
melihat aksi kakak nya lion sangat kagum akan kehebatan kakak nya, di sisi lain hanna maju di garis depan ia membunuh banyak pasukan musuh di hadapan nya.
melihat itu lion tak perlu terkejut dari gaya bertarung kak hanna mungkin ia ingin membalas dendam atas perbuatan prajurit pada nya, lion hanya menggelengkan kepalanya.
di tengah-tengah ia melihat pertempuran di kedua belah pihak tanpa sadar musuh menyerang nya dari belakang, FIRE SHOOT sebuah bola api menyerang ke arah nya dan menghancurkan kereta kudanya.
lion terhempas jatuh dan mengalami luka bakar di tubuh nya, melihat kejadian itu semua orang mengalihkan pandangan nya ke arah pangeran kedua.
:"LION " teriak brand.
:"PANGERAN KEDUA " teriak wakil kapten bach.
mereka pun langsung menuju ke arah nya,
:"kau tidak apa-apa ? " tanya sang kakak.
lion menggelengkan kepalanya :" aku tidak apa-apa, hanya luka kecil, aku bisa menyembuhkan luka ku dengan sihir ku, jadi kau tak perlu khawatir "jawab lion menenangkan mereka.
brand mengangguk setuju dan melihat musuh yang menyerang adik nya, :" bach, ku serahkan adik ku padamu " perintah brand. setelah itu brand maju menyerang musuh tersebut.
kondisi perang saat ini sangat tidak seimbang, di sisi lain ia harus menjaga kedua pangeran dan di sisi lain jumlah pasukan musuh lebih banyak dari nya, hal ini membuat bach sulit mengambil keputusan.
melihat wakil kapten ragu-ragu hanna mundur dari garis depan dan menghampiri bach yang sedang kebingungan, hanna langsung menampar wajah nya :" sadar lah bach, saat ini kau pemimpin nya "teriak hanna menyadarkan nya.
tamparan yang begitu keras membuat bach sadar kembali dan ia membuat keputusan yang sangat berani :" semua pasukan dengarkan perintah ku, masing-masing dari 10 orang bertarung dengan pangeran sedangkan sisa nya maju bersama ku ke garis depan " perintah bach kepada pasukan nya.
:"SIAP " teriak semua pasukan.
mereka pun maju tanpa rasa takut sedikit pun, hanna yang berada di samping pangeran kedua melihat adegan barusan ia teringat masa lalu nya,
:" apakah aku harus kembali seperti dulu davina" gumam hanna memandang langit.
:" fuuhhh, akhir nya luka ku sudah sembuh " ucap lion menghela napas lega.
:" pangeran, tetap lah di sisi ku biarkan aku menjaga mu " ucap hanna pada lion.
lion tak menjawab nya, ia melihat di sekitar nya melihat banyaknya pasukan musuh yang menyerang mereka, lion memalingkan wajah nya kepada hanna.
:"tidak, kak hanna aku juga ingin ikut bertarung " jawab lion.
:" tapi, aku di perintahkan oleh pangeran pertama untuk menjaga... " ucap hanna terputus.
tanpa mendengar kan ucapan hanna lion langsung maju ke medan perang , ia maju ke garis depan menyerang musuh di hadapan nya.
melihat tingkah lion yang begitu sembarangan membuat hanna begitu khawatir, ia pun menyusul nya, saat ini lion melawan musuh-musuh di hadapan nya dengan teknik pedang ia pelajari di kehidupan sebelum nya, ia mampu mengalahkannya.
:" kau cukup hebat nak, dengan usia mu saat ini aku takut kau akan menjadi kuat apa lagi kau seorang pangeran, jadi biarkan kau mati di tangan ku " ucap kapten musuh, menyerang ke arah lion.
:"ciihh, cobalah kalau kau bisa " ucap lion menangkis serangan tersebut.
di sisi lain brand telah menghabisi pasukan yang menyergap adik nya, ia pun berbalik dan melihat adik nya yang berada di tengah pertarungan.
melihat itu brand sangat panik dan memanggil prajurit di sebelah nya :" hei, mengapa kau membiarkan adik ku ikut bertarung " teriak brand.
:" anu, maaf pangeran sebelum nya wakil kapten memberi kami perintah agar menyerang musuh dan penjagaan pangeran kedua di serahkan kepada petualang hanna si penghancur, untuk selanjut nya saya tidak tahu " jelas prajurit.
:" bodoh, apa yang ia pikirkan sampai adik ku ikut bertempur " ucap brand menggelengkan kepalanya. ia pun maju menyusul adik nya.
lion masih menahan serangan kapten, usia nya yang masih 9 tahun membuat ia tak mampu bertahan lebih lama, ia pun memikirkan cara agar melawan nya.
ia pun teringat teknik yang ia gunakan ketika masih tanding dengan kak hanna, sebelum ia mengeluarkan teknik tersebut ia berteriak :" wakil kapten bach, perintahkan bawahan mu untuk mundur " ucapnya.
mendengar teriakan dari pangeran kedua, bach kurang mempercayai nya setelah ragu-ragu sejenak ia pun memerintahkan bawahan nya agar mundur.
setelah mengatakan itu prajurit yang lain pun mundur dan meninggalkan pangeran kedua di garis depan.
melihat semua pasukan nya sudah mundur lion memfokuskan diri nya sambil menahan serangan kapten musuh setelah itu ia mengeluarkan teknik pedang nya ' FIERY SWORD SLASH '.
sebuah tebasan yang dialiri oleh sihir api mengarah kepada kapten musuh yang berada di hadapan nya, kapten itu pun terkejut dan tidak siap untuk membuat penghalang, hingga akhir nya ia tewas menjadi abu dari serangan lion.
serang itu masih tak berhenti dan terus melesat ke arah depan hingga menumbangkan beberapa pasukan musuh, jendral musuh yang melihat serangan itu maju untuk menahan nya.
ia membuat pola penghalangan dari sihir nya dan menahan serangan lion, butuh tenaga besar untuk menahan serangan tersebut hingga akhir nya, jendral itu pun berhasil menahan nya.
keringat bercucuran di tubuh nya hingga membuat baju zirah yang di kenakan basah oleh keringat nya, :" hah, hah, hah, siapa bocah ini sebenar nya mengapa ia mempunyai kekuatan sebesar itu " gumam jendral terengah-engah.
di sisi lain semua orang yang melihat itu pun terkejut, mereka tak menyangka bahwa pangeran kedua memiliki kekuatan sedahsyat itu.
brand hanya terdiam setelah melihat serangan adik nya, ia tak menyangka sudah tidak bertemu sangat lama, adik nya jauh lebih kuat dari diri nya, awal nya ia ingin memamerkan kekuatan nya pada adik nya tapi ia sendiri termakan oleh omongan nya.
brand hanya tersenyum menggelengkan kepala nya, :" seperti nya aku harus lebih kuat, hahahaha " gumam brand menghibur dirinya sendiri.
setelah mengeluarkan serangan barusan kondisi lion sudah sangat melemah, hanna buru-buru menghampiri nya dan membawa nya ke belakang.
:" apa kau tidak apa-apa pangeran? " tanya hanna. ia begitu khawatir akan kejadian sebelum nya terulang kembali.
lion yang sudah di baringkan di atas tanah, napas nya terengah-engah ia mencoba menstabilkan napas nya dan berkata :" aku jauh lebih baik dari sebelum nya ketika kita latih tanding " ucap lion tersenyum.
melihat itu hanna menghela napas lega :" baiklah, beristirahat lah dan pulihkan mana sihir mu, biarkan aku yang akan menjaga mu " ucap hanna, bangkit dan melihat sisa musuh di hadapan nya.