Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Konsep Pesta Pernikahan



"Ini gw talangin dulu ya, entar lu transfer ke gw aja" kata Ruri.


"Oke, gimana itu?, udah dapat tempatnya?" tanya Evan.


"Aman, artisnya gimana?, bisa kagak?" tanya Ruri.


"Aman, dua-duanya bisa kok" kata Evan.


"Alhamdulilah deh kalau bisa, udah lu transfer full kan ke mereka?" tanya Ruri.


"Udah kok tenang aja" kata Evan.


"Alhamdulilah bagus deh, kalau belum lu lunasin takutnya nanti mereka berubah, jadi gak bisa datang lagi, gagal entar rencana kita buat bikin surprise party buat mereka" kata Ruri.


"Tenang, udah aman semuanya" kata Evan.


"Ya udah lu kesini cepetan, bantuin gw dekor tempatnya" pinta Ruri.


"Lah gak nyewa orang aja?, kita ngedekor sendiri nih?" tanya Evan.


"Iya nyewa orang lah, kan tapi dia pasti gak tahu konsep yang kita mau kayak gimana, udah lu kesini cepetan, setuju apa kagak sama konsep gw" pinta Ruri.


"Share aja lokasinya" kata Evan.


"Oke" kata Ruri yang langsung mengirimkan lokasi pada Evan.


Evan pun langsung bergegas menemui Ruri di denah lokasi yang ia kirimkan.


Beberapa menit kemudian Evan sampai di tempat Ruri.


"Assalamualaikum bro, gimana?" tanya Evan menepuk pundak Ruri.


"Wa'alaikumsalam, ayok ikut gw" kaya Ruri.


"Oke" kata Evan.


"Nih gw jelasin konsep pernikahannya, jadi nanti kita akad di taman ini, nanti ini kita bagi 2 aja gitu kayak semacam sekat gitu, tapi biar gak ketahuan kalau itu sekat pemisah kita hias, pakai bunga-bunga sama lampu gitu lah, mirip dekor tempat di pernikahan Bollywood gitu, paham kan?" tanya Ruri.


"Oh iya iya paham paham" kata Evan menganggukkan kepalanya.


"Eh ini ada dua taman ya?" tanya Evan.


"Iya, gw sengaja cari yang ada dua taman dekat pantai biar lebih sweet gitu" kata Ruri smirk mengangkat alisnya.


"Emang kalau disekat bagus?" tanya Evan.


"Menurut gw sih bagus, kan kita bikin itu seolah-olah bukan sekat, lagipula ini juga ada pemisah kedua tamannya, liat deh, iya kan?, jadi nanti ininya kita dekor lagi, biar gak keliatan kalau ada dua resepsi, lagipula ini juga dua taman yang berbeda, liat aja tuh konsep tamannya, dua-duanya beda kan?" tanya Ruri.


"Iya sih, konsep kedua taman ini beda" kata Evan menganggukkan kepala menatap sekelilingnya.


"Nah, nanti disini kursi pengantin gitu, kayak yang buat foto gitu" kata Ruri.


"Sebentar deh, kalau nanti ini disekat terus masuknya darimana?, kalau dari satu pintu berarti kan nanti ketahuan dong" kata Evan.


"Ayok ikut gw" kata Ruri.


"Lihat, ada tiga pintu gerbang, ini pintu masuk ke dalam pantai tuh lihat, ini pintu masuk ke taman satu, ini pintu masuk ke taman dua, gak akan ketahuan lah, gimana sih lu hm" kata Ruri.


"Oh ada tiga pintu pagar, gw kira pintu masuknya cuma satu" kata Evan.


"Kagak lah, kalau cuma satu ngapain gw booking" kata Ruri.


"Kedap suara gak sih tempatnya?, kan ada tiga lokasi bersebelahan tuh" kata Evan.


"Katanya sih kedap suara ya, walaupun berdekatan katanya gak akan kedengaran sampai samping, tadi udah gw tes juga sih, gw nyalain speaker full, di taman dua tapi di taman satu sama sekali gak kedengaran suara, jadi aman lah" kata Ruri.


"Hm okay, terus konsep setiap tempatnya gimana?" tanya Evan.


"Davira sih suka Bollywood, jadi nanti untuk tempat gw mau gw desain ala pernikahan Bollywood gitu, kalau Angel gw gak tahu, lu yang tahu itulah" kata Ruri.


"Hm, Angel sih tipe orang yang suka gaya klasik tapi mewah gitu, dan ya Angel suka warna merah, jadi nanti semua dekorasi bernuansa merah gitu, baik kursi, meja, atau apapun itu" kata Evan.


"Davira sih suka warna biru, jadi nanti semua dekorasi tempatnya bernuansa biru, tapi dengan gaya pernikahan di series Bollywood" kata Ruri.


"Angel suka gaya Eropa sih" kata Evan.


"Iya, gaya Eropa tapi serba merah, karpet merah dari depan gerbang pintu masuk sampai ke kursi pengantin" kata Evan.


"Gw pakai karpet merah atau biru aja ya?" tanya Ruri.


"Mending biru aja, kan biar serba biru gitu, sesuai dengan warna kesukaannya Davira" jawab Evan.


"Hm, iya juga sih" kata Ruri.


"Terus akadnya gimana?, pakai dua penghulu atau satu penghulu nih?, kalau pakai satu penghulu nanti ketahuan dong, lebih enak dua penghulu deh Rur, jadi nanti bagian surprise party nya kita janjian dulu, ke pantai sebelah itu, nanti pasti si Davira sama si Angel kaget kan liat masing-masing, terus kita bunyikan petasan untuk mengagetkan mereka, pas mereka liat ke atas langit, itu ada nama mereka gitu" kata Evan.


"Sweet sih, tapi masa nama doang sih?" tanya Ruri.


"Hm, iya juga ya, gini aja deh, ILYSM Davira, ILYSM Angel tapi hurufnya keluar satu-satu dulu gitu, nanti baru keluar barengan, nah petasannya habis, kita nyalakan musik yang kencang terus baru deh itu si Mew duluan yang konser baru nanti BTS, gimana?" tanya Evan.


"Hm, oke juga, tapi gak akh" kata Ruri.


"Lah terus apa deh?" tanya Evan.


"ILY aja lebih sweet kayaknya, jangan pakai SM" jawab Ruri.


"Hm, ya udah gitu aja" kata Evan.


"Sebentar deh, dekorasi pantainya gimana?, masa pantainya kagak lu dekor sih, cuma petasan doang" kata Evan.


"Panggungnya disini kan, membelakangi ombak pantai, nanti di sekelilingnya dipasang kayak lampu gantung gitu kan ini banyak pohon tuh, nanti pohonnya dikasih lampu biar aesthetic gitu" kata Ruri.


"Hm okay" kata Evan menganggukkan kepalanya.


"Udah fix nih ya jadinya?, ya udah kasih dekor party nya, biar mereka aja yang dekor" kata Evan.


"Hm, bapak tadi nyimak semua kan?, paham kan pak?" tanya Ruri menatap seorang yang ia sewa untuk dekorasi tempat pernikahannya.


"Iya paham mas" kata pria itu.


"Oh iya pak, tolong carikan dua wanita Indonesia yang good looking, satu wanita bule bermata biru, satu pria Indonesia gak good looking juga gak apa-apa, sama satu pria bule bermata kanan biru dan kiri hijau ya pak, kalau gak nemu bule aja nanti beliin soflens biar beda warna matanya" kata Ruri.


"Untuk apa ya mas?" tanya pria itu.


"Hm jadi gini pak, Davira ini kan rada creepy orangnya, dia pernah minta di pesta pernikahannya itu ada kuntilanak, kuntilanak merah, noni Belanda, pocong gosong, sama serdadu Belanda gitu, nah jadi nanti mereka itu akan cosplay jadi hantu-hantu yang Davira inginkan" jawab Ruri.


"Serem juga bini lu Rur" sela Evan.


"Enggak lah b aja, orang cantik mh bebas" kata Ruri.


"Creepy gak masalah ya asal cantik?" tanya Evan.


"Iya lah, cantik itu harus" kata Ruri.


Evan yang mendengar hanya tertawa sembari menggelengkan kepalanya.


"Gimana pak?" tanya Ruri.


"Okay siap mas, nanti saya carikan kriteria yang sesuai dengan yang mas inginkan" kata pria itu.


"Nanti kandidatnya suruh ketemu saya dulu ya pak, biar saya lihat dulu, sesuai atau tidak dengan cosplay hantu yang Davira inginkan, takutnya nanti gak sesuai" kata Ruri.


"Okay siap mas" kata pria itu tersenyum.


"Hm okay pak, makasih ya pak" kata Ruri tersenyum.


"Sama-sama mas" kata pria itu tersenyum.


"Ya udah gw mau jemput Davira dulu ya Van, mau cari cincin sama ngukur baju juga assalamualaikum" kata Ruri.


"Wa'alaikumsalam, ya udah gw ke rumah Angel deh" kata Evan.


"Ikut-ikutan aja lu Van" kata Ruri.


"Lah kan tanggal resepsinya barengan gimana sih lu?" tanya Evan kesal.


"Iya iya" kata Ruri yang langsung pergi.


Ruri dan Evan pun pergi ke rumah calon istri mereka masing-masing.