Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
rencana yang gagal



dalam perjalanan kembali ke ibu kota lion dan brand saling bertukar cerita satu sama lain, canda tawa mereka memenuhi rasa persaudaraan yang setelah sekian lama tak berjumpa satu sama lain.


:" lion setelah kau kembali ke ibu kota, apa kau akan masuk ke dalam akademi? " tanya sang kakak.


lion mengangguk :" ya, kak aku ingin satu akademi dengan kakak, jadi mohon bantuannya " jawab lion tersenyum.


di tengah-tengah asik nya mereka mengobrol, kapten erland memotong obrolan nya :" maaf, yang mulia apa kita akan singgah terlebih dahulu di desa atau kita akan melanjutkan perjalanan " tanya erland dengan sopan.


:"kapten kita akan melanjutkan perjalanan , jadi tak perlu singgah terlebih dahulu " jawab pangeran pertama.


:" baiklah, di mengerti " ucap kapten dengan hormat.


setelah menanyakan hal tersebut, sang kapten memerintahkan bawahan nya agar terus melanjutkan perjalanan.


hari sudah mulai larut, saat ini mereka sudah sampai di pintu masuk hutan tod, lalu sang pangeran pertama membuka jendela kereta dan berkata :" kapten, kita beristirahat terlebih dahulu di sini, besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan " ucap brand.


:"siap, yang mulia " ucap kapten dengan hormat.


:" PASUKAN BERHENTI, KITA AKAN BERISTIRAHAT DISINI " teriak kapten pada pasukan nya.


setelah mengatakan itu semua pasukan berhenti dan mulai membangun tenda, kedua pangeran itu keluar dari kereta kuda nya dan melihat beberapa pasukan sedang membangun tenda nya.


lion memandang sang kakak di sebelah nya, ia merasa aneh tidak biasa nya kakak seperti ini, brand yang merasakan sang adik sedang menatap nya, ia berbalik dan melihat adik nya :" ada apa? " tanya sang kakak.


lion menggelengkan kepalanya :" tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa aneh tidak seperti kakak sebelum nya " jawab lion polos.


:" hhhmmm begitu ya, baiklah sebelum kakak datang ke kota, kakak mendapatkan serangan dari monster, monster itu sangat pandai menyelinap sehingga banyak pasukan yang mati akibat serangan nya, oleh karena itu kakak tidak ingin hal itu terjadi, apalagi pasukan yang kita bawa belum sepenuh nya pulih maka dari itu sebisa mungkin harus menghindari pertempuran " jelas sang kakak.


lion mengangguk mengerti, ia sendiri pernah mengalami nya dan mengingat kembali sebelum ia datang ke kota, ia juga bertemu dengan monster yang kuat, tapi kapten erland berhasil mengatasi nya, maka dari itu tidak banyak pasukan yang mati akibat serangan monster.


setelah obrolan singkat mereka, tenda mereka pun sudah selesai di bangun, brand dan lion langsung masuk ke dalam tenda, meskipun hari ini mereka tak melakukan apa pun, kedua pangeran itu langsung beristirahat.


keesokan pagi


hari begitu cerah, kedua pangeran bangun dari tidur nya, mereka tidur sangat nyenyak tidak ada gangguan apa pun hanya ada suara binatang malam yang menemani mereka.


melihat kedua pangeran sudah bangun, kapten erland menghampiri mereka dan memberi nya sarapan, menu sarapan pagi ini hanya beberapa irisan daging, roti dan sup saja sangat berbeda ketika lion berada di mansion.


brand yang sudah melakukan banyak tugas dari sang ayah dan sering berpergian tak mempermasalahkan nya, tapi, bagi lion yang sudah lama tinggal di kota dan baru kali ini melakukan perjalanan ia harus membiasakan dirinya.


melihat ekspresi adik nya, ia memberikan irisan daging nya :" makanlah " ucap sang kakak.


:" tapi, kak ini kan jatah kakak, aku tidak ingin menerima nya " ucap lion menolak daging tersebut.


brand tersenyum menggelengkan kepala nya dan berkata :" tidak apa-apa , makan lah " ucap sang kakak lembut.


melihat ketulusan sang kakak, lion menerima nya :" baiklah " .


setelah itu mereka pun makan bersama, selesai makan para prajurit merapihkan tenda mereka dan mulai melanjutkan perjalanan.


terdapat sebuah rumah yang sudah lama di tinggali, di dalam rumah tersebut beberapa orang sedang berkumpul , terdapat 4 sosok yang sedang merencanakan sesuatu.


:" perang di perbatasan berhasil di menangkan oleh kerajaan ini, maka misi kali ini gagal total " ucap sosok berambut perak.


:"lalu bagaimana untuk rencana selanjutnya " tanya sosok berbadan kekar.


:" ku dengar raja memiliki seorang putri yang baru lahir, bagaimana kita coba membunuh nya " ucap sosok bertopeng.


:" apa kau bodoh, di istana ada seorang yang berbahaya, kita tidak boleh gegabah, jika tidak rencana ini akan gagal kembali " ucap sosok berambut coklat.


:"SEMUA NYA DIAM " teriak sosok berambut perak.


:" aku punya rencana, aku menjamin rencana ini akan berhasil, tapi, aku membutuhkan kalian semua agar rencana ini sukses "lanjut sosok berambut perak.


setelah mendengar perkataan itu mereka pun mengangguk setuju dan mendengarkan rencana tersebut.


istana kerajaan lux.


:" sayang, apakah mereka masih belum tiba? " tanya sang ratu.


sang raja menggelengkan kepala nya :" masih belum ada kabar mengenai mereka, tenanglah sayang mereka baik-baik saja " jawab sang raja halus.


sang ratu mengangguk dan memandang ke arah jendela.


hutan tod.


kedua pangeran berserta pasukan sudah mulai memasuki hutan, kali ini mereka berjalan lebih cepat , karena akan sangat bahaya jika mereka sampai bermalam di hutan kembali.


hari sudah mulai terik banyak pasukan sudah kelelahan, lion yang melihat nya tak tega dan mencoba membujuk sang kakak agar beristirahat terlebih dahulu.


tapi, sang kakak masih keras kepala ia ingin segera sampai di pintu keluar hutan sebelum matahari terbenam, melihat sikap kakak nya seperti itu, membuat lion mengambil keputusan nya sendiri.


ia melihat di kejauhan terdapat aliran sungai dan berteriak kepada sang kapten :" kapten, di ujung sana ada sungai, bawa pasukan ke sana untuk beristirahat "


:"SIAP, YANG MULIA " ucap kapten erland dengan hormat, setelah itu sang kapten membawa beberapa pasukan agar terlebih dahulu sampai di sana, untuk memeriksa keadaan sekitar.


melihat adik nya yang membuat keputusan nya sendiri membuat sang kakak marah :" apa kau gila adik, ini hutan yang sangat berbahaya jika ada monster yang menyerang bagaimana " teriak sng kakak.


:" kak, kita tidak tahu apa yang terjadi di depan sana, jika prajurit kelelahan seperti ini bagaimana kita akan melawan monster tersebut " ucap lion membela dirinya.


mendengar perkataan nya, brand memalingkan wajah nya :" terserah kau, jika sesuatu terjadi pada mu , kakak tidak akan melindungi mu " ucap brand acuh tak acuh.


melihat kakak nya begitu keras kepala lion hanya menggelengkan kepalanya saja, dan melihat ke luar melalui jendela kereta kuda, saat ini mereka sudah hampir tiba di dekat sungai.


kapten erland dan beberapa prajurit yang sudah tiba di sana mulai menyalakan api untuk memasak, melihat itu lion merasa lega bahwa tidak ada monster di sana.