
kota lachen
adelion dan yang lain nya sudah sampai di depan penginapan, mereka semua memasuki penginapan tersebut , ketika mereka pertama kali masuk,mereka melihat bahwa penginapan tersebut lumayan rapi.
tiba-tiba seseorang berlari dengan sangat cepat ke arah mereka dan menampar wajah sang kapten, melihat itu semua orang terkejut tetapi tidak untuk count wolf, ia hanya tersenyum.
:"berani sekali kau menunjukkan wajah mu lagi di hadapanku ya erland "ucap sosok yang menampar wajah sang kapten.
karena tamparan yang tiba-tiba , kapten merasa kesakitan.:" oh Hanna, lama tak jumpa " ucap kapten menahan rasa sakit di pipinya.
count wolf menghela napas :"kalian ini.
selalu saja seperti ini, hei Hanna jaga lah sikap mu saat ini kita di depan pangeran "ucapnya tak berdaya
Hanna melihat ke arah 4 bocah yang di belakang wolf , ia berjalan ke arah mereka , tapi salah satu dari mereka tidak terlihat seperti pangeran pada umumnya.
:" hei. wolf kau tak berbohong pada ku kan, bagaimana mungkin seorang pangeran datang ke penginapan kumuh ini "tanya hanna.
wolf hanya geleng-geleng kepala, ia sudah kenal hanna sejak lama, sifat angkuhnya masih belum hilang, wolf mempersilahkan adelion untuk memperkenalkan dirinya.
kejadian sebelumnya, mansion
sebelum berangkat ke penginapan ,mereka di hentikan oleh kapten, ia minta pangeran untuk mengganti pakaian,
mendengar permintaan kapten seperti itu adelion bertanya :" mengapa aku harus mengganti pakaian ku "
:"maaf pangeran, jika orang-orang mengenali anda akan banyak keributan, jika hal ini terjadi akan sulit bagi anda untuk sampai ke sana "jawab sang kapten.
sebelum memutuskan adelion melihat mereka, tetapi dari mereka hanya tersenyum, menantikan seperti apa sosok pangeran memakai pakaian rakyat biasa.
setelah berpikir sejenak adelion menyetujui usulan kapten, lalu count meminta pelayan agar membawakan pakaian biasa yang seukuran pangeran,
tak berselang lama, pelayan itu membawakan pakaian yang di pesan count kepada pangeran, melihat pakaian nya sudah datang adelion langsung mengganti nya,
setelah selesai mengganti ia keluar dari kamarnya, tetapi melihat ekspresi semua orang, adelion merasa tak enak. :" sangat cocok " ucap kapten
adelion melihat ke arah teman-teman nya, mereka hanya mengangguk dan tersenyum.
:"baiklah ayo kita berangkat "ucap count kepada mereka.
penginapan
adelion maju memperkenalkan diri nya :" saya adelion holder lux, putra kedua dari raja alex holder lux "
mendengar perkenalannya ,semua orang di dalam penginapan terkejut, bahkan sosok angkuh Hanna hampir pingsan oleh perkenalan adelion.
melihat ekspresi Hanna seperti itu kapten tertawa terbahak-bahak, ia sudah menduga hal ini akan terjadi, oleh sebab itu ia merencanakannya, sebelum pemberangkatan nya kemari.
Hanna merasa sangat kesal melihat erland mentertawakan nya, ia menahan emosi nya dan memberi hormat kepada pangeran.
:"maaf pangeran atas ketidak sopan saya sebelumnya kepada anda"ucapnya membungkuk
:"tidak apa-apa, wajar saja anda tidak mengenali saya seperti ini "ucap adelion.
Hanna mengangkat kepala nya dan bertanya kepada pangeran :" pangeran. apa anda ingin menginap di sini. apakah pemimpin kota tak memberi anda tempat tinggal "ucap nya melirik wolf.
melihat sifat angkuhnya kembali lagi, adelion hanya tersenyum kecil dan buru-buru menjawab :" tidak kak Hanna.aku sudah mendapatkan tempat tinggal yang di sediakan count kepada ku. tolong tak berbicara formal seperti itu, panggil saja aku lion "
mendengar ucapan pangeran Hanna merasa aneh, tapi ia tetap menurutinya :"baiklah, pa-. lion apa yang ingin anda lakukan di penginapan ini "
Hanna melirik wolf :" baiklah, lion bawa mereka untuk melihat kamarnya " ucapnya.
adelion setuju dan meminta mereka ikut bersama nya, mereka menuju ke lantai 2 penginapan, Hanna membuka kan salah satu kamar, di dalam nya cukup rapi, terdapat kasur yang cukup untuk 2 orang dan satu buah lemari yang ukuran cukup sedang.
Hanna berbalik dan bertanya kepada lion :" bagaimana apakah ini cukup untuk mereka berdua "
lion masih melihat-lihat kamar tersebut:" ya. kurasa ini cukup " jawabnya
Hanna mengajak mereka ke kamar sebelah nya, di kamar tersebut tak jauh berbeda dari sebelumnya, di kamar ini kasur nya di peruntukan 1 orang saja, lion sudah cukup puas, meskipun sederhana tetapi ini sudah cukup untuk mereka.
:"Terima kasih kak Hanna "ucap lion dengan tulus
Hanna melambaikan tangan nya, ia berbalik dan pergi meninggalkan mereka, melihat tingkah nya membuat lion bingung.
dalam kebingungan nya tiba-tiba sebuah telapak tangan mendarat di atas kepalanya, tangan tersebut punya kapten :" tidak usah di pikirkan, lebih baik anda berjalan- jalan di kota bersama teman-teman baru anda " ucapnya.
lion melihat ke teman-teman nya, mereka tersenyum senang, sebelum pergi count memperingatkan lion agar tidak memberitahu jati diri nya, lion mengangguk setuju dan count memberinya beberapa koin perak , jika sewaktu-waktu lion ingin berbelanja,
lion menerima uang tersebut dan berpamitan kepada mereka, sebelum keluar dari penginapan mereka bertemu Hanna yang sedang duduk di sudut ruangan, lion menyapa nya, tetapi Hanna diam saja seolah tak mendengar sapaannya.
lion tak mau berpikir jauh lagi, ia mengajak teman-temannya mengelilingi kota lachen.
di sisi lain count wolf bertanya kepada kapten :"apakah ini yang terbaik untuk nya "
:"ya kurasa begitu, mari kita temui Hanna "ajak kapten.
mereka berdua turun dari lantai 2 dan pergi mencari Hanna, mereka langsung menemukan nya di sudut ruangan sedang asik minum bir, mereka menghampiri nya dan duduk di sebelah nya.
melihat kehadiran mereka Hanna merasa terganggu, ia hendak pergi tetapi ia di tahan oleh kapten, :" hei bukan kah terlalu cepat "ucapnya.
:" cihh. apa urusan mu "ucap Hanna kesal.
:" bisakah kita mengobrol sebentar, dengan minum-minum "ucap kapten menawarkan.
mendengar tawaran kapten, Hanna duduk kembali, melihat Hanna tak jadi pergi, kapten memanggil pelayan meminta di kirimkan minuman.
tak berselang lama pelayan membawakan minuman yang di pesan.
:" hei Hanna mengapa kau seperti itu di hadapan pangeran "ucap kapten membuka obrolan.
:" bukan kah pangeran sendiri yang memintanya tak perlu formal "ucap Hanna meneguk segelas bir
kapten hanya menghela napas, :" apakah kau, masih teringat soal kejadian waktu itu "
mendengar ucapan kapten Hanna menghentikan minum nya, ia langsung menarik kapten ingin menghajarnya, tetapi ia langsung di hentikan oleh wolf.
:"aku tau, kau sangat membenci ku, tapi aku ingin meminta bantuan pada mu "lanjut kapten merenung kesalahannya di masa lalu.
dengan acuh tak acuh Hanna menjawab :" baguslah jika kau mengerti, maaf aku sudah pensiun "
:"ya aku tau, tapi aku mohon untuk kali ini saja, jika bukan perintah sang ratu , aku tidak akan meminta bantuan mu, kau mantan rank A kau lebih banyak pengalaman di banding diriku, jadi aku mohon"ucap kapten bersujud memohon.
melihat ketulusan kapten, Hanna pun luluh :"kau bilang ini perintah ratu "ucapnya tenang.
kapten buru-buru bangun :" ya. seharusnya kau merasakan nya, bahwa di tubuh pangeran sihir kegelapan sangat mendominasi "
mendengar itu Hanna terkejut, ia terdiam teringat masa lalu nya.