Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
THUNDER RAIN SWORD TECHNIQUE



medan pertempuran.


bala bantuan pasukan kerajaan trim sudah mulai berdatangan, bukan hanya dari Tim penyergap bahkan ibukota mengirim pasukannya ke medan tempur.


melihat ini erland yang sebagai pemimpin tertinggi sangat bingung, karena jumlah pasukan musuh bertambah sedangkan pasukan nya sangat terbatas.


ia memikirkan cara agar bisa mempertahankan kota ini, tapi semua rencana yang ia susun sudah di gunakan dan di ketahui oleh pihak musuh.


:"erland, bagaimana ini jumlah musuh semakin bertambah banyak " tanya wolf buru-buru.


erland yang sedang dalam kebingungan hanya bisa menundukkan Kepalanya saja, ia sendiri tidak tahu cara melawan jumlah sebanyak itu.


di sisi beteng kota, semua prajurit sangat sibuk menahan gempuran dari pihak musuh, banyak dari mereka yang terluka dan mati, bahkan ada beberapa prajurit yang ingin lari.


tapi, mereka di tahan oleh ketua kelompok mereka, paff yang berada di sisi timur benteng melawan musuh yang tak ada habis-habis nya, begitu pun raul bahkan ia sudah terluka cukup parah.


bawahan nya ingin membawa nya segera mundur tapi raul menolak nya, ia berhutang budi pada pangeran yang telah menyelamatkan nya, oleh karena itu ia akan menjaga kota ini sampai titik darah penghabisan.


melihat perjuangan ketua, rasa semangat membara dalam diri mereka, mereka pun ikut melanjutkan pertempuran bersama ketua.


di sisi lawan, sang jendral yang melihat jumlah pasukan nya ia tertawa terbahak-bahak, :" hahhahaha, dengan jumlah pasukan ini kota lachen bisa di taklukan, bukan hanya kota bahkan kedua pangeran harus mati di tangan ku " ucap jendral bahagia.


:" selamat jendral, dengan kemenangan ini kau akan naik pangkat " ucap asisten memuji.


:"hahahah, kau benar corp " ucap sang jendral.


di tengah-tengah obrolan mereka seorang prajurit menghampiri sang jendral.


:"LAPORRR, siap jendral, semua pasukan sudah bersiap, mohon beri perintah " ucap prajurit hormat.


mendengar laporan bawahan nya sang jendral masih tidak lepas dari rasa bahagia nya, :"baiklah, sampaikan perintahkan ku, serang dengan kekuatan penuh " perintah jendral.


:"SIAP JENDRAL " teriak prajurit hormat.


prajurit itu pun berlari menuju pasukan nya dan menyampaikan perintah yang di beri oleh sang jendral.


mendengar perintah tersebut kapten pasukan langsung memberi perintah ke bawahan nya agar langsung menyerang.


saat ini lion bersama dengan yang lain sudah hampir tiba di kota, mereka sudah mendengar banyak nya suara-suara dari kejauhan, sebelum sampai di sana brand memerintahkan pasukan nya agar berhenti.


ia merencanakan agar mereka melakukan serangan kejutan, kemudian brand menjelaskan secara detail soal rencana nya, mendengar itu semua orang mengerti.


:" kak, kenapa aku tidak ikut ke tim manapun ? " tanya lion.


brand menghampiri adik nya ia mengerti akan perasaan nya :" adik, kau adalah kunci utama kami, serangan sebelum nya membuat musuh sangat ketakutan dan trauma, jika kau muncul terlebih dahulu kau akan di incar terlebih dahulu, oleh karena itu aku menyiapkan mu di akhir" jelas brand memenangkan adik nya.


lion mengangguk mengerti, setelah semua rencana telah di bagi rata, mereka semua pun pergi sesuai rencana, lion mengikuti kakaknya bersama Hanna, bach dengan setengah pasukan melakukan penyergapan dan sisa nya menyerang secara langsung yang di pimpin oleh ketua Tim buss.


setelah itu mereka pun berpencar, di sisi buss mereka melanjutkan perjalanan menuju kota, sedangkan Bach mereka ke arah timur untuk melakukan serangan kejutan, ketika mereka semua sudah melancarkan serangan.


sisa brand dan yang lain yang melakukan serangan terakhir nya.


kota lachen.


tembok kota sudah setengah hancur, banyak pasukan musuh sudah memasuki kota, prajurit, ksatria dan petualang mencoba menahan mereka dengan segala cara, agar mereka tak masuk lebih dalam.


:" SEMUA NYA BERTAHANLAH, BALA BANTUAN AKAN SEGERA TIBA " teriak erland menyemangati mereka.


mendengar itu semua prajurit kembali ber semangat, mereka terus berjuang melawan musuh di hadapan mereka.


raul , paff dan sang adik mereka berkumpul menjadi satu mereka di kelilingi oleh musuh-musuh nya, :" hei, apakah kalian masih mempunyai tenaga " tanya paff.


:"hah, hah, hah, ya aku masih memiliki sedikit tenaga " jawab raul.


:" hhhmm seperti nya ini akhir, aku senang berkenalan dengan kalian " ucap sang adik.


:"ya, kurasa begitu, aku juga belum bisa membalas hutang ku pada pangeran, tapi aku tidak boleh mati " ucap paff.


:" hahaha, baiklah kalau begitu, bisakah kalian menjaga ku " ucap raul menghibur.


:" apa yang ingin kau lakukan? " tanya paff.


:" aku mendapatkan teknik baru dari pangeran, mungkin ini sangat beresiko jadi aku meminta kalian agar menjaga ku " jawab raul serius.


melihat musuh yang begitu banyak raul mengingat kembali apa yang lion ajarkan pada nya.


sebelum nya di mansion raul yang bertugas menjaga kamar pangeran di minta masuk ke dalam :" hei, raul apakah tingkat berpedang mu sudah meningkat? " tanya pangeran.


raul mengangguk :" kurasa begitu, meskipun tingkat mu belum naik tapi cara berpedang ku sudah meningkat "jawab raul.


lion mengangguk, :" baiklah, aku punya teknik yang cocok untuk mu yang bisa naik ke tingkat selanjut nya, tapi sangat beresiko pada tubuh mu, apakah kau siap? " tanya lion kembali.


raul terdiam sejenak ia ragu-ragu, pada akhir nya ia pun setuju, setelah itu lion memberi kan teknik pada raul, bagi nya teknik itu sangat dasar tapi berbeda bagi raul teknik itu adalah teknik tingkat atas.


mendengar teknik itu raul awal nya ingin menolak, tapi ia teringat akan kakaknya ia pun setuju, setelah mendapatkan teknik tersebut ketika ia mendapatkan waktu luang ia akan berlatih sendiri.


medan pertempuran.


:" kurasa ini waktu yang tepat untuk mencoba teknik itu , pangeran " gumam nya.


ia pun memfokuskan dirinya dan mengalirkan mana sihir nya ke dalam pedang sampai habis, sebuah aliran listrik mengalir pada pedang nya, setelah itu ia melancarkan serangan nya.


' THUNDER RAIN SWORD TECHNIQUE ' teriak raul


sekita langit menjadi gelap sambaran petir di mana-mana dan menghujani pasukan musuh yang berada di sekitar nya ,


melihat kejadian ini kakak beradik itu di buat terkejut, bahkan erland berserta petinggi yang lain hanya bisa melihat dengan mata terbelalak.


:" apakah itu pangeran kedua? " tanya wolf.


erland menggelengkan kepala :" tidak, pangeran tidak memliki sihir petir " jawab erland.


:" lalu siapakah yang mengeluarkan sihir itu? " tanya petinggi berbadan besar.


di sisi lain sang jendral baru saja tiba di depan kota, ia di buat terkejut akan kekuatan sihir tersebut.


setelah mengeluarkan teknik barusan raul seketika pingsan paff dan adik nya langsung membawa nya ke tenda medis.