Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
kebenaran yang begitu menyakitkan



saat ini count wolf mengundang kapten erland ke


ruangan pribadi milik nya, :"baiklah, kapten seharusnya anda tau, mengapa saya memanggil anda kemari "ucap count serius


:" hahahaha oi oi wolf, santai saja mengapa Anda seserius ini "ucap kapten bercanda.


count wolf menghela napas :" baiklah terserah anda, saya ingin tanya, mengapa Anda mengajak pangeran kedua kemari"ucapnya.


:"hah.dia memiliki bakat, dan sangat di sayangkan jika tidak di latih dengan benar "ucap kapten.


sebelum melanjutkan pembicaraan, count wolf menuangkan secangkir teh kepada kapten. :" begitu ya, kenapa kau ingin melatih nya disini, kau seharusnya tau, bahwa keadaan kota sedang darurat "


kapten erland meminum teh yang di siapkan oleh count. :"ya. saya tau, itu lah mengapa saya meminta izin ke yang mulia untuk membawa nya kemari "


mendengar jawaban kapten, count sangat marah :"kau. apa kau tau bahaya nya perang, pangeran kedua masih berusia 6 tahun, bukan hal baik untuk anak seusia nya saat ini "ucapnya


kapten hanya menghela napas :" sudahlah, tidak akan lama kau akan memahami nya sendiri "


di sisi lain, adelion sedang mencari count wolf dan kapten erland, di dalam mansion tetapi ia tak menemukan kedua nya, melihat pangeran sedang kebingungan seorang pelayan menghampiri adelion.


:"apakah pangeran kehilangan sesuatu di mansion ini "tanya pelayan dengan hormat.


:" tidak ada. aku sedang mencari count wolf dan kapten erland, apakah anda melihat nya "jawab adelion.


mendengar pangeran mencari penguasa kota, pelayan mengantarkan adelion ke kediaman pribadi count wolf.


sesampai di ruangan pribadi, pelayan mengetuk pintu, mendengar ketukan pintu :" masuklah"ucap count mengalihkan pembicaraan dengan kapten.


:" maaf tuan. pangeran sedang mencari anda "ucap pelayan hormat.


melihat pelayan membawa pangeran, count wolf dan kapten memberi hormat. :" apa yang pangeran butuh kan, apakah mereka sudah pergi "tanya count menyembunyikan sesuatu.


:" tidak. mereka masih berada di sini" jawab adelion polos.


merasa ada sesuatu, count buru-buru bertanya kembali :"apa yang pangeran butuhkan hingga mencari saya "


masih dengan polos nya adelion menjawab :"saya ingin menjadi petualangan "


:"APA" mereka berdua terkejut dan saling menatap satu sama lain.


:"uhuk.maaf pangeran. bukan nya saya menolak keinginan pangeran, tetapi yang mulia mengizinkan pangeran ke kota ini adalah agar pangeran fokus berlatih berpedang, bukan kah itu yang di inginkan pangeran, bahkan pangeran ingin belajar pola sihir dengan maniak pola ini saya tidak permasalahkan nya, lagi pula saya sudah di titipkan oleh orang itu. jadi saya mohon agar pangeran mengurangkan menjadi petualangan sebelum pangeran benar-benar kuat."jelas kapten.


mendengar penjelasan kapten, adelion benar-benar bingung :"manik pola?. orang itu? siapa? "


count wolf sangat kesal dirinya di sebut maniak pola, oleh kapten erland, tetapi melihat pangeran kebingungan itu ia hanya menatap kepada kapten erland agar ia menjelaskan semua nya.


kapten erland sudah berkeringat di tubuh nya, bukan karena kepanasan tetapi tatapan mereka yang membuat dirinya merasa panas hingga berkeringat.


menarik nafas dalam-dalam, kapten erland mempersilahkan pangeran duduk . kapten juga menuangkan teh kepada nya,


setelah semua nya sudah siap ia duduk di sebelah count wolf.


:"pangeran mungkin kata-kata saya membuat Anda bingung, tapi apakah anda siap mendengar kebenaran ini "ucap kapten tegar


melihat bahwa pangeran sudah siap, kapten memalingkan wajah nya ke arah count, count hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya sedikit.


:" yang di maksud dari maniak pola adalah count wolf , ia adalah teman seperjuangan ku, dan untuk orang itu adalah guru zeila "ucap kapten menundukkan kepala


:" gu-guru zeila, apa yang ia katakan padamu , kapten"teriak adelion seolah tak percaya


melihat pangeran seperti itu count wolf bangkit dari tempat duduk nya , menghampiri adelion untuk menenangkan nya.


kapten melanjutkan :"ketika Anda berlatih, guru zeila datang menghampiri ku, ia mengajak ku mengobrol tentang mu pangeran, kami berdua sangat senang bahwa kami di beri kepercayaan untuk mendidik anda, ketika pembicaraan sedang asik ,guru zeila mengatakan sesuatu kepada ku, yang membuat ku merasa bingung ia mengatakan 'tolong jaga pangeran, dan jangan biarkan ia menggunakan sihir kegelapan sebelum berusia 12 tahun' aku awal nya sangat bingung, tetapi ketika aku bertemu dengan sang ratu ia mengatakan hal yang sama dengan guru zeila , oleh karena itu aku bersumpah agar menjaga mu pangeran meski nyawa ku harus di petaruh kan " jelas sang kapten.


adelion hanya terdiam saja, ia sangat bingung , haruskah ia marah pada diri nya karena memiliki sihir kegelapan, atau ia terus bersedih memikirkan kepergian guru zeila.


adelion menguatkan tekad nya, bahwa ia tidak boleh terjebak di masa lalu, sekarang ia harus menjadi kuat agar mencapai tujuan nya.


:"lalu kapten mengapa Anda memanggil count wolf dengan julukan maniak pola? "tanya adelion yang sudah tenang.


melihat ketenangan pangeran, kekhawatiran kapten sudah hilang, bahwa pangeran sudah melupakan masa lalu, hal ini akan memudahkan ia berlatih,


:" aku dan count wolf adalah rekan seperjuangan "jawab kapten tersenyum.


adelion memalingkan wajah nya ke arah count, count wolf menganggukkan, apa yang di katakan kapten adalah benar.


:" aku dan kapten erland dalam satu kelompok, sebetulnya bukan kami berdua tetapi kami terdiri dari 5 orang "lanjut count wolf.


:" 5 orang, lalu sisa nya siapa saja "ucap adelion penasaran.


:" 2 di antara kami, sudah kembali ke kampung halamannya dan 1 lagi... "jawab count melihat kapten, kapten hanya menundukkan kepalanya saja, ia tak mampu menahan rasa sakit di masa lalunya.


setelah cukup lama terdiam, kapten erland mengangkat wajah nya, melihat mata sang kapten yang penuh kesedihan dan penderitaan masa lalu nya membuat adelion merasa bersalah.


:" maaf, aku tak bermaksud menyinggung masa lalu mu kapten " ucap adelion menunduk, mengakui rasa bersalahnya


kapten menghela napas dan berkata :"pangeran angkat kepala mu, tak seharusnya bagi seorang pangeran menundukkan kepalanya. tidak apa-apa lagi pula ini masa lalu ku, meskipun sangat menyakitkan tetapi masih tersimpan kenangan indah "ucapnya dengan tegar


adelion mengangkat kepala nya kembali dan melihat sisi tegar nya sang kapten.


:" pangeran apakah kamu masih ingat cerita ku . saat kamu sedang sedih atas kehilangan guru zeila "tanya kapten


adelion terdiam dan mengingat nya kembali :" apakah soal seorang wanita yang pandai dalam berpedang dan memasak"tanya adelion.


kapten tersenyum:"ya. cerita itu bukan lah sebuah karangan , tetapi cerita tersebut adalah kebenaran tentang masa lalu ku "ucapnya


adelion terkejut, mendengar jawaban dari kapten, ia berpikir bagaimana itu dirinya, apakah ia bisa menerima kenyataan seperti itu. tidak itu sangat mustahil.


setelah diam beberapa saat, adelion meminta izin kepada mereka , ia ingin kembali ke kamar nya.


mereka mempersilahkan, tetapi ketika count wolf hendak mengantarkan pangeran kembali, adelion menolak dengan halus bahwa ia bisa sendiri.


#next bab 22