Become An Expert In Another World

Become An Expert In Another World
menuju wilayah perbatasan



adelion berlari di Koridor istana, masih memakai baju zirah latihan nya, menuju ke aula kerajaan untuk bertemu ayah nya, setiba di pintu aula, prajurit penjaga langsung membukakan pintunya, membiarkan adelion masuk,


tanpa hormat kepada ayah nya serta petinggi yang lain, adelion langsung bertanya:"ayah . apakah aku akan di kirim ke wilayah perbatasan "ucap adelion masih terengah-engah.


:" tenangkan dirimu terlebih dahulu nak"ucap ayah


adelion menstabilkan napas nya, :"ayah, aku dengar dari kakak, bahwa aku akan di kirim ke perbatasan "ucapnya


:" benar. kau akan di kirim ke sana, itu atas permintaan kapten erland, awal nya kamu akan di latih di kamp Ksatria, karena ada masalah kerajaan, kamu harus di kirim ke perbatasan di sana kamu akan di latih secara medan langsung "ucap ayah menjelaskan


adelion berpikir sejenak, jika itu adalah permintaan kapten, aku tak bisa mengabaikan nya, karena bagi ku ia seperti guru kedua setelah guru zeila, tapi apakah kehidupan ku akan aman, aku tidak ingin terulang kembali .


:" ayah. apakah kapten erland akan ikut ke perbatasan"ucap adelion


"ya.dia yang akan melatih serta menjaga mu di sana, jangan khawatir kamu hanya berlatih saja, jika hidup mu dalam berbahaya kapten erland yang akan melindungi mu, di sana juga ada count wolf sebagai penjaga perbatasan ia sangat kuat, maka kamu tidak perlu takut " ucap sang ayah menenangkan nya.


ya. aku mengerti sekarang, dunia ini berbeda dari dunia ku sebelum nya apa yang perlu aku takutkan,di kehidupan ku sekarang aku adalah anak dari seorang raja, kemana pun aku pergi, aku selalu di jaga oleh prajurit-prajurit penjaga yang sangat kuat agar kehidupan ku selalu terjamin.


:"baik ayah. aku menerima keputusan ayah, aku akan pergi ke perbatasan, sebagai pangeran kedua yang mewakili kerajaan ini. "tegas adelion


:" Terima kasih nak. setelah kamu kembali ayah janji akan memenuhi permintaan mu"ucap ayah tulus


saat ini ibunya berjalan ke arah nya .langsung memeluk nya :"nak.pastikan kamu menjaga diri mu baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan keadaan disini, fokus lah berlatih di sana agar bisa menjadi lebih kuat, untuk melindungi orang yang kamu sayangin"ucapnya menangis.


adelion tanpa sadar ikut meneteskan air mata nya:"baik bu. aku janji, aku akan menjadi orang yang paling kuat di dunia ini" terisak-isak


setelah berpelukan cukup lama antara ibu dan anak , ayah nya memisahkan mereka :"nak bersiap-siap lah, besok fajar kamu sudah mulai berangkat"ucap sang ayah.


adelion menganggukkan kepalanya dan menyeka air mata nya, setalah itu ia berpamitan kepada orang tuanya, untuk kembali ke kamar nya.


setelah anak nya pergi yang mulia raja memanggil penjaga "kirimkan perintah saya kepada count wolf bahwa pangeran kedua akan ikut ke perbatasan"


penjaga itu menerima perintah nya, dengan hormat ia langsung memberi kabar kepada count wolf di perbatasan, dengan burung merpati.


perbatasan kerajaan kota lachen


count wolf sedang berbincang dengan kapten penjaga perbatasan , mereka membicarakan banyaknya Pasukan kerajaan trim, mereka khawatir jika kerajaan trim menyerang dengan pasukan sebanyak itu apakah mereka mampu bertahan.


di tengah-tengah obrolan mereka, seekor burung merpati menghampiri mereka, count wolf melihat merpati itu membawa pesan dari ibukota kerajaan, count wolf mengambil surat tersebut dan membiarkan merpati kembali lagi ke ibukota.


ketika ia membaca surat tersebut ia terkejut akan isinya :"bukan kah ini terlalu berbahaya baginya, apa yang di pikirkan oleh mereka "gumamnya


melihat ekspresi count wolf, kapten penjaga bertanya :" tuan wolf apa yang terjadi"


:"pangeran kedua akan di kirim kemari"ucap wolf memandang surat


:"APA"teriak kapten penjaga


:"anda tidak perlu terkejut di dalam surat ini juga berisi bahwa kapten ksatria erland haldourd akan ikut menjaga pangeran kedua"jelas count wolf


:'hah.kalian ini selalu saja ribut, tenangkan diri mu , apa kau ingin terlihat buruk di depan pangeran kedua " ucap count wolf


"baiklah , aku akan menahan diri " ucap kapten penjaga dengan tak berdaya


kerajaan lux


adelion sedang mengemaskan barang-barang bawaannya di bantu oleh pelayan, seketika ada seseorang yang mengetuk pintu nya, pelayan itu pun membukakan pintunya, yang ternyata adalah kakak nya bersama dengan tunangannya kak amara


pelayan itu mempersilahkan mereka masuk untuk menemui pangeran kedua, yang masih berkemas:"bagimana keadaan mu adik "ucap kakak membuka pembicaraan.


:" ya. aku baik-baik saja, kakak tak perlu khawatir denganku"ucap adelion lemas


:"hah.tak seperti biasa nya kau selalu bersemangat kenapa kali ini, kau begitu lesu, apakah kau terpaksa ke perbatasan, jika kamu tidak mau ,kakak akan bilang ke ayah "ucap sang kakak tak berdaya melihat adik nya.


adelion buru-buru menjawab :" tidak perlu kak. aku benar baik-baik saja, yang membuat ku begini , mengapa tunangan ku tidak menemui ku "ucap nya malu-malu


mendengar adik nya berkata seperti itu kakak tertawa terbahak-bahak:" hahahah, adik masih dini usia mu memikirkan kan seperti itu, memang kamu sudah tunangan . tapi tunangan itu seperti tradisi bagi seorang bangsawan"


:"tapi kak. setidak nya hanya untuk bertemu saja tidak boleh, dan kakak berkata seperti itu berarti kakak dan kak amara tidak saling mencintai "ucap adelion tak mau kalah


:" eh, eto , itu kakak saling mencintai ko" ucap kakak tak mau di salahkan


mendengar perdebatan kakak dan adik, kak amara langsung mencubit pangeran pertama :"pangeran Brian holder lux, bukan kah kita kemari untuk memberikan sesuatu "ucap kak amara yang di penuhi aura kemarahan.


melihat itu kak Brian meminta maaf kepada adik nya, dan memberikan sebuah kotak besar kepada nya, adelion tanpa berkata apa pun mengambil kotak tersebut dari kakak nya, lalu membuka kotak tersebut yang berisi sebuah pedang yang berkilauan.


melihat pedang yang begitu indah adelion bertanya kepada kakaknya :" kak dari mana kau dapat pedang ini "


:"aku mendapatkan pedang ini dari ayah. pedang ini sudah di turun kan dari pendahulu , yah, bisa di sebut sebuah pedang legendaris, kakak kembali ke istana karena ayah memberitahu ku agar menyerahkan pedang tersebut kepada adik, karena kakak sendri tak mempunyai banyak dalam berpedang "jelas sang kakak.


:" Terima kasih Kak, kalau begitu aku akan menjaga nya dengan baik "ucap sang adik memeluk kakak nya


melihat mereka berdua akrab amara hanya bisa tersenyum.


keesokan hari


kereta kuda telah tiba di depan istana kerajaan, beserta 100 prajurit tingkat pemula dan 20 tingkat menengah yang di pimpin oleh kapten erland. mereka sudah di latih sangat keras, dalam teknik berpedang mereka tak di ragukan lagi sudah cukup kuat, untuk di kirim ke wilayah perbatasan.


adelion sudah mempersiapkan dirinya, ia berpamitan kepada ayah , ibu dan kakak nya :" aku pergi dulu, jaga diri kalian "ucap adelion menahan kesedihan nya


:" baiklah nak kami di sini akan baik-baik saja, sudah waktunya kirim lah surat ketika kau merindukan kami"ucap sang ibu yang sudah menangis


saat ini kakak memeluk nya :"Hati-hati "bisik nya


adelion memeluk erat kakak nya, setelah melepaskan kerinduan kepada keluarga nya adelion menaiki kereta kuda dan melambaikan tangan kepada mereka, lalu ia pun pergi.


#next bab 14