
saat ini lion sangat bingung bagaimana cara memanggil nya, padahal ia sudah mengikuti semua yang tertera di buku tapi ia masih gagal memanggil nya.
lion membaca kembali, ia takut ada halaman yang tertinggal oleh karena itu ia bisa gagal, setelah membaca cukup lama, ia masih tak menemukan ketinggalan dari semua mantra nya.
ia pun mencoba kembali, kali ini sinar dalam pola sihir sangat terang dari sebelum nya, melihat itu lion sangat antusias bahwa kali ini bakal berhasil, tapi lagi dan lagi ia harus menerima kenyataan.
sinar pola sihir itu kembali redup dan ia gagal kembali, kali ini ia harus menerima kenyataan nya bahwa ia tak akan bisa memanggil luku, melihat buku di samping nya ia melemparkannya ke sudut ruangan.
ia sangat kesal, bahwa ia selalu gagal padahal ia sudah berusaha semaksimal mungkin bahkan mana sihirnya pun sangat mencukupi untuk pemanggilan,
lion pergi ke atas ranjang nya dan terbaring, ia tak ingin memikirkan apa pun lagi, ia sudah sangat lelah, tak berselang lama ia pun tertidur.
di sisi lain seseorang yang menjaga kamar pangeran tak mendengar kegaduhan dari dalam, ia pun bertanya kepada rekan nya :" hei, apa kau tak mendengar? " tanya nya.
:" apa? aku tak mendengar apa pun?" jawab rekan nya bingung.
penjaga menghela napas dan berkata:" kau bodoh ya, bukan kan sedari tadi pangeran selalu buat keributan mengapa kali ini sangat tenang " jelas penjaga memukul kepala rekan nya.
:" oh, ah iya ya, apa kita harus memeriksa nya ke dalam " ucap rekan kembali sadar.
:" kau ingin di hukum! bukan kah nona hanna memerintahkan kita untuk menjaga nya " teriak penjaga kesal.
melihat keributan hanna menghampiri mereka, dan bertanya :" apa yang kalian ributkan? " ucap nya.
melihat nona hanna di hadapan mereka, mereka pun buru-buru memberi hormat, :" maaf nona, sebelum nya saya mendengar suara keributan dari dalam kamar pangeran, tapi seketika suara keributan itu langsung hilang dalam sekejap." jawab penjaga.
:" begitu ya, baiklah kalian fokus berjaga biarkan aku memeriksa nya " ucap hanna, masuk ke dalam kamar pangeran.
begitu ia masuk, pandangan pertama yang ia lihat adalah sisa-sisa pola sihir di lantai, hanna buru-buru memeriksa pola sihir tersebut, ia di buat terkejut bahwa pola sihir itu adalah pola sihir pemanggilan.
hanna pun melihat di sekeliling nya, tidak ada bekas pertarungan apa pun, ia pun menghela napas lega dan melihat lion yang terbaring tidur di atas kasur, hanna mencoba menyelimutinya.
merasa semua nya baik-baik saja, hanna hendak pergi tapi, tanpa sadar perhatian nya teralih kan pada sudut ruangan, ia melihat buku yang tergeletak di sana.
hanna berjalan ke arah sana dan mengambil buku tersebut, begitu ia melihat buku itu ia terkejut :"bagaimana buku ini ada di sini? " gumam nya tampak bingung.
ia melihat kembali ke arah lion yang masih tertidur akhir nya ia mengerti dan meletakan kembali buku itu di atas meja, setelah semua nya selesai hanna keluar dari kamar lion dan memerintahkan penjaga agar tetap siaga.
gerbang kota.
seluruh pasukan sedang mempersiapkan posisi mereka masing-masing tak satu pun dari mereka bersantai, semua nya mempersiapkan barang-barang mereka.
setelah semua nya selesai mereka hanya menunggu musuh datang pada mereka,
di sisi lain kapten erland dan para petinggi pasukan sedang mempersiapkan strategi melawan musuh nya.
:" wolf, bagaimana menurut mu tentang ini? " tanya erland.
:" kurasa masih kurang, kita tidak tahu di pihak musuh terdapat rank A atau tidak, jika iya kita akan mengalami kesulitan, apa lagi jika di medan perang harus bertemu dengan seseorang yang memiliki teknik tingkat master " jelas wolf.
hal ini membuat nya tak fokus, melihat erland tidak baik-baik saja wolf meminta ia agar beristirahat sejenak, lagi pula jika kondisi erland tidak berada di puncak nya, perang ini kita akan kesulitan.
mendengar saran nya, erland memberi hormat pada semua nya dan berbalik pergi beristirahat.
selama perjalanan erland masih memikirkan keadaan pangeran.
ia berbalik melihat ke belakang di sana tampak semua pasukan dalam keadaan siaga, erland menghela napas ia rasa harus memeriksa keadaan pangeran, setelah menemui nya mungkin perasaan ia akan kembali normal.
ia pun langsung menaiki kudanya dan pergi ke mansion untuk menemui pangeran.
hutan tod
sudah seharian mereka menelusuri perjalanan di dalam hutan tampak tidak ada monster yang menghadang mereka, dengan begini mereka tak perlu mengeluarkan banyak energi mereka.
hari sudah mulai terbenam, pangeran pertama meminta semua pasukan agar berkemah di sini, mendengar perintah tersebut semua pasukan mulai membangun tenda masing-masing.
setelah semua tenda sudah terpasang wakil kapten meminta bawahan nya agar bergantian berjaga, setiap 20 orang dari mereka bergantian berjaga, hal ini atas perintah pangeran.
karena jumlah ya berjaga sedikit jadi waktu bergantian pun sangat singkat, setiap 2 jam mereka harus bergantian, setelah semua nya selesai di atur mereka pun beristirahat.
ketika hari sudah mulai larut, tampak sosok sedang mengintai mereka, saat ini sudah 5 kali nya penjaga bergantian , tak seorang pun dari mereka menemukan keganjilan,
tiba saat nya salah seorang prajurit hendak buang air kecil, ia melihat sosok bermata merah sedang memperhatikan nya, sentak prajurit tersebut berlari kembali ke rekan nya, memberitahu mereka yang ia lihat.
seluruh prajurit mulai bersiaga mereka memperhatikan sekeliling mereka, tiba-tiba suhu mulai turun, api unggun tiba-tiba padam akibat suhu yang mendadak turun.
ketua kelompok prajurit meminta salah satu rekan nya, agar membangunkan semua orang, ketika prajurit ingin membangunkan semua orang ia langsung di serang dari belakang.
prajurit itu pun terpental sangat jauh, melihat rekan nya di serang semua prajurit menyerang secara membabi buta, mendengar keributan di luar pangeran pertama bangun untuk melihat keadaan.
tiba-tiba sebuah serangan mengarah pada nya, untung nya wakil kapten dengan sigap menghadang serangan tersebut,
:" jangan keluar pangeran " teriak wakil kapten.
mendengar itu teriakan wakil kapten, brand kembali ke dalam tenda nya, ia masih memperhatikan keadaan di luar, di sana semua pasukan masih menyerang secara membabi buta tapi sosok monster tersebut masih tak kunjung keluar.
brand mencoba memadat sihir cahaya nya, ia melacak di sekitar nya dengan sihir cahaya, ia pun mendeteksi keberadaan monster tersebut di arah selatan.
ia pun memberitahu wakil kapten akan keberadaan monster tersebut, langsung saja wakil kapten memerintahkan bawahan nya agar
menyerang sesuai instruksi dari pangeran pertama.
mereka pun mulai menyerang tepat di mana monster itu berada, akhir nya serangan mereka tak sia-sia, monster tersebut keluar dari persembunyian.
melihat monster tersebut mereka semua terkejut, tak satu pun dari mereka bergerak