
sisi timur kota lachen.
semua prajurit kota dan Ksatria yang di kirim di ibukota, mereka berkumpul di satu tempat, mereka memulai pelatihan dengan kapten erland, yang memiliki posisi kapten ksatria.
setelah latihan fisik sebelumnya, raul di bawa kapten ke tempat prajurit berkumpul, kapten akan melatih melatih mereka semua , agar raul belajar banyak dengan mereka.
sesampainya mereka di sana, seluruh prajurit dan ksatria memberikan hormat kepada kapten.
semua prajurit dan ksatria melihat kapten membawa seorang anak kecil bersama nya.
para ksatria memberikan hormat kepada anak itu, tetapi tidak dengan prajurit kota, mereka melihat bahwa itu anak rakyat biasa.
salah seorang prajurit menanyakan kepada ksatria di samping nya :" mengapa Anda memberikan hormat kepada anak itu " ucapnya.
ksatria itu menjawab :" ia adalah pangeran kedua yang datang ke kota ini " jawabnya memberi hormat.
:"ehh?. " prajurit itu terkejut mendengar bahwa anak itu adalah pangeran, prajurit buru-buru memberi hormat kepada anak itu.
saat ini kapten sudah tiba, di hadapan mereka, kapten bertanya kepada mereka :" apa yang kalian hormati "
dengan tegas mereka menjawab :" anda dan pangeran "
kapten merasa bingung atas sikap anak buah nya :" pangeran? anak ini , ia bukan lah pangeran, ini adalah teman nya pangeran " jelas kapten.
salah seorang ksatria bertanya :" jika anak itu bukan pangeran, lalu dimanakah pangeran?"
kapten menjawab pertanyaan anak buah nya :" pangeran sedang berlatih dengan rekan ku, ia berlatih sihir terlebih dahulu, setelah itu ia akan berlatih berpedang dengan kita " jelas sang kapten.
mendengar penjelasan sang kapten, prajurit dan ksatria hanya mengangguk kepalanya saja.
melihat mereka tidak bertanya kembali , kapten mengarahkan raul ikut barisan dengan yang lain.
raul mengangguk setuju dan berjalan ke arah prajurit, ia berdiri di barisan depan.
melihat bocah yang berada di depan nya, seseorang prajurit bertanya :"apakah kamu bisa memakai sihir " bisik prajurit di telinganya.
raul hanya mengangguk, prajurit itu bertanya kembali :" sihir apa yang kamu miliki,?"
:"sihir petir " jawab raul
:"eekkhhmm," batuk kapten.
mendengar suara kapten, prajurit itu tidak melanjutkan pertanyaannya , ia kembali ke posisi barisannya.
:"baiklah, kepala prajurit sudah setingkat apa anak buah mu " tanya kapten.
:" untuk saat ini , sebagian kecil berada di tingkat menengah dan sisa nya masih di tingkat pemula " jawab kepala prajurit.
kapten mengangguk, ia sudah menduga nya :" baiklah, latihan untuk kalian adalah latih tanding, untuk prajurit akan melawan ksatria dengan tingkatan yang sama, raul kau ikut ke kelompok ksatria, apakah kalian mengerti "teriak nya.
:" Siap kapten " teriak mereka penuh dengan semangat.
setelah itu mereka berkumpul di kelompok mereka masing-masing, di sebelah kanan berisi kelompok ksatria dan di sebelah kiri berisi kelompok prajurit kota.
setelah selesai membagi kelompok masing-masing, kapten mengumumkan untuk tingkat menengah harap maju untuk berduel.
prajurit tingkat menengah maju ke tengah arena, ia memiliki tubuh yang sangat bagus dan menggunakan pedang yang cukup besar untuk bertarung.
di sisi ksatria, seseorang maju ia seperti rakyat biasa , bahkan tubuhnya biasa-biasa saja, tidak terlihat istimewa sama sekali, ia menggunakan pedang pada umumnya, tapi. ia terlihat sangat tenang.
setelah mereka bertemu satu sama lain, kapten memperingatkan mereka, pertandingan ini hanya sesi latihan, tidak boleh membunuh satu sama lain.
:"Mulai" teriak kepala prajurit, menandakan di mulai nya pertandingan.
:"mohon bimbingan nya ksatria yang terhormat "ucap prajurit memprovokasi nya.
ksatria tersebut hanya mengangguk kepala nya saja, ia masih bersikap tenang , agar tidak terjebak oleh siasat lawan nya.
melihat ksatria tidak terpancing oleh nya, prajurit tersebut langsung bersiap untuk menyerang nya, tapi. ksatria itu masih saja bersikap tenang, tanpa memikirkan lagi, prajurit langsung menyerang nya.
dengan pedang besar nya, ia sangat lambat untuk menebas lawan, tapi jika lawan menahan nya, maka ia akan terpental karena kekuatan dari pedangnya.
meskipun terlihat serangan biasa, tetapi prajurit itu menggunakan teknik berpedang nya, ia menguatkan tubuh dan pedang nya dan teknik tersebut bernama " attack reinforcement ".
ksatria tersebut masih dengan ketenangan nya, ia tidak panik sedikit pun, meskipun serangan itu ingin mengenainya.
ketika jarak serangannya sudah hampir mengenai nya, ia pun mundur dengan secepat kilat.
melihat itu prajurit terkejut " bagaimana mungkin ".
ia melihat sekeliling nya, tapi ia tak menemukan ksatria tersebut, hingga ia lengah , tiba-tiba sebuah pedang tepat berada di leher nya,
prajurit itu menjatuhkan pedangnya dan mengangkat kedua tangannya, ia mengaku kalah.
melihat prajurit tersebut sudah menyerah, ksatria tersebut menarik kembali pedang nya dan berbalik pergi.
kapten prajurit mengumumkan atas kemenangan dari kelompok ksatria.
melihat ksatria itu pergi tanpa sadar prajurit itu bertanya :" teknik apa yang kau gunakan "
ksatria tersebut hanya melirik dan menjawab nya :"teknik menengah pedang kilat " lanjut ia pergi meninggalkan arena.
setelah pertandingan tingkat menengah selesai, saat ini giliran tingkat pemula yang maju ke arena , dari kelompok prajurit yang maju terlebih dahulu adalah seorang pemuda yang tampak nya berusia 10 tahun, tapi ia sudah setingkat pemula, sudah hal baik bagi masa depan nya.
dari kelompok ksatria , kapten meminta kepala prajurit agar memajukan raul, kepala prajurit itu kaget, tapi kapten meyakinkannya, dengan berat hati kepala prajurit memanggil raul agar berhadapan dengan pemuda tersebut.
raul terkejut bahwa ia maju terlebih dahulu, ia pun melihat kapten erland yang berada di pinggir arena, kapten hanya mengangguk, raul dengan penuh keyakinan ia maju ke arena.
saat ini raul masih berada di tingkat dasar dalam berpedang dan ia harus berhadapan dengan tingkat pemula yang satu tingkat di atas nya, bukan kah ini tidak terlalu adil untuk nya,
tapi ia tak terlalu mempedulikan soal tingkatan, tujuan ia hanya ingin menjadi kuat untuk melindungi kakak nya dan berterimakasih atas bantuan pangeran.
ia sudah berada di tengah arena, melihat lawan di hadapannya ia memperkenalkan dirinya :"nama saya raul dari rakyat biasa, mohon bimbingannya senior "ucapnya sopan.
melihat lawan nya begitu ramah, ia juga memperkenalkan diri nya :" nama saya Pras , mohon bimbingannya juga "
setelah melakukan perkenalan singkat, kepala prajurit mengumumkan di mulai nya pertandingan.
mendengar sudah di mulai nya pertandingan, mereka pun bersiap-siap menyerang dengan teknik mereka masing-masing.
mereka masih saling menatap satu sama lain, tidak ada satu dari mereka yang menyerang terlebih dahulu, raul memenangkan diri nya dan menghela napas, dengan kecepatan penuh ia menerjang ke arah Pras.
pras tidak panik sedikit pun, ini lah yang ia tunggu, menghadapi serangan cepat raul ia menahannya, setelah menahannya Pras melakukan tarian pedang nya, yang membuat raul kebingungan.
raul tak bisa melihat celah sedikit pun, ia tak mempelajari teknik berpedang dengan kapten, jadi ia tak tau teknik apa yang ia keluarkan ,untuk melawan teknik tarian pedang tersebut, ia hanya berkonsentrasi.
tanpa sadar ia bisa sedikit melihat masa depan, tanpa sadar dan menangkis serangan Pras, melihat itu semua orang terkejut bahkan raul dan Pras pun terkejut,
mereka tak menyangka untuk tingkat dasar mampu menahan serangan tingkat pemula, raul buru-buru menenangkan keterkejutan nya, dan menyerang kelengahan Pras, ia menodongkan pedang nya ke arah wajah Pras.
melihat ia sudah terpojok Pras mengakui kekalahannya.