Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Salah Paham



"Lihat deh, calon bini lu ngambek tuh" bisik Reza pada Ruri memberikan isyarat dengan matanya menatap Davira.


Ruri pun menatap Davira, Davira menoleh sejenak dengan ekspresi wajah cemberut dan kembali memalingkan wajahnya dari mereka.


"Samperin sana, mau nikah masa malah ngambek-ngambekan, nanti malam pertamanya gimana?, terlewatkan nanti lho, ingat, malam pertama itu malam sakral" bisik Reza.


"Hm iya juga ya, bisa-bisa entar terlewatkan malam pertamanya, eh tapi kayaknya enggak deh" ucap Ruri.


"Yakin lu?" tanya Reza.


"Fifty fifty sih" ucap Ruri tersenyum kecil sembari menggaruk kepalanya.


"Udah sana samperin" bisik Reza.


"Iya" ucap Ruri pergi menghampiri Davira.


"Hey, marah terus neng, lagi pms?" tanya Ruri memegang dagu Davira.


Davira yang melihatnya, sontak menepis tangan Ruri dari dagunya.


Ruri pun duduk di bangku kosong samping Davira.


"Jangan marah dong, hei, cewek, gak lucu akh, masa marah sih" ucap Ruri gelendotan seperti anak kecil pada Davira.


Davira yang melihat Ruri seperti bayi kecil pun menahan senyumnya, agar Ruri tidak mengetahuinya.


"Kalau mau senyum, senyum aja, aku tahu kok, kalau aku itu manis" ucap Ruri tersenyum dan meletakkan kedua jari telunjuk di pipinya.


Davira pun menoleh dan akhirnya tersenyum, karena tidak sanggup lagi menahannya.


"Iiikhh!, gemesin banget sih kamu" ucap Davira gemas sembari mencubit kedua pipi Ruri.


"Arrrghh!" ucap Ruri dengan nada yang sangat menggemaskan.


Ruri langsung bersandar di pundak Davira sembari tersenyum dan satu tangan Davira ada di pundak Ruri sembari mengelus-elus rambut Ruri, sedangkan tangan Ruri yang lain ada di pinggang Davira, dan tangan Davira berada diatas tangan Ruri yang memeluk pinggangnya.


"WOI!, buset deh!, bisa-bisanya lu berdua mesra-mesraan depan gw, udah tahu gw jomblo" ucap Reza menghampiri Ruri dan Davira yang tengah bermesraan dengan ekspresi wajah sedih.


"Kasian!, cari ayang makanya sana!" ucap Ruri menoleh sejenak Reza dan kembali bersandar di pundak Davira.


"Hm!, sialan kau" ucap Reza.


"Nama gw Ruri, bukan Alan, jadi seharusnya siruri bukan sialan" ucap Ruri.


"Akh somplak otak lu Rur!" ucap Reza kesal dan langsung pergi ke kamar.


"Mau kemana lu?" tanya Ruri.


"Kamar akh, mau tidur gw, ngantuk" ucap Reza menguap dan langsung pergi.


"Kita ke kamar aja yuk sayang" ucap Ruri menarik tangan Davira.


"Iya sayang" ucap Davira tersenyum.


"Ngapain lu berdua ke kamar?" tanya Reza.


"Mau bikin bayi, pakai nanya lagi, ya mau tidur lah, gila lu!" ucap Ruri kesal.


"Tidur apa tidurrr nih?" tanya Reza.


"Ya tidur" ucap Ruri menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah kebingungan.


"Akh masa sih?, gak yakin deh gw, ekspresi wajah lu aja kayak gitu" ucap Reza menunjuk Ruri.


"Ngapa muka gw hah?, emang ada yang salah sama muka gw, akh enggak akh!,. ganteng gini juga" ucap Ruri mengacak-acak rambutnya dan merapihkannya kembali dengan menatap ponselnya sebagai cermin.


"Iyuhh!, ganteng dari Hongkong hah?" tanya Reza.


"Gw mh ganteng, menurut gw diri gw sendiri dan Davira, kalau gak percaya tanya aja orangnya" ucap Ruri tersenyum dan mengangkat alisnya menatap Davira.


"Hm, iii-ya" ucap Davira terbata-bata.


"Tuh kan!, gw itu emang ganteng, ya wajar sih kalau menurut gw gak ganteng, ya berarti lu masih normal lah ya, bukan termaksud kaum pelangi" ucap Ruri.


"Pelangi itu indah" ucap Reza.


"Kalau iya kenapa?, ada masalah mas?" tanya Reza mengalungkan tangannya dan mengaitkannya di leher Ruri sembari mengelus perlahan leher Ruri.


"Ikh!, SHiA!" ucap Ruri kesal dan langsung mendorong Reza hingga terjatuh.


HAHA!, canda woy!, gw masih doyan cewek kali!" ucap Reza tertawa terbahak-bahak.


"Iiikhhh!, geli!" ucap Ruri kegelian dan berlari pergi meninggalkan Reza dan Davira.


"Kok aku ditinggal sih mas?" tanya Davira saat melihat Ruri berlari meninggalkannya berdua dengan Reza.


Davira menatap kebingungan ke arah Reza yang masih tergeletak dan Ruri yang semakin jauh meninggalkan mereka.


"Ayok mas, saya bantu" ucap Davira mengulurkan tangannya pada Reza.


Reza yang mendengar dan melihat tangan Davira ada di depannya sontak terkejut.


Reza memegang tangan Davira, dan Davira menarik tangan Reza untuk membangunkannya.


Davira berhasil menarik tangan Reza hingga berdiri namun ia malah terlempar. Reza dengan sigap menangkap tubuh Davira dan mereka pun saling menatap satu sama lain dengan tangan Davira yang berpegangan di pundak Reza.


"Oh iya kelupaan, Davira ketinggalan ya?" tanya Ruri pada dirinya sendiri yang menyadari tidak ada Davira disampingnya.


Ruri pun kembali kesana untuk menjemput Davira, namun yang ia dapati malah sebaliknya. Ruri melihat Davira tengah bermesraan dengan Reza.


Ruri sontak terkejut dan ekspresi wajahnya seketika berubah sedih dengan air mata yang mulai berlinang.


Ruri berbalik badan dan berniat untuk meninggalkan Davira dan Reza yang tengah bermesraan agar tidak menggangu kemesraan mereka, namun ketika berbalik Ruri malah menubruk salah satu pramugari yang melintas, pramugari itu berteriak "Arrrghh" ketik tubuhnya tertabrak oleh Ruri dan ingin terpental, dengan sigap Ruri menangkap tubuh pramugari cantik itu agar tidak terjatuh dan mereka pun saling berpandangan satu sama lain tanpa berkedip sedetik pun.


Mendengar suara teriakan pramugari itu membuat Davira dan Reza akhirnya tersadar, Reza membantu Davira berdiri dan Davira melepaskan tangannya dari pundak Reza.


"Mas" panggil Davira.


Ruri yang mendengar suara Davira sontak tersadar dan membantu pramugari itu berdiri.


Davira pun menghampiri Ruri dan pramugari itu.


"Maaf ya mbak, saya gak sengaja tadi nabrak mbak" ucap Ruri tersenyum malu sembari menggaruk kepala belakangnya.


"Iya mas, gak apa-apa kok, saya permisi ya" ucap pramugari itu tersenyum malu.


"Iya mbak, silakan" ucap Ruri tersenyum dan menganggukkan kepala serta menunjukkan arah jalan kepada pramugari itu.


Davira sontak menatap sinis Ruri dan pramugari itu secara bergantian.


"Udah mas mesra-mesraannya?" tanya Davira menyeringai.


"Kamu juga udah mesra-mesraannya sama si Reza hah?" tanya Ruri menatap Davira menyeringai.


"Aku gak mesra-mesraan ya sama dia, tadi aku cuma nolongin dia doang yang jatuh karena kamu dorong tadi, tapi aku malah jatuh dan dia cuma nolongin aku, gak lebih kok" ucap Davira.


"Oooh!" ucap Ruri menganggukkan kepalanya dan memalingkan wajahnya Davira.


"Iya, dan kamu malah asik pacaran sama tuh pramugari, mentang-mentang tuh pramugari cantik, seksi, langsung deh ditempelin, dipelukkin kan?, hm, anget ya mas?, dasar laki-laki buaya darat!" ucap Davira kesal dan memalingkan wajahnya dari Ruri.


"Jaga ya omongan kamu!, apa kamu tahu hah?, aku tadi lihat kamu mesra-mesraan sama Reza, apa kamu kira hati aku gak hancur hah?, aku berbalik dan ingin pergi meninggalkan kamu, ya agar kemesraan kalian tidak terusik dengan kehadiran aku, tapi aku malah gak sengaja nabrak pramugari tadi, dia jatuh ya aku tolongin, toh juga kan salah aku yang gak sengaja nabrak dia" ucap Ruri berlinang air mata.


"Aku minta maaf, aku minta maaf kalau kamu mikir aku tadi mesra-mesraan sama dia, tapi itu gak sesuai sama apa yang kamu pikirkan, maafin aku ya" ucap Davira meneteskan air matanya dan memegang tangan Ruri.


Ruri melepaskan tangan Davira, Davira yang melihatnya sontak terkejut, namun Ruri malah memeluknya, Davira pun membalas pelukan Ruri. Ruri melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Davira.


"Iya aku udah maafin kamu kok, maafin aku juga ya" ucap Ruri tersenyum namun air matanya masih menetes.


"Iya mas" ucap Davira tersenyum dan menghapus air mata Ruri.


Ruri pun tersenyum dan menghapus air mata Davira, mereka kembali berpelukan, namun Reza memecahkan suasana.


"Sorry ya bro, gw gk bermaksud kayak gitu" ucap Reza.


"Iya bro gak apa-apa kok" ucap Ruri menepuk pundak Reza dan memeluknya, Reza pun memeluknya, mereka berpelukan sejenak dan Ruri kembali pada Davira merangkul pinggangnya dan mengajaknya pergi.


Reza pun ikut pergi di belakang mereka. Ruri menoleh ke arah Reza dan kembali ke belakang. Ruri merangkul pundak Reza dan mengajaknya untuk pergi bersamanya dan davira sembari tersenyum. Reza pun membalas senyuman Ruri dan mereka bertiga pergi bersama.