
"Kalau lu berdua mau nikah bareng, berarti keluarga kalian sama keluarga calon kalian harus ketemu dulu dong, minta izin gitu mau ngadain pesta barengan" kata Cakra.
"Hm, bener juga si Cakra, gimana Van?" tanya Ruri.
"Ya udah besok kita ajakin aja ngumpul di cafe gitu, bahas tentang masalah ini" kata Evan.
"Oke juga" ucap Ruri.
"Assalamualaikum pah, rencananya aku sama Evan mau nikah bareng gitu di satu tempat, ya biar beda gitu sama yang lain, gimana pah?, boleh gak?" tanya Ruri pada ayahnya.
"Wa'alaikumsalam, kalau papah sih terserah sama kamu saja, kan kamu yang mau nikah, tapi apa keluarga Davira mengizinkannya kalau kalian mengadakan pesta pernikahan barengan?" tanya ayah Ruri.
"Itu dia pah, aku juga gak tahu, jadi aku pengennya itu kita nikah nih tempatnya barengan, terus kayak resepsinya beda-beda gitu, Davira kan ngefans banget pah sama Mew Suppasit tuh aktor Thailand, ya aku pengen kayak manggil dia gitu buat konser setelah akad, kan Mew Suppasit itu juga penyanyi kan pah, jadi kayak semacam surprise gitu buat Davira di hari pernikahan kita, nah kalau ceweknya Evan ini dia tergila-gila banget tuh sama BTS, katanya sih Evan mau manggil BTS juga gitu, ya semacam surprise juga gitu buat Fidelya calon istrinya, dan kebetulan juga Davira juga suka sama Taehyung, si Fidelya juga suka nih sama Mew Suppasit, jadi kan biar sekalian gitu, tapi aku bingung pah gimana ngomongnya gitu" kata Ruri.
"Hm gini aja, kamu ketemuan aja sama keluarganya Davira jelasin semuanya gitu ke mereka, tapi jangan ada Davira, kan tujuan kamu memberikan dia kejutan setelah akad nikah kan?, jadi ya kamu bilang aja ke keluarganya, kali aja dibolehin" kata ayahnya.
"Berarti nanti Davira gak dikasih tahu pah?, kalau aku mau mengadakan pesta pernikahan barengan sama Evan" kata Ruri.
"Kalau sama Davira, kamu bilang aja nanti kamu mau mengadakan pesta pernikahan barengan sama Evan, terus kamu bilang aja kalau kamu punya satu kejutan gitu buat Davira di hari pernikahan kalian" kata ayahnya.
"Gitu ya pah?" tanya Ruri.
"Iya nak" kata ayahnya.
"Ya udah deh pah, nanti aku coba bilang dulu ke keluarganya Davira" kata Ruri.
"Iya nak" kata ayahnya.
"Oke pah, assalamualaikum" kata Ruri.
"Wa'alaikumsalam" kata ayahnya.
Percakapan antara Ruri dan ayahnya pun berakhir. Kini Ruri menghubungi keluarga Davira untuk mengajaknya bertemu besok pagi.
"Assalamualaikum Davira" kata Ruri di WhatsApp.
"Wa'alaikumsalam Ruri, kenapa?" tanya Davira.
"Aku minta nomor wa papa kamu dong, ada yang mau aku bicarakan soalnya sama papa kamu" kata Ruri.
"Oke sebentar" ucap Davira.
"Oke" jawab Ruri.
Davira mengirimkan nomor ayahnya pada Ruri.
"Oke thanks ya" kata Ruri.
"Welcome" kata Davira.
"Ruri mau ngomong apaan sama papah ya?" tanya Davira menatap ke langit-langit kamarnya.
"Assalamualaikum om, maaf nih malam-malam begini wa, ini saya Ruri, mau tanya, besok om sekeluarga ada acara gak ya?" tanya Ruri mengirimkan WhatsApp pada ayah Davira.
"Wa'alaikumsalam, gak ada kok, emangnya kenapa?" tanya ayah Davira.
"Gini om, ada yang mau aku omongin besok sama om, tante, bisa ketemuan di cafe Cempaka gak besok pagi jam 10?" tanya Ruri.
"Bisa kok, sama Davira juga?" tanya ayah Davira.
"Hm, jangan sama Davira om, om sama tante aja, soalnya aku ada kejutan gitu untuk Davira nanti" jawab Ruri.
"Ya udah besok pagi, saya, istri saya dan abangnya Davira bakal datang ke Cafe Cempaka jam 10, kebetulan abangnya Davira baru sampai tadi sore dari Jerman" kata ayah Davira.
"Abangnya Davira kerja di Jerman om?" tanya Ruri.
"Belum kerja sih, masih kuliah kedokteran di Jerman dan ini katanya dia lagi libur, makanya balik ke Jakarta" kata ayah Davira.
"Oh gitu ya om, ya udah ajak aja sekalian kenalan om, tapi Davira jangan diajak ya om please, biar sesuai dengan apa yang saya rencanakan" kata Ruri.
"Oke siap" kata ayah Davira.
"Ya udah om segitu aja, dilanjut besok lagi om, hm gak enak om udah malam juga" kata Ruri.
"Oke" kata ayah Davira.
"Assalamualaikum om" kata Ruri.
"Wa'alaikumsalam" jawab ayah Davira.
"Oke, semuanya udah aman, lu gimana Van?" tanya Ruri.
"Sebentar" jawab Evan.
"Wa'alaikumsalam, mau ketemu dimana ya?" tanya ayah Angel.
"Lu bilang ke keluarga Davira mau ketemuan dimana?" tanya Evan melirik Ruri.
"Di Cafe Cempaka" jawab Ruri.
"Oke" kata Evan.
"Di Cafe Cempaka om" jawab Evan.
"Oh, oke" ucap ayah Angel.
"Bisa gak ya om?" tanya Evan.
"Bisa kok" jawab ayah Angel.
"Hm, jangan ajak Angel ya om, nanti sama aja bukan surprise dong om kalau Angel udah tahu" kata Evan.
"Hm, okay, jam berapa ya?" tanya ayah Angel.
"Tadi lu jam berapa?" tanya Evan melirik Ruri.
"Jam 10" jawab Ruri.
"Oh, oke" kata Evan.
"Jam 10 om, gimana?" tanya Evan.
"Okay" jawab ayah Angel.
"Oke om, makasih, maaf nih sekali lagi udah ganggu malam-malam begini kan" kata Evan.
"Iya gak apa-apa kok, lagian juga saya belum tidur, jadi gak ganggu lah" kata ayah Angel.
"Om lagi ngapain?" tanya Evan.
"Nih lah main catur sama abangnya Angel" kata ayah Angel mengirimkan foto papah catur yang tengah ia mainkan.
"Oh ya udah om dilanjut aja, takut ganggu, assalamualaikum om" kata Evan.
"Iya, wa'alaikumsalam" jawab ayah Angel.
"Siapa pah?" tanya Reynand Revandra Putra abang Angel.
"Calonnya si Angel ngajakin ketemuan besok di Cafe Cempaka jam 10" kata ayahnya.
"Angel mau nikah pah?" tanya Reynand.
"Iya, tadi dilamar cowoknya" kata ayahnya.
"Oh gitu, ganteng gak pah cowoknya?, dikasih mahar berapa sama cowoknya?" tanya Reynand.
"Menurut papah si ganteng, ngasih maharnya juga lumayan besar lah ya" kata ayahnya.
"Dikasih mahar berapa pah si Angel?" tanya Reynand.
"2 milyar" kata ayahnya.
"WOW!, 2 milyar cuma buat uang mahar, fantastis sekali, pasti orang kaya deh dia" kata Reynand.
"Masa kamu lupa sih sama si Evan?, temannya Angel dari kecil itu, yang sering main kesini itu, kamu juga pernah kerumahnya, kan emang anak orang kaya dia, bapaknya pengusaha di Swiss, ibunya punya butik di Dubai, gimana sih kamu?, teman adik kamu sendiri masa lupa sih?" tanya ayahnya menggelengkan kepalanya.
"Oh jadi si Angel mau nikah sama si Evan pah?" tanya Reynand.
"Iya" kata ayahnya.
"Enak banget ya mereka, udah ketemu, bareng-bareng sama jodoh dari kecil hm" ucap Reynand.
"Makanya kamu lamar sana teman kecil kamu, kali aja jodoh kamu teman kecil kamu juga kayak si Angel sama Evan" ledek ayahnya.
"Oke pah, entar Rey coba deh, kali aja ya kan circle ku jodoh ku kayak si Angel sama Evan" kata Reynand.
"Ide bagus!" kata ayahnya.
"Udah lah pah mainnya, udah malam, Rey ngantuk" kata Reynand yang langsung menguap.
"Oke" kata ayahnya.
Rey dan ayahnya menyudahi permainan catur mereka dan pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.