Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
Hutan Elf



Seketika Lu'ku terbangun dari pingsannya, ia melihat di sekelilingnya terdapat naga hitam dan perak yang menemaninya. Melihat mereka, Lu'ku merasa tenang. Melihat tuannya kembali sadar, naga hitam dan perak sangat senang dan membungkuk hormat padanya.


"Gumus, maafkan aku atas hukuman sebelumnya yang kuberikan padamu. Kau bisa membatalkannya," ucapnya pada naga perak.


Mendengar perkataan tuannya, Gumus mengangguk setuju dan berterima kasih atas kebaikan tuannya.


"Tuan, apakah kau melihatnya?" tanya naga hitam.


Lu'ku mengangguk, "Ya, tanpa sadar aku dibawa kembali ke masa lalu. Aku mengerti mengapa kalian begitu keras kepala saat aku membuat kontrak dengan manusia. Terima kasih, Kara," jawab Lu'ku pada naga hitam.


Mendapatkan pujian seperti itu, Kara mengangguk hormat.


"Tapi, aku merasakan sesuatu yang berbeda saat bertemu dengan Lion. Seperti yang aku katakan sebelumnya pada kalian, ia tampak berbeda. Aku seperti memiliki ikatan dengannya. Bagaimana menurut kalian?" tanya Lu'ku pada mereka berdua.


"Aku mengerti atas kekhawatiranmu, Tuan. Mungkin lebih baik kita memperhatikannya terlebih dahulu. Jika memang ia orang baik, tuan bisa membuat kontrak kembali. Tapi, jika tidak, maka kita akan membunuhnya," jawab Kara.


Lu'ku mengangguk setuju.


Lalu setelah semuanya kembali normal, Kara dan Gumus keluar dari kediamannya dan kembali memeriksa keadaan wilayah sekitarnya.


Hutan Tod.


Setelah mendengar cerita dari Wakil Kapten, Lion mulai mengerti mengapa kakaknya berubah seperti itu. Ia membayangkan, "Bagaimana jika ia berada di posisi seperti itu? Apakah ia mampu mengalahkan monster tersebut?"


Memikirkan itu membuat Lion teringat akan guru Zeila. Sudah 3 tahun lamanya ia tak mendapatkan kabar apapun dari guru tersebut. Dulu ia pergi karena sihir kegelapan yang dimilikinya, tapi sekarang ia mampu menguasai sihir kegelapan.


"Guru Zeila, bagaimana kabar mu?" gumam Lion memandang langit biru di atasnya.


Hutan Elf.


Hutan Elf terletak di tengah-tengah tiga hutan berbahaya. Mereka membangun desa di sana karena terlindungi oleh sihir yang kuat. Pada dasarnya, ras elf dikaruniai dengan sihir melimpah, oleh karena itu anak yang baru lahir saja sudah mempunyai bakat dalam sihir.


Ketika seorang anak sudah berusia 5 tahun, anak itu akan melakukan ujian sihir seperti halnya manusia lakukan. Tapi, untuk seorang anak ras elf berbeda.


Sebelum melakukan ujian pembangkitan sihir, setiap anak harus menguatkan fisik dan mental mereka. Dengan latihan seperti itu, mereka akan mendapatkan rank sihir yang jauh lebih tinggi. Namun, jika seorang anak gagal dalam pembangkitan, ia akan dianggap sampah dalam rasnya. Oleh karena itu, setiap anak akan dilatih sangat keras.


Melihat kampung halamannya membuat zeila teringat masa lalunya. Sebelum ia pergi berkelana, sekarang ia kembali karena ia harus mencari informasi mengenai sihir kegelapan.


Ketika ia memasuki desa, banyak anak-anak yang sedang bermain. Bahkan ada beberapa penduduk desa yang menyapanya, dan zeila membalas sapaan mereka. Tak terasa ia sampai di depan rumah kepala desa. zeila memasuki rumah tersebut dan menemui kepala desa. Di sana tampak kepala desa sedang bersantai.


"Lama tak jumpa, Kepala Desa," sapa zeila sopan.


zeila tersenyum dan duduk di hadapan kepala desa, "Perjalananku baik-baik saja. Aku kembali karena ada yang ingin aku tanyakan kepada kepala desa," jawab zeila.


Sebelum menjawab pertanyaan zeila, kepala desa meminta pelayannya untuk menyajikan teh kepadanya. Pelayan itu menuangkan teh ke cangkir zeila.


"Terima kasih," ucap zeila kepada pelayan tersebut.


"Baiklah, apa yang ingin kamu tanyakan?" ucap kepala desa.


"Kepala Desa, apa yang terjadi jika manusia memiliki sihir kegelapan?" tanya Zeila serius.


Mendengar pertanyaan yang begitu serius, kepala desa hanya menggelengkan kepalanya saja dan berkata, "Sepertinya perjalanan sia-sia, Zeila."


"Apa maksudmu?" ucap Zeila kebingungan.


Kepala desa menghela napas dan berkata, "Pada dasarnya sihir dibagi menjadi beberapa tingkatan. Sihir dasar yaitu api, air, angin, tanah, petir, dan es. Lalu ada sihir tingkat khusus yaitu cahaya dan kegelapan, dan ada juga sihir tingkat dewa yaitu ruang dan waktu. Semua sihir di dunia ini memiliki kekuatannya sendiri. Tidak peduli orang itu bangsawan atau tidak, jika ia tak bisa mengendalikan sihirnya sendiri, maka sihir itu tidak berguna di tangannya. Mungkin sampai di sini kamu mengerti," jelas kepala desa.


Mendengar penjelasan tersebut, Zeila mengangguk mengerti.


"Apa yang terjadi jika manusia memiliki sihir cahaya dan kegelapan di tubuhnya, tanpa memiliki sihir dasar?" tanya kembali Zeila.


"Kurasa itu tidak ada masalah. Sepertinya kamu sudah mengalami sebuah kejadian yang tak mengenakan dalam dirimu. Bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi padaku?" jawab kepala desa.


Mendengar kata-kata kepala desa, Zeila mulai menceritakannya.


Setelah meninggalkan desa, ia pergi berkeliling ke berbagai tempat. Banyak hal yang sudah ia lalui, bahkan ia ikut dalam kelompok petualang. Saat ini rank-nya sudah berada di rank A.


Setelah ia menjadi rank A, ia dipanggil oleh Raja dari Kerajaan Lux. Sang raja meminta agar Zeila menjadi guru untuk Pangeran Kedua. Zeila mengangguk menyetujuinya. Selama beberapa hari, ia tak menemukan masalah dalam mengajar Pangeran Kedua.


Sampai tiba saatnya, Pangeran Kedua menggunakan sihir kegelapan tanpa sepengetahuannya. Ia pingsan tak sadarkan diri. Ketika Pangeran Kedua pingsan, sihir kegelapan dalam dirinya hilang kendali dan mengamuk.


Melihat itu, Zeila dengan cepat menenangkan sihir tersebut dengan sihir cahayanya. Namun, usaha yang ia lakukan sia-sia. Sampai akhirnya sang ratulah yang mampu menenangkan amukan sihir tersebut.


Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian, ia meninggalkan Kerajaan Lux dan berkelana ke berbagai tempat. Ia mencari informasi mengenai pemilik sihir kegelapan, tetapi semua informasi yang ia dapatkan sangatlah kurang. Hanya satu informasi yang dapat ia peroleh mengenai desa yang menghilang. Namun, ketika ia sampai di sana, ia tidak menemukan apa pun. Sebelumnya, ia mendapatkan informasi bahwa desa itu menghilang akibat amukan sihir kegelapan. Tetapi informasi itu sangatlah tipis sehingga membuatnya sangat kesulitan. Akhirnya, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya dan bertanya langsung kepada kepala desanya.


Mendengar ceritanya, kepala desa terdiam sesaat dalam mencoba memahaminya. Setelah beberapa saat terdiam, ia berkata, "Sepertinya sosok tersebut tidak biasa. Dari ceritamu tadi, ia akan mengalami banyak rintangan di masa depan. Namun, kau tidak perlu kembali. Ia akan baik-baik saja. Tinggallah di sini terlebih dahulu. Kau sudah lama tidak kembali," ucap kepala desa.


"Terima kasih, Pak Kepala Desa," ucap Zeila sembari membungkuk hormat.


Setelah itu, Zeila pergi meninggalkan kediaman kepala desa. "Sepertinya akan terjadi sebuah kejadian besar yang belum pernah terjadi sebelumnya," gumam kepala desa sambil memandang Zeila yang sudah pergi.