
melihat hasil yang cukup memuaskan kapten sangat senang, meskipun ia belum mengajarkan raul tentang teknik berpedang, tapi ia mampu membuat teknik nya sendiri.
melihat murid nya yang sudah berkembang, kapten teringat dengan pangeran.
:"pangeran , apakah kau akan melampaui nya atau kau yang berada di bawah teman mu sendiri " gumam kapten.
padang rumput
lion sudah berkembang sangat pesat dengan sihir kegelapan nya, ia sudah mempelajari semua skill sihir kegelapan baik menyerang maupun pertahanan.
dengan arahan dari kak hanna sihir kegelapan lion sudah menembus di rank E, hal ini pasti sangat sulit untuk guru zeila, bagaimana pun guru zeila tidak memiliki sihir kegelapan,
:"lion latihan kali ini adalah pertempuran langsung"
ucap kak hanna.
:"baik" jawab lion semangat, ia sudah belajar banyak dengan kak hanna, baik dari sihir dan mental pertempuran.
kak hanna hanya mengangguk, memberi isyarat agar lion menyerang nya terlebih dahulu.
setelah banyak nya latihan yang ia lalui, akhir nya lion memiliki kesempatan untuk melawan kak hanna.
lion mundur beberapa langkah untuk membuka jarak , agar ia dengan mudah menyerang dengan sihir nya, di rasa sudah cukup lion mulai bersiap untuk menyerang.
sihir rank F, sihir api FIRE BALL, sebuah bola api menyerang ke arah kak hanna, tapi. kak hanna tidak menghindar sedikit pun, ia hanya mengibaskan telapak tangan nya, seketika bola api tersebut menghilang.
melihat itu lion tidak terkejut melainkan tersenyum, ia sangat menikmati latihan pertarungan ini, karena bagi nya bertarung dengan rank A, hal yang sangat jarang, maka dari itu ia sangat menikmatinya.
lion berlari mengelilingi kak hanna ia mencari celah untuk menyerang nya, lion sudah di belakang kak hanna , ia mengeluarkan sihir rank F, sihir tanah GROUND THORNS, seketika tanah yang di pijak kak hanna menjadi lancip seperti Duri yang menusuk,
dengan refleks kak hanna melompat, ia menghindari duri-duri tanah yang berada di bawah nya, melihat kesempatan itu, lion mengeluarkan sihir rank E, sihir kegelapan DARKNESS SPLASH.
sebuah tebasan kegelapan mengarah kak hanna, lion sangat yakin bahwa kak hanna tak mampu menghindari serangan tersebut jika ia berada di udara.
tapi. perkiraan di luar dugaan, meski di udara kak hanna mampu menahan serangan nya, ia mengeluarkan sihir pertahanan dari sihir kegelapan nya,
melihat serangan nya berhasil di tahan, lion mengaku menyerah , karena ia sendiri sudah sangat kelelahan, ia mengeluarkan 3 sihir berbeda dengan waktu yang sangat cepat.
tubuh nya sudah sangat lelah, ia pun berbaring di atas tanah dengan napas yang terengah-engah, melihat lion seperti itu kak hanna menghampiri nya.
:"cukup baik, tapi kau masih kurang dalam mengontrol mana sihir dalam dirimu lion "ucap kak hanna.
:" lalu bagaimana cara untuk mengontrol sihir " tanya lion.
kak hanna duduk di samping nya :"tubuh mu sudah kelelahan, maka aku akan mengajari mu teori nya saja, saat tubuh mu sudah pulih maka kita akan melanjutkan nya kembali "jawabnya.
:" baik " ucap lion semangat, meskipun tubuh nya masih lelah, tapi semangat nya tidak kurang sedikit pun.
hanna hanya tersenyum dan ia mulai menjelaskan kontrol sihir yang baik :" pertama-tama kau harus memikirkan sihir rank apa yang kau gunakan, pertempuran yang tadi cukup bagus , tapi dalam serangan mu kau terlalu terburu-buru mengeluarkan sihir mu, seharusnya kau sisa kan sedikit sihir cahaya mu, untuk memulihkan diri mu agar dalam pertarungan, kau masih bisa bertahan, kedua kau harus mengetahui mana sihir dalam diri mu, cara pengeluaran mana sihir mu sedikit boros hingga kau akan kelelahan sepeti ini, kurasa untuk ini saja sudah cukup, selanjutnya kita akan melihat sejauh mana kau mampu bertahan lion " jelas Kak hanna.
yang ia lakukan selanjutnya, adalah mengontrol sihir nya dengan baik.
markas prajurit kota lachen.
sebuah arena di markas prajurit, masih berlangsung pertandingan untuk tingkat pemula,
masing-masing dari kedua kelompok masih memberikan semangat untuk kelompok nya sendiri.
di babak terakhir untuk tingkat pemula dari kelompok ksatria , mereka memajukan seseorang yang berusia 15 tahun dengan tubuh yang cukup bagus dan membawa pedang berukuran sedang.
dan dari kelompok prajurit mereka memajukan seorang remaja 16 tahun dengan dua pedang di tangan nya,
masing-masing dari mereka bertemu di tengah-tengah arena, mereka saling menatap dengan penuh kebencian ,hubungan mereka seperti memiliki sebuah dendam di masa lalu nya.
melihat mereka kepala prajurit maju ke tengah arena dan memberitahu mereka, jika pertandingan ini hanya sebuah latihan tidak boleh membunuh satu sama lain.
mereka berdua pun mengangguk dan saling berjabat tangan, melihat mereka tidak memiliki dendam satu sama lain, kepala prajurit yang sebagai wasit, mengumumkan bahwa pertandingan di mulai.
sudah di mulai nya pertandingan masing-masing dari mereka mundur beberapa langkah meraka saling menjaga jarak di kedua nya,
mereka mengelilingi arena mencari celah satu sama lain.
melihat pertandingan ini, masing-masing dari kelompok sangat semangat, karena ini seperti pertandingan sungguhan, buka pertandingan biasa lagi, mereka pun saling bersorak untuk menyemangati rekannya.
melihat mereka kepala prajurit ingin menghentikan mereka tetapi ia di tahan oleh kapten erland,
:"biarkan saja, masalah mereka biar di selesaikan sendiri, jika sesuatu hal buruk terjadi maka aku yang akan menghentikan nya "ucap kapten.
kepala prajurit itu hanya terdiam, ia masih melihat pertandingan kedua saudara itu, mungkin sang kakak sangat kesal dengan adik nya, yang berhasil menjadi ksatria sedangkan diri nya harus menjadi prajurit kota yang dekat dengan perbatasan.
setelah saling menatap cukup lama, mereka berdua maju saling adu kekuatan, Masing-masing dari kedua nya saling membalas serangan, tetapi dari mereka tidak ada yang ingin mengalah satu sama lain.
mereka terus bertukar serangan hingga sang adik menemukan sebuah celah, ia tidak akan melewatkan kesempatan tersebut, dengan cepat ia menyerang di bagian celah tersebut.
sang kakak sudah menduga akan hal ini, dengan cepat ia menahan serangan adik nya :" masih terlalu cepat bagi mu untuk mengalahkan ku, adik " sang kakak membalas serangannya.
sang adik pun mundur dan mereka saling menatap kembali :"mengapa ? kau selalu membenci ku kak " tanya sang adik.
sang kakak tertawa mendengar kata-kata adik nya :" kau ingin tau, posisi ksatria itu adalah milikku, tapi. kau malah merebut nya dari ku "jawab sang kakak marah.
tanpa banyak bicara, sang kakak mulai menyerang adik nya dengan kekuatan penuh nya, sang adik hanya menghela napas, ia mengeluarkan teknik pedang kamuflase.
dengan cepat ia menahan serangan kakaknya, dan menyerang balik dengan sebuah pedang yang tepat di hadapan wajah sang kakak, melihat itu kepala prajurit menghentikan pertandingan tersebut.
sang kakak berbalik dan pergi, tapi ia di hadang oleh seseorang di hadapannya.