Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Pelunasan Hutang Justin



"Sayang bangun, kita sholat subuh dulu" ucap Ruri menepuk pundak Davira.


"Iya mas" ucap Davira sembari menguap.


"Kamu duluan aja yang ambil wudhu" ucap Ruri.


"Iya mas" ucap Davira.


Ruri dan Davira pun melaksanakan shalat subuh pertama mereka setelah akad.


Setelah selesai shalat, Davira menanyakan sesuatu kepada Ruri.


"Mas kamu sarapan apa pagi ini?" tanya Davira.


"Kamu bisa masak sayang?" tanya Ruri.


"Enggak terlalu sih mas" ucap Davira tersenyum kecil sembari menggaruk kepala belakangnya.


"Ya udah ayok mas bantuin" ucap Ruri.


"Gak usah mas" ucap Davira.


"Gak apa-apa sayang, ya udah ayok" ucap Ruri membantu Davira berdiri.


"Iya mas" ucap Davira.


Ruri pun membantu Davira memasak untuk sarapan mereka.


Beralih ke kediaman Kay dan Tasya, kini Cakra tengah bersiap untuk pulang ke rumahnya, karena tidak enak dengan keluarga Kay dan merindukan ibunya.


"Kay, gw balik ya" ucap Cakra menepuk pundak Kay yang tengah berada di ruang tamu bersama dengan Tasya.


"Lah ngapain balik?, disini aja sih Cak, gak apa-apa kok, iya kan sayang?" tanya Kay menatap Tasya.


"Iya mas, disini aja gak apa-apa kok" ucap Tasya tersenyum menatap Kay.


"Hm gw balik aja, nyokap juga terlalu lama gw tinggal sendirian di rumah kan, sepertinya uang yang selama ini kita dapatkan sudah cukup untuk melunasi hutang bokap gw" ucap Cakra.


"Yakin lu?" tanya Kay.


"Iya" ucap Cakra.


"Kalau kurang bilang ya sama gw, Evan atau Ruri, jangan sungkan-sungkan sama kita" ucap Kay tersenyum sembari menepuk pundak Cakra.


"Thanks ya, gw balik ya, assalamualaikum" ucap Cakra tersenyum.


"Iya, wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan bro" ucap Kay.


"Oke siap, Sya gw pamit ya, titip salam sama keluarga lu berdua, bilangin makasih dari gw" ucap Cakra tersenyum.


"Oke siap" ucap Kay tersenyum.


Cakra pun pergi dari rumah Kay menuju rumahnya.


Di tengah perjalanan ia bertemu dengan Clarissa Edlyn.


"Ibu udah makan belum ya?, apa gw beliin nasi uduk aja kali ya?" tanya Cakra pada dirinya sendiri.


Cakra berhenti di tukang nasi uduk untuk membelikan makanan untuknya dan ibunya.


"Bu, nasi uduknya dua ya, pakai sambal dua-duanya" ucap Cakra pada penjual nasi uduk.


"Lu lagi, lu lagi, tukang nasi uduk kan banyak, kenapa lu harus beli disini sih?, oh gw tahu, atau jangan-jangan lu ngikutin gw sampai sini ya?" tanya Clarissa sewot menunjuk Cakra.


"Idih, idih, si najis!, kurang kerjaan banget gw ngikutin lu sampai sini!, lagipula ini daerah dekat rumah gw tahu!, rumah lu bukannya dekat sama Davira?, terus lu ngapain kesini?" tanya Cakra.


"Mbak, emang kenapa kalau mas Cakra beli nasi uduk sama saya?" tanya penjual nasi uduk.


Mendengar pertanyaan dari penjual nasi uduk membuat Clarissa terbingung dan diam mematung.


"Gak bisa jawab kan lu!, udah bu biarkan saja, ini cewek emang sengklek otaknya!" ucap Cakra.


"Ikh!" ucap Clarissa mencengkeram kedua tangannya depan wajah Cakra dengan ekspresi wajah marah.


Clarissa pun langsung pergi dari sana tidak jadi membeli nasi uduk.


"Lah mbak, ini gak jadi beli?" tanya penjual pada Clarissa.


"Gak jadi bu" ucap Clarissa menoleh sejenak dan kembali berjalan pergi.


"Gimana sih mbak?" tanya penjual yang nampak kesal.


"Itu pakai sambal kan bu?" tanya Cakra.


"Iya mas" ucap penjual.


"Itu buat saya aja bu gak apa-apa" ucap Cakra.


"Ya udah mas, saya buatkan yang satu lagi ya mas" ucap penjual.


"Iya bu" ucap Cakra tersenyum.


"Ini bu, makasih ya bu" ucap Cakra tersenyum.


"Eh mas ini kembaliannya belum" panggil penjual nasi uduk.


"Buat ibu aja" ucap Cakra tersenyum dan langsung memakai helm nya.


"Makasih ya mas" ucap penjual tersenyum.


"Sama-sama bu, saya permisi, assalamualaikum" ucap Cakra tersenyum dan menoleh ke belakang.


"Iya mas, wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan ya mas" ucap penjual tersenyum.


"Iya bu" ucap Cakra tersenyum dan langsung berbalik dengan motornya.


Sesampainya di depan rumah Cakra mengetuk pintunya dan memanggil ibunya.


"Tokk... tokk... assalamualaikum bu, Cakra pulang" ucap Cakra sembari mengetuk pintu rumahnya.


"Wa'alaikumsalam nak, ayok masuk" ucap ibunya tersenyum di depan pintu yang terbuka.


"Iya bu" ucap Cakra tersenyum.


"Bu, itu tadi Cakra beliin nasi uduk di warung mpok Lela" ucap Cakra tersenyum.


"Iya nak, kita makan sama-sama ya" ucap ibunya tersenyum.


"Iya bu" ucap Cakra tersenyum.


Ibunya pergi ke dapur mengambil dua sendok dan gelas serta teko berisi minuman.


"Ini nak minum dulu" ucap ibunya tersenyum.


"Makasih bu" ucap Cakra tersenyum.


"Iya nak sama-sama, ayok makan" ucap ibunya tersenyum sembari membuka karet nasi uduk.


"Iya bu" ucap Cakra tersenyum sembari membuka karet nasi uduk.


"Bu, nanti habis makan Cakra mau ke rumah orang tempat bapak berhutang ya, rumahnya dimana ya bu?" tanya Cakra.


"Kamu ada uang nak?" tanya ibunya.


"Ada bu, selama ini Cakra kerja disana, dan alhamdulilah uang itu bayar hutang bapak sudah terkumpul bu" ucap Cakra tersenyum.


"Alhamdulilah, makasih ya nak" ucap ibunya tersenyum.


"Iya bu, sama-sama" ucap Cakra tersenyum.


"Kamu tahu rumahnya mpok Lela kan nak?" tanya ibunya.


"Iya bu tahu, kenapa?" tanya Cakra.


"Rumah orang yang bapak pinjam uang itu rumahnya di samping rumah Mpok Lela nak" ucap ibunya.


"Oh, yang cat hijau itu bu?" tanya Cakra.


"Iya nak" ucap ibunya.


"Ya udah nanti Cakra kesana bu" ucap Cakra.


"Iya nak" ucap ibunya.


Setelah selesai makan, Cakra duduk sejenak dan pergi ke rumah orang itu.


"Bu, Cakra ke rumah dia dulu ya, assalamualaikum" ucap Cakra.


"Iya nak, wa'alaikumsalam" ucap ibunya sembari memegang tangan Cakra dan Cakra pun mencium punggung tangan ibunya.


"Assalamualaikum pak, saya mau melunasi hutang ayah saya" ucap Cakra menghampiri seorang pria yang tengah duduk di depan rumahnya.


"Siapa ayah kamu?" tanya pria itu.


"Justin Aquilla pak" ucap Cakra.


"Oke, ayok ikut saya ke dalam" ucap pria itu.


"Pak, tapi saya gak ada uang cash, gimana kalau kita ke bank langsung aja?" tanya Cakra.


"Ya udah ayok" ucap pria itu.


Cakra dan pria itu pun pergi ke bank.


"Udah lunas ya pak semua hutang ayah saya" ucap Cakra.


"Oke, saya permisi" ucap pria itu meninggalkan Cakra.


"Iya pak" ucap Cakra.


"HUFT!, alhamdulilah hirobbil alamin, akhirnya hutang bapak lunas juga, jadi kita gak akan di tagihin rentenir lagi" ucap Cakra tersenyum dan langsung pulang ke rumah dengan membawa bukti pembayarannya.