Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
90% Ready



"Sayang terus supir kamu gimana?, dia langsung ke bandara atau tetap di Jakarta?" tanya Ruri.


"Gak tahu mas, coba sebentar aku wa dulu ya" ucap Davira.


"Kalau enggak suruh ke rumah aku aja, daripada dia sendirian dirumah kan, tapi kalau ada temannya sih gak apa-apa sayang" ucap Ruri.


"Oke" ucap Davira.


"Assalamualaikum pak, pak kalau bapak sendirian di rumah mending ke rumah mas Ruri aja pak, biar ada teman ngobrol, gak gabut sendirian dirumah" ucap Davira.


"Wa'alaikumsalam mbak, saya lagi dirumah istri saya, nanti saya ke rumah mas Ruri deh" ucap supir pribadinya.


"Kalau lagi dirumah istri bapak gak usah ke rumah mas Ruri pak, gak apa-apa kok, aku kira bapak sendirian gitu dirumah, daripada gak ada teman ngobrol mending ke rumah mas Ruri aja gitu, tapi ya bapak lagi dirumah istrinya jadi ya gak apa-apa, gak usah kesini" ucap Davira.


"Siap non" balas supir pribadinya.


"Kata pak Samsul dia lagi dirumah istrinya mas" ucap Davira.


"Oh ya udah kalau gitu" ucap Ruri.


Mereka pun tiba dirumah Ruri, namun saat Davira ingin turun Ruri menahannya.


"Jangan turun dulu" ucap Ruri saat melihat Davira ingin membuka pintu mobilnya.


"Ada apa mas?" tanya Davira.


"Wait..." ucap Ruri bergegas turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Davira.


Davira pun tersenyum melihat perlakuan manis Ruri kepadanya itu.


"Eh nasinya mana ya?" tanya Ruri celingukan mencari nasi bungkus yang ia beli tadi.


"Sama saya tuan" ucap pak Bambang.


"Oh ya udah, kirain masih ketinggalan di dalam mobil" ucap Ruri yang langsung menutup pintu mobilnya.


Ruri mengantarkan Davira ke kamar tamu untuknya tidur semalaman.


"Sayang kamu gak apa-apa kan tidur di kamar tamu?" tanya Ruri ketika sampai di depan pintu kamar.


"Gak apa-apa kok mas, emangnya kenapa mas?, ada yang salah sama kamar ini?" tanya Davira yang langsung membuka pintu kamar yang tadi sudah dibukakan kuncinya oleh Ruri.


"Kamarnya bagus kok mas, emangnya kenapa sama kamar ini?" tanya Davira yang langsung masuk ke dalam kamarnya dan menatap sekeliling kamarnya.


"Gak kenapa-kenapa sih, tapi kan kamu bukan tamu, kamu kan calon istri aku, emangnya gak apa-apa kalau kamu tidur di kamar tamu?, aku gak berani soalnya kalau kamu tidur di kamar papah, atau kamu tidur di kamar aku aja ya?, biar aku yang tidur di kamar tamu aja" ucap Ruri.


"Aku gak apa-apa kok mas tidur di kamar ini, aku suka kok sama kamar ini, bagus kamarnya" ucap Davira tersenyum menatap Ruri.


"Ya udah sayang aku tinggal dulu ya, mau mandi" ucap Ruri.


"Iya mas, aku juga mau bersih-bersih dulu" ucap Davira.


"Nanti langsung turun ke bawah aja ya sayang, kita makan bareng-bareng di bawah" ucap Ruri tersenyum.


"Iya mas" ucap Davira tersenyum.


Ruri pergi meninggalkan Davira dan menutup pintu kamarnya.


Setelah selesai membersihkan diri, mereka turun ke bawah untuk makan bersama.


Ruri menyalakan televisi untuk memecah keheningan diantara mereka. Disaat mereka sedang makan bersama, handphone Ruri berdering, Ruri pun mengangkat panggilan teleponnya.


"Assalamualaikum mas Ruri" ucap Reza orang yang ia tunjuk untuk mencari kandidat yang akan ia gunakan untuk cosplay hantu di hari pernikahannya.


"Wa'alaikumsalam iya mas ada apa?" tanya Ruri.


"Ini saya sudah dapat beberapa kandidatnya, semuanya ada di Indonesia, apa mas lagi di Indonesia atau masih di Amsterdam ya?" tanya Reza.


"Kebetulan saya lagi di Indonesia sama Davira juga, ya udah nanti kita ketemuan aja, soalnya besok saya dan Davira balik lagi ke Amsterdam untuk mengecek tempat pernikahan kita sudah siap atau belum" ucap Ruri.


"Oke mas, jam berapa ya mas bisanya?" tanya Reza.


"Oke mas, nanti saya kabarin lagi jam sama tempatnya" ucap Reza.


"Siap mas, makasih ya mas" ucap Ruri.


"Sama-sama mas" ucap Reza yang langsung mematikan panggilan teleponnya.


"Siapa mas?" tanya Davira.


"Oh tadi itu Reza teman aku sayang, aku minta dia buat carikan orang yang akan jadi cosplay di hari pernikahan kita" ucap Ruri tersenyum.


"Cosplay apa mas?" tanya Davira.


"Cosplay hantu yang pernah kamu bilang ke aku dulu itu" ucap Ruri tersenyum.


"Akh mas masih ingat aja deh, aku kan cuma bercanda doang mas" ucap Davira tersipu malu mendorong Ruri.


"Gak apa-apa sayang, biar pernikahan kita beda dari yang lainnya" ucap Ruri tersenyum.


"Iya mas, makasih ya mas, mas ngasih aku semua yang aku mau di hari pernikahan kita" ucap Davira tersenyum.


"Iya sayang, sama-sama" ucap Ruri tersenyum menatap Davira.


"Sayang ini Reza udah ngirimin tempat ketemuannya dimana, sama jam berapanya, kamu mau ikut gak?" tanya Ruri.


"Ikut mas" ucap Davira menganggukkan kepalanya.


"Jam berapa mas?, ketemuan dimana?, jauh gak dari sini?" tanya Davira.


"Jam 3 sayang, dekat kok dari sini, habis makan kamu istirahat aja dulu" ucap Ruri.


"Iya mas" ucap Davira yang langsung berdiri untuk membuang bungkus nasi yang habis ia makan dan mencuci tangannya.


"Mas, aku ke kamar dulu ya" ucap Davira tersenyum.


"Iya sayang, istirahat dulu aja" ucap Ruri tersenyum.


Setelah mematikan televisi, Ruri pergi ke kamarnya.


"Cie yang mau nikah sebentar lagi, pasti lagi deg deg serr deh jantungnya" notifikasi WhatsApp dari Evan.


"Akh sialan kau!, kau kan juga mau nikah, bilang aja kalau lu lagi deg deg kan sekarang, pakai acara ngeledekin gw lagi lu Pan!" balas Ruri.


"Aih, iya nih, deg-degan banget nih gw" ucap Evan.


"Sama Pan, bukan lu doang" balas Ruri.


"Itu gimana acara lu, udah berapa persen ready?" tanya Evan.


"Undangan pernikahan udah gw sebarin, orang buat cosplay juga udah nemu, kang make-up juga udah, printilan pernikahan juga udah, udah booking buat makanan juga, kalau tempat ya gak tahu sih, tapi terakhir gw lihat sih, tempatnya udah hampir ready, lah lu sendiri gimana?, udah ready belum?" yg tanya Ruri.


"Wih, 90% lah ya, gw lagi nunggu undangan pernikahannya jadi nih, kemarin udah gw pesan, katanya jadinya besok" ucap Evan.


"Oh gitu, harus cepet lho, ingat sebentar lagi hari pernikahannya" ucap Ruri.


"Iya, bawel banget lu, tempat pernikahan gw udah jadi kok, printilan, MUA, sama makanan juga udah lah, tinggal undangan doang sih yang belum" ucap Evan.


"Nah gitu dong, harus sat set sat set, biar cepat kelar" ucap Ruri.


"Lu udah nyiapin baju dinas buat Davira nanti?" tanya Evan.


"Weits!, udah dong pastinya, itu yang paling penting" ucap Ruri.


"Inti dari pernikahan ya hahaha!" jawab Evan tertawa.


"Iya dong pastinya" ucap Ruri.


"Ya udah entar lagi gibahnya ya, gw ada acara" ucap Evan.


"Okay" balas Ruri.