Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Davira dan Clarissa Running



"Kenapa temannya mas?, kayak kesal gitu mukanya" ucap ibu warteg.


"Ngambek dia bu, biasa pacarnya gak angkat telepon" ucap Cakra.


"Oh gitu mas, kirain karena masakan saya yang gak enak" ucap ibu warteg.


"Masakan ibu enak kok, enak banget malah menurut saya, emang dia aja yang lagi uring-uringan" ucap Cakra.


"Oh gitu, akh mas bisa saja deh" ucap ibu warteg.


"Iya bu, jadi berapa bu?" tanya Cakra.


"15.000 mas" ucap ibu warteg.


"Ini bu uangnya, makasih ya bu" ucap Cakra tersenyum.


"Iya mas sama-sama" ucap ibu warteg tersenyum mengambil uang Cakra.


Cakra pun pergi dari sana dan mengejar kepergian Ruri sahabatnya.


"Ruri ngomong apa aja Clar sama lu?" tanya Davira keluar dari kamar mandi mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Dia nanyain lu kemana, kok gw yang angkat, ya udah gw bilang aja lu lagi nabung, eh gak taunya si Ruri lagi sama si cowok nyebelin itu" ucap Clarissa kesal.


"Siapa cowok nyebelin? Cakra?" tanya Davira.


"Iya lah, siapa lagi coba?, kan yang paling nyebelin itu dia, ya walaupun ada satu lagi sih temennya yang nyebelin, yang kemarin ngegas itu lho, gak tau lah siapa, gak penting" ucap Clarissa.


"Oh, hati-hati lu, jangan terlalu membenci dia, entar lama-lama bisa jatuh cinta lagi" ucap Davira tersenyum menyenggol lengan Clarissa yang cemberut karna kesal.


"Apa sih lu Ra, gak jelas banget deh, itu aja terus yang lu bahas" ucap Clarissa memalingkan wajahnya dari Davira.


Davira tidak berkata apapun hanya berfokus mengeringkan rambutnya dan make-up.


"Haduh lapar banget gw, Ra lu kagak ada makanan apa?" tanya Clarissa memegangi perutnya.


"Coba liat ke dapur sana" ucap Davira.


"Gw pengen roti bakar deh Ra, ada kagak roti sama selainya?" tanya Clarissa.


"Kayaknya habis deh, beli aja sana" ucap Davira.


"Temenin dong, masa gw beli sendiri sih, kan gw gak tau dimana tempat biasa yang lu beli" ucap Clarissa.


"Entar akh, lu gak nih, gw lagi dandan, ganggu aja lu" ucap Davira.


"Cepetan akh" ucap Clarissa.


"Sabar napa, daripada lu berisik, mending pilihin baju gw, gw bingung mau pakai baju apa setiap keluar rumah" ucap Davira.


"Ribet banget lu, kayak mau kencan aja" ucap Clarissa.


"Kalau nanti gw ketemu di jalan sama Ruri gimana?, terus dia ngeliat gw dengan penampilan yang biasa aja, entar dia ilfeel sama gw gimana?" tanya Davira.


"Akh itu mh pikiran lu doang, kalau dasarnya suka mh suka aja, gak ngaruh kali lu pakai baju apa kek, mau gak pakai sekalipun, kalau dasarnya suka ya tetep aja suka, ribet lu" ucap Clarissa.


"Kalau gak pakai ya jelas lah dia suka, gimana sih lu?" tanya Davira menatap Clarissa kesal.


"HAHA... !, iya juga ya, itu kan demenannya cowok ya?, baru inget gw" ucap Clarissa tertawa, menunduk, malu.


"Apa sih yang lu inget?, itu sepele banget lho padahal" ucap Davira sembari mencari baju yang akan ia pakai.


"Running yuk sekalian, mumpung masih pagi" ucap Clarissa.


"Lah katanya lu mau cari makanan, gak jadi?" tanya Davira.


"Jadi, tapi kayaknya nanti aja deh, habis running, ayok akh" ucap Clarissa.


"Ya udah ganti baju sana" ucap Davira.


"Oke" ucap Clarissa mencari bajunya yang tertinggal di lemari Davira.


"Lu mau pakai celana jeans?" tanya Davira.


"Ini bukan jeans tau" ucap Clarissa.


"Hm, ya udah lah, terserah lu aja, ya udah ayok" ucap Davira.


"Iya bawel" ucap Clarissa.


"Bibi, aku sama Clarissa mau keluar sebentar ya bi" ucap Davira pada asisten rumah tangganya.


"Gak sarapan dulu non?" tanya asisten rumah tangganya dari dalam dapur.


"Gak usah bi, nanti kita makan diluar aja, Clarissa ngidam roti bakar soalnya bi" ucap Davira.


"Ya udah non, hati-hati" ucap asisten rumah tangganya.


"Iya bi, assalamualaikum" ucap Davira.


"Wa'alaikumsalam non" ucap asisten rumah tangganya.


"Wa'alaikumsalam non" ucap asisten rumah tangganya.


"Ayok Clar" ucap Davira.


"Iya Ra" ucap Clarissa.


Mereka pun berlari mengitari komplek perumahan dan beristirahat di salah satu tempat yang ada di dekat sana.


"Haduh cape banget nih gw Clar, istirahat dulu yuk" ucap Davira.


"Disana aja yuk" ucap Clarissa menunjuk salah satu tempat yang tak jauh dari mereka.


"Ya udah ayok" ucap Davira.


"Akh akhirnya" ucap Davira yang langsung tepar diatas pasir.


"Kotor Ra, lu main tiduran aja" ucap Clarissa menarik tangan Davira agar berdiri.


"Pegel gw akh" ucap Davira yang kembali telentang.


"Duduk aja kan bisa, jangan tiduran kayak gitu, sayang baju lu" ucap Clarissa menarik tangan Davira.


"Iya, iya akh bawel lu" ucap Davira.


"Ini gak ada alas duduk apa ya?" tanya Clarissa melihat sekelilingnya.


"Kagak ada, udah sih duduk aja, ribet banget deh lu, tadi kan yang ngajak kesini lu" ucap Davira menatap sekitar.


"Masalahnya kan celana gw putih" ucap Clarissa.


"Lagian siapa suruh pakai celana putih" ucap Davira.


"Kagak ada celana lagi gw, kan adanya cuma baju ini sama celana ini doang, masih mending jaket gw ketinggalan satu di rumah lu" ucap Clarissa.


"Udah sih duduk aja, nanti kan bisa di cuci atau di laundry, ribet banget sih lu" ucap Davira menarik tangan Clarissa hingga jatuh tersungkur.


"Akh Davira, celana gw kotor kan" ucap Clarissa kesal.


"Entar laundry, ribet banget lu, daripada kram kaki lu habis lari malah berdiri kayak patung terus" ucap Davira.


"Hm iya sih" ucap Clarissa meluruskan kakinya sambil menatap sekelilingnya.


"Tempatnya bagus juga ya Ra" ucap Clarissa tersenyum dan masih terus menatap sekelilingnya.


"Hm, iya sih, lumayan bagus lah ya" ucap Davira menatap sekelilingnya.


"Foto yuk Ra" ucap Clarissa yang langsung berdiri dan menarik tangan Davira.


"Gak akh, gw capek tau" ucap Davira yang diam mematung.


"Ayok akh" ucap Clarissa menarik sekuat tenaga tangan Davira agar berdiri.


"Akh lu mh, pegel tau gw" ucap Davira.


"Sekali aja PLEASE... !" pinta Clarissa dengan ekspresi wajah sedih.


"Iya, iya, ya udah ayok, pakai handphone siapa?" tanya Davira.


"Pakai handphone lu aja" ucap Clarissa tersenyum.


"Hm, oke, kita pakai timer aja ya, berapa detik nih?" tanya Davira.


"Tiga detik aja sih, jangan kelamaan, pegel kali nungguin" ucap Clarissa.


"Okay" ucap Davira.


Davira mengatur timer di ponselnya tiga detik dan mereka pun mulai bergaya.



Setelah hasilnya keluar, Clarissa berlari untuk melihatnya.


"Akh lu mh, foto yang bener napa" ucap Clarissa kesal menatap hasil fotonya.


"Lah kenapa dh?, suka-suka gw lah" ucap Davira.


"Hm, okay" ucap Clarissa.


"Cantik juga ya gw" ucap Davira menarik paksa ponselnya yang dipegang oleh Clarissa, menatap fotonya dan tersenyum.


"Terserah lu lah, cari makanan yuk, lapar banget nih gw" ucap Clarissa.


"Ya udah ayok" ucap Davira.


Clarissa membersihkan pasir yang menempel di celananya, agar tidak terlalu kotor dan pergi dari sana.