Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Jodoh Cerminan Diri Sendiri?



"Mah, papah dapet wa dari sekretaris papah, katanya klien perusahaan kita yang di Jakarta ingin bertemu dengan papah secepatnya, perusahaan mamah gimana?" tanya Justin pada Aislinn istrinya.


"Kayaknya mamah masih lama disini deh pah, soalnya perusahaan mamah juga masih bermasalah, papah kalau mau ke Jakarta, gak apa-apa duluan aja" ucap Aislinn.


"Beneran nih mah?" tanya Justin.


"Iya pah" ucap Aislinn.


"Oke mah, papah ke Jakarta ya mah, assalamualaikum" ucap Justin tersenyum.


"Iya pah, wa'alaikumsalam" ucap Aislinn tersenyum.


Justin keluar dari penginapan dengan perasaan sangat bahagia, dan langsung memberikan kabar pada sekretarisnya sekaligus kekasihnya yaitu Demelza Gardenia, ibunda dari Davira Salsabila sahabat putrinya sendiri yaitu Clarissa Edlyn. Begitupun sebaliknya, Aislinn juga tampak sangat bahagia dan langsung menghubungi Stefan Brayden yang merupakan manager produksi di kantornya sekaligus kekasih dari Aislinn.


"Assalamualaikum cantik" ucap Justin tersenyum di video call dengan Nia.


"Wa'alaikumsalam ayang aku yang paling tampan dan baik hati" ucap Nia tersenyum manis.


"Akh kamu ini bisa aja deh" ucap Justin tersenyum malu.


"Ikh imut banget sih kamu kalau lagi malu kayak gitu" ucap Nia bernada manja.


Justin hanya tersenyum malu, menutup wajahnya dengan tangan.


"Sayang pengen" ucap Nia bernada manja.


"Pengen apa sayang?" tanya Justin.


"Pengen boba, tapi malas keluar belinya" ucap Nia.


"Ya udah nanti aku belikan kamu boba ya, kamu mau boba sama apa?" tanya Justin.


"Pengen udang saus tiram deh mas, sama rumput laut" ucap Nia.


"Kamu lapar atau pengen itu?" tanya Justin menyeringai mengangkat alisnya.


"Itu lah, kamu daritadi gak peka-peka, malah mau dibeliin, kan yang aku maksud bukan itu" ucap Nia manyun.


"Jangan manyun kayak gitu dong sayang, nanti aku kesana deh, tapi aku beli magnum dulu ya sayang, lagi pengen magnum" ucap Justin.


"Hm, ya udah jangan lama-lama" ucap Nia.


"Oke sayang, oh iya sayang, di rumah kamu ada susu putih gak? yang sachet atau yang kaleng gitu" ucap Justin.


"Ada sayang susu sachet, tapi cuma ada satu" ucap Nia.


"Ya udah nanti aku beli sekalian aja deh, kasian kamu tinggal satu, nanti kalau aku minum, kamu gak bisa minum lagi" ucap Justin.


"Iya sayang" ucap Nia tersenyum.


"Punya es batu gak sayang?" tanya Justin.


"Ada nih sayang dua" ucap Nia mengarahkan kamera ponselnya ke freezer.


"Oke sayang, ya udah, see you, daa-daa" ucap Justin melambaikan tangannya ke kamera.


"Daa-daa sayang, love you" ucap Nia tersenyum melambaikan tangannya ke kamera.


"Love you too sayang" ucap Justin tersenyum dan mematikan panggilan teleponnya.


"Mas Justin buat apaan ya magnum, es batu, sama susu vanilla?" tanya Nia pada dirinya sendiri.


"Pasti enak deh" ucap Justin menyeringai.


Setelah membeli semua yang ia inginkan, ia pergi ke apartemen Nia.


"Sayang, buka pintunya" ucap Justin mengetuk pintu kamar Nia.


"Ayok masuk sayang" ucap Nia tersenyum membukakan pintu dan mengajak Justin masuk ke dalam.


"Itu apa sayang?" tanya Nia menunjuk kantung plastik yang ia bawa.


"Oh ini, ini yang tadi aku bilang ke kamu di telepon sayang" ucap Justin tersenyum.


"Oh gitu, buat apaan sih sayang?" tanya Nia.


Nia yang paham maksud Justin pun tersenyum dan menunduk malu.


"Mau kapan, sayang?" tanya Nia mengangkat alisnya menyeringai.


"Sekarang aja" ucap Justin tersenyum.


"Ayok kita makan sayang" ucap Nia tersenyum.


"Iya sayang" ucap Justin menyeringai.


"Mas, kamu bisa kesini sekarang gak?, mas Justin udah balik ke Jakarta duluan, temenin aku mas, sini mas ke apartemen aku, untuk pekerjaan kamu, suruh asisten kamu aja, atau kerjakan di apartemen aku aja sayang" notifikasi WhatsApp dari Aislinn untuk Stefan.


"Oke sayang, aku otw" balas Stefan.


"Oke sayang, aku tunggu" ucap Aislinn tersenyum.


"Iya sayang, love you" ucap Stefan.


"Love you too honey" ucap Aislinn.


Stefan pun merapikan meja kerjanya dan pergi ke apartemen Aislinn, sedangkan Justin sedang bermesraan dengan Nia di apartemennya.


"Sayang, buka pintunya, aku di depan pintu kamar kamu nih, kalau aku ketuk pintunya gak enak, nanti yang dengar, bisa ketahuan kalau kita mempunyai hubungan istimewa" notifikasi whatsapp dari Stefan untuk Aislinn.


"Oke sayang" balas Aislinn.


Aislinn membuka pintu kamarnya, menatap sekelilingnya, untuk melihat apakah ada orang yang melihat kedatangan Stefan ke dalam apartemennya atau tidak. Setelah memastikan tidak ada satu pun orang disana, Aislinn menarik tangan Stefan masuk ke dalam kamarnya, dan langsung mengunci pintu kamarnya.


"Gak sabaran banget ya kamu, main tarik-tarik aja" ucap Stefan menyeringai memegang dagu Aislinn.


"HEHE iya!, tapi bukan gitu juga sih sayang" ucap Aislinn.


"Terus gimana sayang?" tanya Stefan.


"Takut ada yang lihat kita berduaan sayang, nanti kalau ada yang kenal sama mas Justin, terus dia bilang ke mas Justin, mas Justin nyuruh kita putus gimana?, aku kan gak mau kehilangan kamu sayang" ucap Aislinn.


"Sama sayang, aku juga gak mau kehilangan kamu sayang" ucap Stefan mengelus pucuk kepala Aislinn.


"Terus kamu kapan mau nikahin aku?" tanya Aislinn menatap Stefan dengan tatapan mata sendu.


"Ya kamu juga gak mau pisah sama Justin sih, kalau Justin tahu hubungan kita kan, kamu bisa berpisah sama Justin, terus kita bisa menikah, tapi kamu malah gak mau Justin tahu hubungan kita" ucap Stefan dengan ekspresi wajah sedih.


Aislinn hanya terdiam mematung, tanpa berbicara satu kata pun.


Stefan menarik tangan Aislinn dan melemparkannya ke tempat tidur. Mereka berhubungan hingga siang hari.


"Sayang udah akh, aku lapar banget tahu" ucap Aislinn bernada manja.


"Ya udah ayok kita makan dulu, habis makan tidur lagi ya sayang" ucap Stefan merengek seperti anak kecil.


"Iya sayang" ucap Aislinn tersenyum mengelus pucuk kepala Stefan.


Aislinn memasakkan makanan favorit Stefan dan Stefan pun membantunya memasak dengan modus yang selalu datang di tiap episode memasak.


"Sayang udah akh, aku capek" ucap Nia.


"Iya sayang" ucap Justin.


"Sayang aku lapar, makan yuk" ucap Nia.


"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Justin.


"Apa saja deh sayang, terserah kamu aja, aku ikut aja" ucap Nia tersenyum.


"Kita ke restoran aja yuk sayang, aku lagi pengen banget makan udang saus tiram nih" ucap Justin.


"Ayok sayang, sebentar, aku rapihkan baju sama tempat tidur dulu" ucap Nia tersenyum.


"Iya sayang" ucap Justin tersenyum membantu Nia merapihkannya.


Setelah selesai merapihkan, Justin dan Nia pergi ke restoran untuk makan bersama.