
istana kerajaan lux.
setelah interogasi kemarin oleh ayah nya, saat ini perasaan lion sudah mulai membaik dan ia mulai membantu pekerjaan kakak nya di istana, meskipun ia tak ingin menjadi raja, tapi ia harus belajar tentang kebangsawanan atas perintah ibunya.
:"kak, apalagi yang harus ku bantu? " tanya lion.
brand menggelengkan kepalanya, :" tidak ada, kau boleh istirahat terlebih dahulu " jawab brand.
lion mengangguk :" baiklah, kalau begitu aku pergi dulu kak " ucap lion melambaikan tangan padanya.
melihat kepergian adik nya, brand mengingat kejadian perang di wilayah perbatasan, :" mengapa ia tak ingin menjadi raja atau pahlawan, padahal kekuatan nya jauh lebih kuat dari ku " gumam brand.
di sisi lain, lion tampak gugup karena malam ini adalah pesta penyambutan, ini pertama kalinya ia bertemu langsung dengan bangsawan di seluruh negri ini.
:"bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, apa aku harus pergi saja? , tidak itu akan mempermalukan keluarga kerajaan, tapi aku harus bagaimana " gumam lion panik.
di tengah-tengah kepanikannya, Amara yang sedang berjalan melihat lion dari kejauhan, ia melihat bahwa lion sedang tidak baik-baik saja, ia pun menghampiri nya dan melihat kondisinya.
:"ada apa pangeran, mengapa kau begitu gelisah? " tanya Amara mendekatkan wajahnya pada lion.
melihat sosok yang tiba-tiba muncul membuat lion terkejut :"UUUAAaahhh, k-kak Amara, me-mengapa kau ada di sini " ucap lion seketika gugup.
:"eehhh, aku melihat mu dari kejauhan tampak gelisah, ada apa adik lion " tanya Amara menggoda.
:"ti-tidak ada apa-apa kok" jawab lion memalingkan wajahnya.
:"hhhhmmm, apa kau yakin? , baiklah kalau baik-baik saja, kalau begitu aku tanya ke yang mulia pangeran saja " ucap Amara berjalan pergi.
mendengar itu lion seketika panik dan berteriak :"TUNGGU, baiklah tapi tolong rahasia kan " ucap lion malu-malu.
seketika Amara berhenti dan berbalik :"baiklah, coba ceritakan " ucap Amara tersenyum.
dengan perasaan kesal dan malu lion menundukkan kepala nya, :"kak, Amara seharusnya tau kan, aku jarang di perlihatkan kepada semua orang "
Amara mengangguk.
:"malam ini akan ada pesta, aku sangat gugup menghadapi banyak orang, apalagi yang datang adalah kelas bangsawan, jika aku salah tingkah sedikit saja, aku akan mempermalukan keluarga kerajaan, jadi apa kak Amara punya solusinya " jelas lion.
:"hhhmm, begitu ya, karena masalah ini kau tampak gelisah, baiklah masih ada waktu sebelum pesta di mulai, datanglah ke halaman belakang istana, biar kakak yang akan mengajari mu " ucap Amara lembut.
mendengar itu mata lion bersinar :" baiklah, kalau begitu mohon bantuan nya " ucap lion semangat memegang tangan nya.
Amara mengangguk tersipu.
setelah memegang tangan Amara lion berlari pergi, tapi ia teringat sesuatu ia berbalik dan berteriak :"baiklah kak, aku ganti pakaian dulu, setelah itu aku akan ke sana " teriak lion tersenyum melambaikan tangan nya.
Amara hanya mengangguk dan membalas lambaian nya.
:"apa yang terjadi? " tanya seorang dari belakang.
Amara terkejut langsung menoleh ke belakang yang ternyata pangeran pertama :" hormat yang mulia, pangeran kedua meminta ku cara menjadi bangsawan yang baik " jawab Amara hormat.
:"hhhmm, begitu ya, tadi nya aku ingin mengajak mu jalan-jalan sebelum pesta di mulai, tapi, karena kau sibuk mengajari adik ku, maka aku tunda dulu saja" ajak brand.
:"Terima kasih atas tawaran nya, tapi, aku juga tidak bisa menolak janji pangeran kedua, aku mohon maaf " tolak Amara lembut.
:" aku mengerti, mohon bantuannya " ucap brand tersenyum.
setelah obrolan singkat, brand kembali ke kamar nya untuk beristirahat, ia sudah sangat lelah karena banyak tugas yang ia harus selesaikan, sebelum istirahat ia berniat jalan-jalan dengan tunangan nya, karena tunangan nya sedang sibuk, ia memutuskan untuk beristirahat saja.
melihat pangeran pertama pergi, Amara hanya tersenyum lembut, ia sendiri ingin berjalan-jalan bersama nya, setelah berapa lama ia tinggal oleh pangeran ke medan tempur, tapi, ia harus menepati janji nya pada pangeran kedua.
setelah itu Amara pergi ke halaman istana kerajaan.
lion yang begitu bersemangat, ia datang lebih cepat dari kak Amara, tak berselang lama ia tiba, kak Amara datang menghampiri nya.
:"apakah kau menunggu sangat lama, maaf tadi aku mengobrol sebentar dengan pangeran pertama " ucap Amara lembut.
:"ti-tidak kok, aku juga baru saja tiba, baiklah kak apa yang kita pelajari " tanya lion mengubah topik.
:"hhhmm, baiklah, kita mulai menyapa, apakah lion sudah tau tata cara menyapa orang lain dengan benar ? " tanya kembali Amara.
:"apakah membungkukkan badan? " jawab lion bingung.
Amara menggelengkan kepalanya :" bukan, untuk pria tangan kanan menempel di dada dan membungkuk sedikit dan untuk wanita mengangkat gaunnya sedikit dan menurunkan badan nya sedikit saja, seperti ini " jelas Amara langsung mempraktikkan nya.
lion yang melihat nya begitu anggun dan ia langsung mencoba nya.
setelah beberapa kali percobaan lion berhasil mempraktikkan nya dan berkata :" lalu, kak apa lagi " tanya lion masih bersemangat.
:"baiklah, lion dengarkan baik-baik " ucap Amara serius.
lion mengangguk memperhatikan nya.
:" kau sudah bisa menyapa, itu adalah dasar-dasar dari kebangsawanan, tapi, dalam dalam ke bangsawan masih ada yang harus kamu ikuti, dari menyebut nama orang yang lebih tua dari mu, jika pria kau memanggil nya tuan dan jika wanita kau memanggil nya nyonya, tapi, jika kau belum kenal dan dekat dengan orang nya, kau tidak boleh memanggil nama asli nya, kau harus memanggil nama marga nya, contohnya aku Amara rodciell kau tak boleh memanggil ku dengan nama Amara, kau harus memanggil nya rodciell, karena kita sudah saling kenal maka kau bisa memanggil nama asli ku, dan jika kau sedang mengobrol dengan seseorang dan kau di panggil oleh orang lain, kau harus menunggu nya selesai berbicara dan setelah itu kau memberi hormat padanya baru meninggalkan nya, dan untuk makan, jangan makan berlebihan atau rakus, makanlah dengan tenang, dan terakhir yang paling penting, sikap kebangsawanan nya akan di lihat dari cara kau menari, usaha kau belajar terlebih dahulu. " jelas Amara dengan detail.
lion yang mendengar nya hampir pingsan, ia tak menyangka bahwa menjadi bangsawan itu sangat merepotkan.
:"lalu kak, apakah kakak bisa mengajari ku berdansa? " tanya lion.
Amara menghela napas dan berkata :" lion, belajar berdansa tidak bisa hanya semalam kau langsung menguasainya, karena pesta akan di mulai sebentar lagi, kakak akan mengajari mu " jawab Amara.
lion mengangguk setuju dan mereka pun mulai belajar berdansa satu sama lain.