
dalam perjalanan menuju wilayah perbatasan di arah timur , adelion melihat-lihat di sekeliling nya, ia terpesona akan keindahan kota tersebut, kota itu memiliki infrastruktur yang kuno .tapi begitu menarik, sangat indah di pandang.sangat berbeda di dunia sebelum nya.
Selama ini ia selalu di dalam istana,tidak pernah keluar, karena ia masih takut akan kematian nya dan ia ingin menikmati sebagai anak seorang raja, yang hidup mewah, tidak pernah kekurangan apa pun yang ia inginkan.
pintu gerbang kerajaan sudah mulai terlihat, dan sang kapten memberitahu pangeran:"pangeran setelah kita keluar dari sini, kita akan menuju ke arah timur, kita harus melewati 3 desa untuk sampai ke kota lauchen "ucapnya
:" baik kapten "ucap adelion mematuhi
setelah mereka keluar kapten memberi perintah kepada bawahan nya, untuk bersiaga dan membuat formasi untuk melindungi kereta kuda pangeran.
awal nya prajurit hanya membuat sebuah barisan di belakang kereta kudanya, setelah mendengar perintah sang kapten , semua prajurit mengubah posisi barisan nya, untuk tingkat menengah sangat dekat dengan posisi kereta berada, untuk tingkat pemula ia berada di luar barisan tingkat menengah, dan kapten sendri ia berada di depan kusir , ia yang memimpin jalan.
jika dalam bahaya sang kapten dengan mudah bertindak. saat ini sudah memasuki sebuah hutan yang cukup besar, berbeda dengan hutan yang di belakang istana kerajaan. tempat adelion berlatih
hutan ini termasuk dalam 4 hutan terbesar dan paling berbahaya hutan ini adalah hutan tod orang-orang menyebut nya hutan kematian.
tapi berbeda bagi para petualang, hutan ini seperti harta karun, terdapat banyak monster dan labirin jika mereka bisa mengatasi nya mereka bisa menjual material yang mereka dapatkan.
ketika aku memasuki hutan ini , sebuah aura yang mengerikan memancarkan ke seluruh tubuhku, aura itu seperti aura kematian dan penindasan, mungkin ini pertama kali nya bagi ku. aku melihat prajurit yang berada di luar, mereka seperti biasa aja, tidak ada hal yang mengerikan bagi mereka.
menyusuri ke pedalaman hutan , sebuah suara tiba-tiba memberi perintah " semua bersiap untuk bertempur "teriak sang kapten.
semua prajurit tingkat pemula mereka bersiap dengan posisi tempur mereka sedangkan tingkat menengah mereka bersiap dengan posisi bertahan.
sebuah auman yang begitu keras terdengar di telinga mereka semua, aku pun mengeluarkan kepala ku di jendela kereta untuk melihat suara apa yang begitu keras , ketika aku melihat sebuah monster yang begitu besar, monster itu memiliki sebuah tanduk di kepalanya, cakar di kaki nya begitu sangat tajam, warna bulu berwarna keabu-abuan.
aku menduga itu adalah serigala, tapi mengapa ia mempunyai sebuah tanduk, sebuah suara perintah terdengar kembali :"semua prajurit dengarkan perintah saya, untuk tingkat pemula serang horned wolf bersama saya, sedangkan tingkat menengah jaga pangeran, pastikan ia baik-baik saja" teriaknya
setelah memberi perintah sang kapten bersama para prajurit maju untuk mengalahkan horned wolf, banyak nya prajurit membuat horned wolf kewalahan, bahkan dari banyak nya prajurit ada beberapa yang menggunakan sihir api dan angin untuk menyerang nya.
sehingga monster tersebut harus menahan rasa sakit dari serangan sihir. dalam situasi hidup dan mati monster itu sangat marah ia mengeluarkan sihir angin yang begitu dashyat.
sehingga sang kapten memberi perintah agar membuat sihir pertahanan, sebagian prajurit yang memiliki sihir bumi merapalkan sihir nya .
mereka semua mengucapkan sihir tanah GROUND BARRIER.
sebuah penghalang dari tanah menutupi mereka semua dan di sisi ku, prajurit tingkat menengah membuat penghalang dari sihir angin.
aku tidak tahu sekuat apa monster horned wolf mengeluarkan sihir nya , yang membuat semua prajurit harus menggunakan sihir pertahanan, karena aku tidak ingin mati terlalu cepat , aku membuat sihir pertahanan untuk diri ku sendiri.
saat ini monster horned wolf sudah mengumpulkan sihir nya, sebuah sihir begitu besar dan monster itu mengarahkan sihir nya kepada pasukan Ksatria,
melihat sihir tersebut yang mengarah kepada ku, aku pun memperkuat sihir pertahanan dari sihir cahaya, aku melihat sihir itu mencabik-cabik pepohonan di sekitar ku.
setelah sihir itu menghilang kapten bergegas keluar dari penghalang dan mengeluarkan teknik berpedang nya sebuah teknik yang bernama SWORD DANCE. sebuah tarian pedang yang mengarah ke monster horned wolf,
dengan teknik yang di keluarkan kapten monster itu tercabik-cabik di seluruh tubuhnya, hingga monster itu tewas di tangan sang kapten.
kapten memerintah kan prajurit nya agar ambil yang di butuhkan oleh prajurit selama dalam perjalanan, setelah memerintahkan prajurit. sang kapten menghampiri ku,:"pangeran apakah anda baik-baik saja " ucap sang kapten
:"ya.aku baik-baik saja , kapten tadi teknik berpedang mu sangat bagus sekali, bisakan anda mengajari ku "ucap pangeran kedua kagum
:" aku akan mengajari mu ketika kita sudah sampai di perbatasan "ucap sang kapten.
saat ini seorang prajurit melaporkan bahwa mereka sudah mengambil jarahan di monster tersebut, sang kapten menganggukkan kepalanya dan memerintah semua prajurit agar melanjutkan perjalanan nya.
selama perjalanan di hutan tod, semua prajurit mengalahkan berbagai monster, tapi semua monster yang mereka kalahkan tidak sekuat monster horned wolf, hari pun sudah mulai petang, semua prajurit memutuskan untuk beristirahat sejenak,
pangeran di beri tenda yang lumayan bagus dari prajurit lain nya, mereka membuat api unggun untuk menyinari malam yang sangat gelap di hutan.
pertama kali nya adelion , bermalam di hutan,melihat prajurit bersenang-senang mengelilingi api unggun, membuat adelion bernostalgia di kehidupan sebelum nya.
saat itu. ketika ingin pergi ke medan selanjutnya ia bermalam di hutan bersama sahabat nya,dengan rekan-rekan seperjuangannya, mereka bertukar cerita, dan saling tertawa bersama.
tanpa sadar adelion meneteskan air matanya, melihat itu kapten menghampiri nya, kapten mengira bahwa pangeran ketakutan dalam perjalanan ini karena banyak nya monster ya mereka hadapi,
kapten menenangkan pangeran yang sedang bersedih :" tenanglah pangeran esok pagi kita akan keluar dari hutan ini "ucapnya
adelion buru-buru menghapus air mata nya :" ya. saya tidak apa-apa kapten, saya menangis karena saya melihat para prajurit begitu bahagia padahal masih banyak monster di dalam hutan ini "
:"ya.itu sudah wajar bagi mereka, jika mereka memikirkan semua monster , itu akan menggangu mental mereka, sehingga mereka tidak akan bisa bertarung dengan baik "jelas sang kapten
adelion menganggukkan kepala nya, dan memakan makanan yang di siapkan oleh sang kapten, setelah makan ia sudah merasa cukup kenyang, ia meminta izin kepada kapten bahwa ia akan beristirahat terlebih dahulu.
kapten mempersilahkan nya dan memberi perintah kepada tingkat menengah agar menjaga pangeran.
#next bab 15