Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Persetujuan untuk Nikah Bareng



"Gimana?" tanya Ruri.


"Aman" jawab Evan.


"Oh oke, gw mau tidur akh, ngantuk" kata Ruri.


"Sama" kata Evan.


Keesokan harinya Ruri beserta keluarganya menemui keluarga Davira begitupun dengan Evan.


"Pah, papah mau pergi ke mana?" tanya Davira.


"Papah mau pergi keluar kota ya sayang, ada pekerjaan" kata ayahnya.


"Ayok pah" kata Rigel Aravaraiyan yang datang menghampiri ayahnya sembari merapihkan bajunya.


"Lah bang, lu ikut juga?" tanya Davira.


Rigel terdiam kebingungan menatap orangtuanya.


"Iya Rigel ikut, soalnya rekan bisnis papah ini itu temennya Rigel" kata ayahnya.


"Oh gitu" kata Davira menganggukkan kepala.


"Iya nak, kita berangkat dulu ya nak, kita cuma sebentar kok, nanti pulang lagi, kamu hati-hati dirumah ya nak" kata ayahnya.


"Iya pah" kata Davira tersenyum.


"Assalamualaikum" kata ayahnya tersenyum.


"Wa'alaikumsalam'' kata Davira tersenyum.


Orangtuanya dan Rigel pergi menemui Ruri di cafe Cempaka. Setelah mereka semua pergi, Davira mengunci pintunya dan pergi ke kamarnya.


"AKH!" kata Davira sembari merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.


"Ada wa nih dari Clarissa" kata Davira melihat notifikasi wa di ponselnya ketika menyalakan data.


"CIE yang sebentar lagi nikah, kyu kyu, PJ dong!" notifikasi WhatsApp dari Clarissa.


"Apa sih Clar, cie cie aja lu" balas Davira.


"Cepet banget lu nikah, atau jangan-jangan... elu udah... " kata Clarissa.


"Apa hah?, hamil maksud lu?" tanya Davira kesal.


"Gw gak bilang lho, tapi lu sendiri yang bilang" kata Clarissa.


"Ngaco lu!, ya kagak lah!" kata Davira kesal.


"Hm... okay" kata Clarissa.


"Jadi rencananya tanggal berapa nih?" tanya Clarissa.


"Keppo lu Clar" kata Davira.


Hm.


"Nanti lu juga tahu sendiri sih"


"Hm, gitu banget lu" kata Clarissa.


"HAHA!, selamat berkepo ria bestie" kata Davira.


"AKH!, SHiA!" kata Clarissa.


"Sabar, sabar bestie masih pagi" kata Davira.


Hm.


"Om" panggil Ruri mengangkat tangannya sembari tersenyum.


Ayah Davira yang melihat keberadaan Ren pun mengajak istri dan anak sulungnya untuk menemui Ruri.


"Jadi gimana Ruri?" tanya ayah Davira.


"Diminum dulu om, tadi udah aku pesanin minuman, kalau lapar pesan makanan dulu aja om" kata Ruri.


"Gak usah nanti saja makannya" kata ayah Davira.


"Om kenalin ini Evan, sahabat aku" kata Ruri tersenyum sembari menepuk pundak Evan.


"Om aku Evan" kata Evan tersenyum sembari mengulurkan tangannya.


"Oh iya, saya Novan, ayahnya Davira" kata ayah Davira tersenyum membalas uluran tangan Evan.


"Evan" kata Evan tersenyum mengulurkan tangannya pada abang Davira.


"Rigel" kata Rigel tersenyum kecil membalas uluran tangan Evan.


"Sebenernya ada apa ini ya Ruri?, sampai kamu ngajak sahabat kamu kesini" kata ayah Davira.


"Sebentar ya om, nanti aku jelaskan, tapi kita tunggu calon mertuanya Evan dulu ya" kata Ruri.


"Hm, oke" kata ayah Davira.


Keluarga Angel datang menghampiri Evan dan terkejut melihat keluarga Davira.


"Van siapa mereka?" tanya Reynand abang Angel.


"Hm, okay" kata Reynand.


"Jadi gini om, aku kan rencananya mau mengadakan pesta pernikahan barengan sama sahabat aku om, ya nanti rencananya aku mau mengundang Mew Suppasit om, kan dia penyanyi, Davira juga ngefans banget sama dia, nah Angel calonnya Evan ngefans sama BTS, Evan juga mau mengundang BTS om ke acara pernikahannya, nah kebetulan Davira juga suka sama BTS begitupun dengan Angel om yang katanya juga ngefans sama Mew Suppasit, jadi kita mau mengadakan pesta bareng gitu om, sebenarnya sih ini udah direncanakan lama om, kita pengen pesta bareng gitu, hm gimana om?, setuju gak?, ya kalau om sekeluarga gak setuju sih ya gak apa-apa" kata Ruri.


"Hm, nikah bareng sahabat ya?, oke juga, dulu saya juga pengen nikah bareng sahabat tapi malah sahabat saya nikah duluan, gagal deh rencana nikah barengnya" kata ayah Davira tertawa kecil.


"Yang benar pah?, kok mamah gak pernah tahu ya?" tanya istrinya.


"Iya mah, papah gak pernah cerita" kata suaminya tertawa kecil.


"Papah ini ya,sama mamah aja gak pernah cerita tapi sama calonnya Davira langsung cerita hm" kata istrinya cemberut.


"Akh mamah mh jangan kayak anak kecil akh, malu tahu diliatin tuh sama yang lain" kata suaminya.


Hm.


Ruri yang melihat sontak tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Oh iya jadi gimana om?, apa om setuju?" tanya Ruri.


"Iya om setuju-setuju aja sih, iya kan mah?, Gel?" tanya ayahnya menatap istrinya dan anak sulungnya.


"Iya mamah sih terserah papah aja lah" kata istrinya.


"Sama pah, terserah papah aja sama Ruri, atur aja gimana baiknya" kata Rigel.


"Oke, kita sekeluarga setuju" kata ayah Davira.


"Makasih om, tante, mas" kata Ruri tersenyum.


"Iya" kata keluarga Davira kompak tersenyum sembari tersenyum.


"Hm, Van tanya dong sama calon mertua lu, gimana sih" kata Ruri menepuk pundak Evan.


"Iya iya" kata Evan.


Keluarga Angel yang sudah lama mengenal Evan pun tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat tingkah Evan.


"Om, tante, bang, gimana?, setuju gak?" tanya Evan.


"Ya kami sih terserah kamu saja, lagian kan kalian yang menikah, kalau itu baik untuk Angel, ya kita setuju aja sih" kata ayah Angel.


"Iya Evan, terserah kalian saja, atur saja baiknya gimana, kita sebagai keluarganya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kalian nantinya, semoga pernikahan kalian lancar, samawa" kata ayah Angel tersenyum.


"Aamiin" kata Evan dan Ruri kompak.


"Oke, kita sebenarnya mau ngomongin itu aja sih om, tante, bang" kata Ruri.


"Udah?" tanya ayah Davira.


"Om mau makan dulu gak?" tanya Ruri.


"Gak usah deh, saya ada meeting jam sebelas, ini jam berapa?" tanya ayah Davira.


"Jam setengah sebelas om" kata Ruri.


"Ya udah kita langsung balik aja ya, semoga pernikahan kalian lancar" kata ayah Davira tersenyum sembari menepuk pundak Ruri.


"Aamiin, makasih om atas doanya" kata Ruri tersenyum.


"Iya sama-sama, kita pamit ya, assalamualaikum" kata ayah Davira tersenyum.


"Iya om, wa'alaikumsalam" jawab Ruri sembari tersenyum.


"Kita juga balik ya Van" kata Reynand menepuk pundak Evan.


"Oke bang, hati-hati" kata Evan.


"Iya, assalamualaikum" kata Reynand.


"Wa'alaikumsalam" jawab Evan sembari tersenyum.


"Enak banget keluarga calon mertua lu, santai banget kayaknya" kata Ruri.


"Iya, wajar sih, kan gw sama Angel juga udah kenal dari kecil, gw juga sering kerumahnya, jadi ya keluarganya juga santai sama gw" kata Evan tersenyum.


"Semuanya udah beres, kita booking tempat yuk" kata Ruri menepuk pundak Evan.


"Eh iya kita belum booking tempat ya, ya udah ayok" kata Evan.


"Belum lah, gini deh biar cepat, gw booking tempatnya, lu hubungin pihaknya Mew Suppasit sama BTS deh, buat booking mereka perform di pesta nanti" kata Ruri.


"Tanggal berapa deh bookingnya?, gw lupa" kata Evan.


"Akh dasar remaja jompo, 22 Desember, sebentar lagi, harus bisa pokonya" kata Ruri.


"Oke, Mew lu yang bayar ya" kata Evan.


"Iya udah chat aja dulu itu asistennya" kata Ruri.


"Oke" kata Evan.


"Ya udah ayok pergi, lu mau di cafe sampai malam hah?" tanya Ruri yang langsung pergi meninggalkannya.


"Ya kagak lah" kata Evan mengejar kepergian Ruri.