
adelion sudah sampai di halaman kerajaan tetapi ia tidak menemukan kapten erland di sana, ia akan beristirahat terlebih dahulu di bawah pohon yang cukup besar
setelah cukup lama, kapten erland datang dan menghampiri nya :"pangeran mengapa Anda bermalas-malasan seperti ini" ucap nya dengan nada yang tinggi
:"eh, bukan begitu kapten, saya disini untuk menunggu anda "ucap adelion polos
melihat wajah polos nya,kapten tak bisa memarahinya lagi :"tanpa saya, anda bisa berlatih seperti kemarin "ucap nya
:"kemarin, berarti saya harus berlari mengelilingi halaman kembali:"ucap adelion dengan nada tak berdaya
kapten erland tak mau kalah :" bukankah anda kemarin masih kurang dalam berlari, pangeran berlari hanya 49 , mengapa Anda tidak melanjutkan nya, sekarang pangeran berlari kembali 50 kali putaran dengan membawa pedang "
:"hah kapten, apakah anda tidak bisa mengurangi nya, dengan tubuhku saja , aku tak sanggup berlari sebanyak itu, dan sekarang anda memerintah saya berlari dengan membawa pedang, bukan kah itu berlebihan "ucap adelion terkejut.
dengan santai kapten erland menjawab :"apakah pangeran kedua, cukup menikmati istirahat anda sebelum saya tiba "
dengan wajah polos nya adelion menjawab :"ya saya sangat menikmati nya tidak seperti sebelumnya "
:"maka lari lah, dan ini kau bawa pedang nya " teriak sang kapten dan memberikan pedang yang seberat 5 kg
setelah mendengar perintah kapten, pangeran kedua bergegas berlari mengelilingi halaman kerajaan dengan sebuah pedang di pinggang nya
hanya satu putaran saja, pangeran berlari mengelilingi halaman kerajaan sudah membuat nya lelah,dengan keadaan pedang di pinggang nya,ia merubah posisi pedang yang sebelumnya berada di pinggang sekarang ia akan membawa dengan keadaan kedua tangan
adelion melanjutkan berlari nya, ia merasa seperti ini jauh lebih baik dari sebelumnya nya,
melihat Pangeran seperti itu, kapten merasa bangga, ia memiliki pemikiran sendiri
adelion masih sangat kecil, sangat sulit mempunyai pemikiran untuk kedepannya, ia selalu hidup enak dan nyaman di dalam kerajaan, tanpa mengalami rasa takut dan bahaya yang akan menimpa nya
kemarin,setelah pelatihan
setelah pelatihan kapten pergi untuk menemui yang mulia raja untuk melaporkan hasil latihan pangeran kedua
kapten erland menemui yang mulia raja yang berada di aula kerajaan, ia memberi hormat :" saya ingin melaporkan hasil latihan pangeran kedua , dari hasil latihan saya melihat bahwa pangeran kedua memang memiliki semangat yang luar biasa, tapi melihat sikap dan mental pangeran kedua sepeti nya ia harus di latih lebih keras lagi "jelas sang kapten
:"begitu ya, apakah kamu memiliki cara nya, untuk melatih mental pangeran "tanya yang mulia raja
kapten erland menjawab :"saya mempunyai cara untuk melatih mental pangeran "
yang mulia raja :"baik lah, kalau begitu saya serahkan pangeran kedua , berlatih di bawah bimbingan mu "
:"terimakasih atas kepercayaan nya yang mulia, tapi saya tidak ingin di salahkan atas pelatihan saya kedepannya kepada pangeran kedua,oleh karena itu saya meminta izin agar pangeran di latih di kamp Ksatria "ucap sang kapten dengan hormat
:"kamp Ksatria? "ucap yang mulia raja terkejut
:"benar yang mulia, di sana banyak prajurit pemula, agar pangeran kedua cepat beradaptasi dengan dunia luar, maka pangeran kedua harus belajar banyak di sana "jelas sang kapten.
yang mulia raja mengangguk "baiklah saya mengizinkan .tapi untuk beberapa hari ini .biarkan pangeran berlatih di istana kerajaan, saya melihat pangeran kedua memiliki peningkatan dalam ilmu sihir nya "
:"baiklah, Terima kasih yang mulia sudah mengizinkan nya, maka saya undur diri terlebih dahulu "ucap sang kapten dengan hormat.
halaman kerajaan
kapten erland masih memperhatikan pangeran kedua yang masih berlari di halaman kerajaan,
melihat ke arah suara yang di samping nya ternyata itu adalah guru zeila yang melatih sihir pangeran kedua.
kapten menjawab :"ya.tapi yang mulia raja meminta saya agar mengajari nya di istana terlebih dahulu karena pangeran sudah berkembang dalam sihir nya "jelasnya
:"memang benar pangeran sudah berkembang akan semua sihir nya, tapi tidak dengan sihir kegelapan nya "ucap guru zeila.
mendengar itu kapten terkejut " mengapa kau tidak mengajari nya "
:"belum saat nya ia mempelajari sihir kegelapan. karena pangeran kedua masih sangat lemah "jelas guru zeila
:"begitu, maka saya akan melatih nya lebih keras lagi"tegas sang kapten.
melihat sang kapten,guru zeila tersenyum kecil :"terima kasih kapten.tapi ada 1 permintaan untuk mu kapten "
:"apa itu, katakan lah saya akan memenuhinya "ucap sang kapten dengan percaya diri
:"ketika kamu membawa pangeran kedua ke kamp Ksatria jangan pernah memberi tahu soal sihir kegelapan pangeran kedua kepada siapa pun di kamp tersebut, dan jangan sampai pangeran kedua menggunakan nya, jadi kapten kamu harus lebih memperhatikan nya "jelas guru zeila
mendengar permintaan tersebut,kapten tak bisa menolak nya :"baiklah serahkan saja pada ku "
mendengar itu guru zeila berbalik dan pergi meninggalkan kapten erland seorang diri ,
melihat guru zeila sudah pergi, membuat kapten penasaran mengapa guru zeila tiba-tiba berkata seperti itu
kapten erland tidak ingin memikirkan lebih jauh lagi, saat ini ia hanya ingin melatih pangeran kedua, yang masih berlari di halaman kerajaan
setelah mengobrol dengan kapten erland dan meminta ia merahasiakan soal sihir kegelapan pangeran kedua suasana hati guru zeila merasa lebih membaik
ia berjalan di Koridor kerajaan, saat ini ia berencana akan menemui yang mulia raja, ia ingin melaporkan hasil latihan pangeran kedua
setelah tiba di pintu masuk aula kerajaan, ia meminta penjaga agar menemui yang mulia raja, dan penjaga membukakan pintu nya, mempersilahkan guru zeila masuk untuk bertemu yang mulia raja
ketika sudah berhadapan dengan yang mulia raja :"saya ingin melaporkan hasil latihan pangeran kedua , saat ini pangeran kedua sudah berkembang pesat. saya mohon izin untuk mengundurkan diri saya sebagai guru sihir nya "ucap guru zeila dengan hormat
mendengar bahwa guru zeila ingin mengundurkan diri yang mulia raja beserta para petinggi terkejut:" mengapa Anda ingin mengundurkan diri secepat ini "ucap yang mulia raja
:" maaf yang mulia. atas kejadian sebelumnya saya merasa, tak pantas menjadi guru nya, oleh karena itu saya mohon yang mulia tidak menahan saya "ucap guru zeila tak berdaya
atas kejadian sebelum nya yang mulia sangat marah, tetapi dengan bujukan istri nya, ia menahan amarah tersebut.
melihat pengakuan guru zeila atas kesalahannya. yang mulia raja tidak bisa menahannya :" baiklah saya akan mengizinkan mu, sebagai imbalan karena kamu sudah mengajari pangeran kedua. apa yang kamu ingin kan "
guru zeila "Terima kasih atas kebaikan yang mulia, saya hanya ingin pembekalan untuk perjalanan saya "
yang mulia raja memanggil pelayan agar menyiapkan barang-barang yang di butuhkan guru zeila dan memberikan nya 30 koin emas sebagai biaya atas pengajaran nya
guru zeila berkata:"Terima kasih yang mulia, atas kebaikan anda , saya undur diri terlebih dahulu "
pelayan membawakan barang-barang yang di butuhkan guru zeila dan mempersiapkan semua barang bawaan nya , guru zeila pergi meninggalkan istana kerajaan, ia meninggal sepucuk surat untuk pangeran kedua
#next bab 8