
di pagi hari seseorang berlari mengelilingi mansion penguasa kota, ia berlari dari langit yang masih gelap sampai matahari terbit, ia baru selesai berlari nya.
seseorang pelayanan membawakan minum untuk nya, orang itu mengambil dan meminum nya.
:" apakah tidak apa-apa untuk tubuh anda pangeran " tanya seorang pelayan.
:"tenang saja, aku akan baik-baik saja " jawab lion percaya diri.
setelah itu lion kembali ke mansion untuk membersihkan diri nya , sudah 3 hari ia berlatih seperti ini, semua ia sudah siapkan dengan matang, hanya tinggal menunggu waktu nya saja.
setelah ia selesai mandi, seseorang pelayan memberitahu nya, bahwa pangeran untuk segera bertemu dengan kapten erland di ruang tamu.
lion mengangguk dan meminta pelayan itu kembali, ia akan bersiap-siap terlebih dahulu setelah itu ia akan ke sana, pelayan itu mengangguk dengan hormat pergi meninggalkan pangeran.
dalam perjalanan ke kemar nya, lion memikirkan sesuatu yang akan di rencana kan oleh kapten erland, lion pun harus mewaspadai nya.
ruang tamu mansion.
:" apakah kamu yakin " tanya wolf.
erland mengangguk :" aku sangat yakin, tenang saja kejadian sebelum nya tidak akan terjadi "ucap nya percaya diri.
mendengar obrolan mereka, Hanna menghiraukan nya, ia sudah merasa tenang jika lion baik-baik saja, ia hanya menantikan perkembangan lion di bawah bimbingan erland,
:' hal menarik apa yang akan terjadi ' pikiran Hanna tersenyum.
di tengah-tengah obrolan mereka, lion telah tiba di ruangan tersebut, mereka pun bangun mempersilahkan pangeran untuk duduk.
tanpa banyak bicara lion duduk , :" kemanakah kita akan pergi kapten " tanya pangeran.
kapten erland tersenyum :" kau akan tau, kuharap pangeran sudah mempersiapkan semua nya " jawabnya.
lion menatap tajam ke arah kapten. ia menghela napas :" baiklah " ucap nya tak berdaya, ia masih tak mengerti tentang rencana kapten.
sebelum mereka berangkat, angel dan lain nya ikut dengan mereka, kapten pun mengizinkan nya dan mereka pun berangkat.
di depan mansion sudah di siapkan 2 kereta kuda, lion,erland dan Hanna mereka menaiki kereta kuda bersama, sedangkan yang lain mereka memasuki kereta kuda yang kedua.
setelah semua nya menaiki kereta kuda, kusir pun menjalankannya, mereka pergi ke kamp prajurit.
tak butuh waktu lama mereka pun sampai di sana,
prajurit dan ksatria sedang melakukan pelatihan bersama, mereka saling belajar satu sama lain, begitu mereka melihat kapten, mereka semua memberhentikan latihan mereka dan memberi hormat kepada sang kapten.
:" RAUL " teriak salah seorang prajurit melambaikan tangan nya.
raul yang berada di belakang pangeran membalas lambaian nya.
:" apakah itu kenalan mu " tanya lion padanya.
raul mengangguk :" ya. kami berkenalan ketika pertandingan sebelum nya " jawabnya.
:" pertandingan? " ucap lion berbalik melihat ke arah kapten.
kapten mengabaikan tatapan pangeran, dan meminta raul agar ikut berbaris dengan yang lain.
raul mengangguk memberi hormat kepada kapten dan berlari ke arah pasukan.
:" siapakah yang bersama kapten " tanya Pras.
:" itu adalah pangeran kedua " jawab nya polos
:"APA" teriak Pras terkejut.
mendengar ucapan raul, semua pasukan mulai berbisik satu sama lain, sebagian dari mereka mengetahui dan sebagian tidak.
:" eeekkkhhhmm" batuk kapten menghentikan obrolan mereka :" baiklah, seseorang yang berada di samping saya ini adalah pangeran kedua dari kerjaan ini, mulai sekarang ia akan berlatih bersama kalian " lanjut kapten memperkenalkan nya.
melihat sesosok pangeran di hadapan mereka, semua pasukan memberi hormat kepadanya.
dengan cepat pemuda itu berlari ke arah kapten dan memberinya hormat.
:" apakah.kau masih ingin menjadi bawahan ku? " tanya kapten.
:" YA. kapten " teriak pemuda itu dengan penuh semangat.
kapten mengangguk dan melihat ke arah pangeran, :" lion kau akan latih tanding dengannya, ku harap kau bisa mengeluarkan semua potensi mu di sini " ucap kapten.
mendengar perkataan kapten, pemuda itu terkejut, ia tak menyangka untuk menjadi bawahannya saja harus melawan seorang pangeran, ia tak ingin menyakiti nya . tapi sebelum ia menolak pertandingan ini, sebuah suara terdengar di telinga nya.
:" mohon bimbingan senior " ucap pangeran tulus.
pemuda itu melihat ketulusan pangeran, ia tak berdaya dan mengangguk :" ya " jawab nya.
melihat wajah pemuda di hadapan nya, lion sudah menduga, bahwa pemuda itu sudah di jebak oleh rencana kapten, lion hanya tersenyum saja.
:" apakah kita bisa mulai " tanya lion.
tanpa sadar kapten erland mengangguk :" ya, mulailah " jawab nya,
lion dan pemuda tersebut pergi ke tengah arena, semua penonton meneriakkan nama pangeran baik dari prajurit maupun ksatria mereka mendukung pangeran.
melihat kepopuleran pangeran, membuat pemuda itu tak memiliki kepercayaan dalam pertandingan melawan nya, ia ingin segera mengundurkan diri dan menolak menjadi bawahan kapten.
mendengar kemeriahan pertandingan ini, kapten erland kembali sadar, ia melihat pangeran dengan pemuda sebelum nya berada di tengah arena.
saat ini kepala prajurit kota menghampiri nya :" apakah kita bisa mulai kapten " tanya nya.
:" tunggu sebentar " jawab kapten.
kapten pun pergi ke tengah arena, melihat kapten ke arah nya, pemuda itu sangat senang ia akan segera mengundurkan diri dan meminta kapten mencari yang lain untuk melawan pangeran.
setiba nya kapten di sana, pemuda itu langsung menghampiri nya dan berkata :" kapten, saya ingin mengundurkan diri bisakah anda mengganti saya " ucap nya buru-buru.
kapten mengabaikan perkataan pemuda itu, ia bertanya kepada pangeran :" pangeran, apakah anda membawa pedang anda " tanya kapten.
lion menggelengkan kepala nya dan menjawab :" tidak " ucap nya polos.
tanpa banyak bicara lagi, kapten memberikan sebuah pedang kepada pangeran, lion pun menerima nya, pedang itu sangat kecil tapi sangat kuat, lion tersenyum seperti nya ia menyukai pedang ini.
melihat pangeran senang akan pedang nya, kapten erland dengan hormat berbalik pergi.
ia tak lupa menjawab pertanyaan pemuda sebelum nya :" apakah kau seorang pria ? mengapa kau begitu lemah? " ucap kapten melanjutkan jalan nya.
pemuda itu terdiam, ia sampai lupa akan tekad nya, :" apa karena ia pangeran aku harus menjadi pecundang? " gumam pemuda itu.
ia pun berbalik dan kembali ke tempat nya, melihat pangeran di hadapan nya dan teriakan mendukung pangeran, membuat ia semakin membulatkan tekad nya.
kapten erland kembali ke pinggir arena, sebuah suara menanyakan nya :" apa kau tidak menemukan nya " udah hanna di belakang kapten.
kapten menggelengkan kepalanya :" tidak, mungkin itu adalah kemauan nya, lebih baik kita harus memperhatikan nya " jawab kapten.
hanna tak melanjutkan obrolan nya, ia hanya mengangguk dan melihat ke arah pangeran yang berada di tengah arena.
kapten memberi instruksi kepada kepala prajurit agar segera di mulai pertandingan nya,
kepala prajurit itu mengangguk, ia langsung berlari ke tengah arena.
sebelum di mulai nya pertandingan masing-masing saling memperkenalkan satu sama lain, ketika lion memperkenalkan dirinya sebuah sorakan mendukung nya.
setelah lion memperkenalkan dirinya, pemuda itu memperkenalkan nya nama ku paff aku seorang prajurit tingkat pemula mohon bimbingan nya,
selesai memperkenalkan diri nya,
kepala prajurit mulai memberi isyarat kepada mereka bahwa pertandingan di MULAI.