.
bala bantuan dari pihak musuh berdatangan, melihat ini kapten sedikit panik, bagaimana pun pasukan nya sangat terbatas, dan jika meminta bala bantuan ke ibukota akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
ia hanya berharap agar pangeran segera kembali dengan membawa pasukan nya.
:" hei, kalian pertahan kan kota " teriak kapten menyemangati.
di sisi lain kedua pangeran dengan pasukan nya sedang dalam perjalanan, jumlah pasukan saat ini hanya tersisa 130 orang, banyak yang gugur akibat serangan monster sebelum nya.
:" hei, dik apa kau yakin kota sedang mengalami peperangan " tanya brand memastikan.
lion yang berada di belakang nya pun berkata :" iya kak, aku lupa memberitahu mu sebelum nya " jawab lion meyakinkan nya.
:" baiklah, tapi, kau tidak boleh berada di garis depan kembali! " perintah brand.
lion hanya diam dan terus melanjutkan perjalanan nya.