Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Bingung Pilih Baju



"Assalamualaikum" notifikasi WhatsApp nomor tidak dikenal pada WhatsApp di ponsel Davira.


"Wa'alaikumsalam, maaf ini siapa ya?" tanya Davira.


"Ruri, temennya Cakra, yang kemaren gak sengaja nabrak temen lu itu" ucap Ruri.


"Oh, lu dapet nomor wa gw darimana?" tanya Davira.


"Dari temen lu Clarissa" ucap Ruri.


"Hah?, Clarissa?, kok dia gak bilang dulu deh ke gw, eh tapi Ruri yang mana dh?" batin Davira bertanya-tanya.


"Eh coba pap dong, pengen tau gw, lu yang mana, kemaren kan lu berempat tuh" balas Davira.



"Tuh" ucap Ruri mengirimkan fotonya.


"Haduh, ini kan cowok yang gw mau, tau aja deh Clarissa, gak apa-apa deh, dia ngasih nomer gw ke dia gak bilang dulu, ternyata cintaku gak salah alamat" batin Clarissa senang hingga senyum-senyum sendiri.


"Assalamualaikum Davira, Davira buka dong pintunya" ucap Clarissa mengetuk pintu rumah Davira.


"Eh bentar ya, ada tamu tuh kayaknya di depan" ucap Davira.


"Oh oke" balas Ruri.


"Eh Clarissa, ayok masuk" ucap Davira membukakan pintu rumahnya.


"Eh Ra" ucap Clarissa.


"Kenapa Clar?" tanya Davira.


"Sorry ya, tadi gw ngasih nomer wa lu ke si Ruri, temennya si Cakra, habisnya dia ngancem gw sih" ucap Clarissa.


"Iya, gak apa-apa kok, ngancem gimana?" tanya Davira.


"Iya, tadi kan gw ngikutin si Cakra sampe ke depan kamarnya, eh pas gw mau balik si Ruri keluar, ngancem gw mau bilangin ke temen-temennya kalau tadi gw ngikutin si Cakra, kan gw bilang jangan, eh dia ngasih satu syarat, syaratnya gw harus ngasih nomor wa lu ke dia" ucap Clarissa.


"Oh gitu, lagian lu ngapain dh pake ngikutin si Cakra segala?" tanya Davira.


"Keppo gw" ucap Clarissa.


"Hm, kebiasaan dh nih anak" ucap Davira.


"Lu gak marah kan?" tanya Clarissa.


"Enggak kok, malah gw seneng" ucap Davira tersenyum.


"Seneng?, lu suka sama si Ruri?" tanya Clarissa.


"Hm, iya" ucap Davira tersenyum.


"Hah?, seriusan?" tanya Clarissa.


"Iya serius gw, thanks ya, gara-gara lu, gw bisa deket sama dia" ucap Davira tersenyum dan memeluk Clarissa.


"Iya sama-sama" ucap Clarissa yang membalas pelukan Davira.


"Kamu lagi apa?" notifikasi WhatsApp di ponsel Davira dari Ruri.


"Lagi duduk nih sama Clarissa" ucap Davira.


"Clarissa?" tanya Ruri.


"Iya Clarissa, kenapa emangnya?" tanya Davira.


"Haduh mampus gw, kalau si Clarissa ember gimana nih?" batin Ruri bertanya-tanya, panik.


"Dia bilang apa aja sama kamu?" tanya Ruri.


"Bilang tentang kamu yang ngancem dia" ucap Davira.


"Terus?" tanya Ruri.


"Terus, kamu ngasih satu syarat ke dia, syaratnya itu, ngasih nomor wa aku kan ke kamu?" tanya Davira.


HEHE, iya, sorry, sorry" ucap Ruri.


"Iya, gak apa-apa kok" ucap Davira.


"Kamu gak marah kan?" tanya Ruri.


"Enggak kok" jawab Danira menggunakan emoticon tersenyum


"Alhamdulillah, syukur deh" ucap Ruri.


"Iya" balas Davira.


"Eh, nanti malem jalan yuk, bisa gak?" tanya Ruri.


"Hm, bisa kok" jawab Davira.


"Ya udah, nanti jam 7 aku jemput ya" ucap Ruri.


"Oke" ucap Davira.


Coba share lokasi kamu dong" pinta Ruri.


Davira mengirimkan lokasi rumahnya.


"Oke" ucap Ruri.


Davira hanya menginginkannya stiker mengangguk dan tersenyum.


"CIE... !, CIE... ! Davira" ucap Clarissa tersenyum dan menyenggol lengan Davira.


"Apaan sih Clar?" tanya Davira malu.


"PJ dong" ucap Clarissa.


"PJ apaan?, jadian aja belom juga, udah minta PJ aja lu, entar kalo udah jadian, tuh baru lu minta sama si Ruri" ucap Davira.


"Hm, oke" ucap Clarissa.


"Haduh, gak ada baju lagi" ucap Davira menepuk keningnya sendiri.


"Kan baju lu banyak Ra" ucap Clarissa.


"Mana?, kagak ada baju gw, membosankan semua, temenin gw ke mall yuk, beli baju baru" ucap Davira menarik tangan Clarissa.


"Entar gw beliin deh, ayok temenin cepetan,. entar keburu malem" ucap Davira.


"Bener ya?" tanya Clarissa.


"Iya beneran, berisik lu, udah ayok akh" ucap Davira menarik tangan Clarissa.


"Bi, Davira keluar sebentar ya sama Clarissa" ucap Davira pada asisten rumah tangganya.


"Iya non" jawab asisten rumah tangganya.


"Ayok" ucap Davira menarik tangan Clarissa.


Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di depan mall dan memilih baju yang cocok. untuk ia pakai berkencan dengan Ruri.


"Eh, ini bagus kagak?" tanya Davira mengambil salah satu baju.


"Hm, enggak deh" ucap Clarissa menggelengkan kepala.


"Kenapa?" tanya Davira.


"Kurang bagus sih menurut gw" ucap Clarissa.


"Hm oke, terus yang mana dong?" tanya Davira.


"Yang ini gimana?" tanya Clarissa memberikan satu baju.


"Bagus juga" ucap Davira.


"Ya udah sana cobain dulu" ucap Clarissa menepuk pundak Davira.


"Oke" ucap Davira.


"Eh, tapi sepatunya apa dh?" tanya Davira.


"Lu mau beli sepatu sekalian?" tanya Clarissa.


"Iya dong, kan gw gak punya sepatu" ucap Davira.


"Ampun dh nih orang" ucap Clarissa menepuk keningnya sendiri.


"Kenapa?" tanya Davira.


"Gak apa-apa kok" ucap Clarissa menggelengkan kepalanya.


"Sepatunya yang mana?" tanya Davira.


"Ini kayaknya nyambung deh sama baju lu yang tadi, coba deh tempelin ke badan lu bajunya, pake sepatunya" ucap Clarissa.


"Wah mantep tuh, coba ke ruang ganti dulu" ucap Clarissa.


"Dimana?" tanya Davira.


"Ayok cari" ucap Clarissa memegang tangan Davira.


"Tuh, masuk sana" ucap Clarissa.


"Lu tunggu sini" ucap Davira memasuki ruang ganti.


"Oke" ucap Clarissa.


"Kayaknya enggak deh Clar" ucap Davira memandang baju dan sepatunya.


"Kenapa?" tanya Clarissa.


"Kurang srek" ucap Davira.


"Tadi lu bilang bagus" ucap Clarissa.


"Iya tadi bagus, tapi setelah gw pikir-pikir panjang jadi gak srek deh" ucap Davira.


"Astaga" ucap Clarissa menepuk jidatnya.


"Muter lagi yuk" ucap Davira menarik tangan Clarissa.


"Ya udah ayok" ucap Clarissa bete.


"Makan dulu napa, gw lapar banget nih" ucap Clarissa memegangi perutnya.


"Ya udah ayok" ucap Davira menarik tangan Clarissa.


Setengah jam kemudian mereka pun selesai makan.


"Clar ayok cari lagi" ucap Davira.


"Cari apaan?" tanya Clarissa.


"Baju sama sepatu lah" ucap Davira.


"Hm, ya udah ayok" ucap Clarissa yang mulai lelah menemani Davira.


4 jam pun berlalu, tapi Davira masih belum menemukan baju yang cocok.


"Ra balik yuk, udah deh pake baju gw aja nanti, belum juga dandan lu, pegel juga kaki gw, daritadi muter-muter" ucap Clarissa memegangi lututnya.


"Hm, ya udah deh" ucap Davira.


"Akhirnya" ucap Clarissa kelelahan.


Mereka pun sampai di rumah Clarissa.


"Nih tuh, pilih dh mau yang mana" ucap Clarissa mengeluarkan semua bajunya dari dalam lemari.


"Ikh ini ucul banget, gw mau yang ini" ucap Davira mengambil salah satu baju Clarissa.


"Cobain dulu sana" ucap Clarissa.


"Oke" ucap Davira.


"Nah ini yang gw mau, cantik, sexy, pas banget buat ngedate" ucap Davira tersenyum di depan cermin.


"Udah dandan lu cepetan belom balik ke rumah lu, kan lu tadi share alamatnya di rumah lu, bukan di rumah gw" ucap Clarissa.


"Gampang itu mh, entar tinggal share ulang lokasinya" ucap Davira.


"Astaga" ucap Clarissa menepuk jidatnya.


Davira pun hanya tertawa tanpa berbicara satu katapun dan kembali fokus berdandan.