Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Jurus Andalan Ruri



"Eh, gw sama Cakra mau keluar dulu ya beli makanan" ucap Ruri.


"Lah, emang iya?" tanya Cakra kebingungan.


"Masa gw sendirian sih?" tanya Ruri menatap Cakra.


"Hm, ya udah lah ayok" ucap Cakra.


"Lu pada mau nitip makanan kagak?" tanya Ruri.


"Emang lu kagak liat apa kalau kita lagi makan?" tanya Evan sambil mengunyah makanan.


"Ya kali lu masih lapar kan" ucap Ruri.


"Kagak, udah sana, kalau lapar entar gw beli sendiri aja" ucap Evan.


"Oke" ucap Ruri.


"Ayok Cak" ucap Ruri.


"Iya" ucap Cakra.


"Assalamualaikum" ucap Ruri dan Cakra kompak.


"Wa'alaikumsalam" ucap Evan dan Kay kompak saling mengunyah.


"Makan apa yang enak ya Cak?" tanya Ruri


"Warteg aja yuk, atau warung nasi Padang gitu, yang murah meriah" ucap Cakra.


"Ya udah ayok, eh nanti mampir ke supermarket ya, beli cemilan, kelaparan gw kalau malam" ucap Ruri.


"Oke" ucap Cakra.


"Eh itu ada warteg tuh, kesana aja yuk" ucap Ruri menunjuk warteg yang ada di sebrang mereka.


"Makan disitu apa di hotel?" tanya Cakra.


"Makan disitu aja lah" ucap Ruri.


"Yowes" ucap Cakra.


"Ibu, makan disini ya" ucap Ruri pada ibu warteg.


"Pakai apa mas lauknya?" tanya ibu warteg.


"Mau urap, perkedel, sama gorengannya 2 bu" ucap Ruri.


"Gorengannya apa mas?" tanya ibu warteg.


"Mau tempe aja bu 2" ucap Ruri.


"Minumnya apa mas?" tanya ibu warteg sembari memberikan makanan Ruri.


"Mau s-tee aja bu, pakai es ya" ucap Ruri.


"Baik mas, ditunggu ya, masnya mau pesan apa? makan disini atau dibungkus mas?" tanya ibu warteg menunjuk Cakra.


"Makan disini aja bu" ucap Cakra tersenyum.


"Pakai apa mas?" tanya ibu warteg.


"Mau kangkung, teri, sama gorengan tempenya 2 bu" ucap Cakra.


"Ini mas, minumnya apa mas?" tanya ibu warteg memberikan makanan Cakra.


"Samain kayak temen saya aja bu, s-tee sama es" ucap Cakra menunjuk Ruri.


"Oke mas ditunggu" ucap ibu warteg.


"Oke bu" ucap Cakra tersenyum.


"Ikut-ikutan aja lu beli tempe" ucap Ruri.


"Suka-suka gw lah, kok lu ngatur?" tanya Cakra mengangkat alisnya.


HAHA.


"Permisi mas, ini minumannya" ucap ibu warteg memberikan 2 gelas es batu dan 2 botol s-tee.


"Makasih bu" ucap Ruri dan Cakra kompak tersenyum.


"Sama-sama mas" ucap ibu warteg tersenyum dan langsung pergi.


"Hm, si bucin mulai" ucap Cakra pelan.


"HAHA... !, biarin, kayak lu gak bucin aja" ucap Ruri.


"Mu bucin sama siapa gw?, doi gak ada, gebetan pun gak ada" ucap Cakra.


"Sama Clarissa aja, temennya si Davira" ucap Ruri tersenyum mengangkat alisnya.


"Sama cewek stres itu?, iyuhhh... !, ogah, kayak gak ada cewek lain aja, kalau di dunia ini cuma tersisa si cewek rese itu doang, gw lebih baik jomblo selamanya, daripada harus deket sama dia" ucap Cakra.


"Heleh... !, paling juga nantinya lu bakal suka si Clarissa, yakin banget sih gw, because, jika seseorang terlalu membenci lawan jenisnya, lama-lama bisa jadi cinta, karena benci sama cinta itu beda tipis doang" ucap Ruri.


"Apa sih lu, gak jelas banget... !" ucap Cakra kesal.


"Jelas kok, jelas-jelas gw tahu, kalau lu udah mulai ada rasa sama Clarissa sebenarnya, tapi lu gengsi ya kn buat mengakuinya?, ngaku aja deh lu sama gw, mumpung kita lagi berduaan doang, gak ada si Kay sama si Evan" ucap Ruri tersenyum mengangkat alisnya.


"Enggak ya, gw gak suka sama si cewek rese itu, siapa namanya tadi?" tanya Cakra.


"Clarissa" ucap Ruri.


"Iya itu, gw gak peduli siapa namanya, yang terpenting adalah, gw dan dia adalah sesuatu hal yang sangat tidak memungkinkan untuk bersatu, because dia bukan tipe gw" ucap Cakra.


"Cinta bukanlah tentang tipe, tapi tentang rasa yang tidak bisa kita ketahui, dengan siapa nantinya kita akan jatuh cinta, lu bisa aja menetapkan standar wanita idaman lu, tapi jika cinta sudah bertahta di hati lu, sekalipun itu adalah wanita yang paling lu benci di dunia ini, lu akan tetap mencintainya, karena semuanya sudah diatur oleh takdir yang maha Kuasa" ucap Ruri tersenyum.


"Sok bijak banget lu, mentang-mentang lagi jatuh cinta, bahas cinta cinta terus, hm, bosen" ucap Cakra.


"HAHA... !, yowes lah, gak penting" ucap Ruri.


"Video call aja deh" ucap Ruri pada dirinya sendiri.


"Davira, doi lu si Ruri video call nih" ucap Clarissa melihat ponsel Davira yang berbunyi.


"Angkat aja dulu Clar, bilangin gw lagi nabung di kamar mandi" ucap Davira dari dalam kamar mandi.


"Oke" ucap Clarissa.


"Assalamualaikum" ucap Ruri saat panggilannya tersambung.


"Wa'alaikumsalam" ucap Clarissa.


"Lah, kok elu sih Clar?, temen lu si Davira kemana?" tanya Ruri.


"Doi lu lagi nabung di kamar mandi, tadi Davira nyuruh gw angkat video call dari lu dulu" ucap Clarissa.


"Oh gitu, masih lama kagak?" tanya Ruri.


"Mana gw tahu, emangnya gw kloset kamar mandi apa?, yang bisa tahu kapan Davira selesai nabung" ucap Clarissa kesal.


Cakra yang mendengar pun menertawakan Clarissa dengan keras dan menoleh ke layar ponsel Ruri.


"Lu lagi, lu lagi" ucap Clarissa bete memalingkan wajahnya dari Cakra.


"Ngapa emang hah?" tanya Cakra mengambil alih ponsel Ruri.


"Udah akh bye" ucap Clarissa melambaikan tangannya ke kamera dan mematikan panggilan teleponnya.


"Akh ilah Cak elu sih, jadi dimatiin kan sama si Clarissa" ucap Ruri kesal.


"Ya udah sih, nanti telepon lagi aja" ucap Cakra.


"Hm, ngeselin lu Cak" ucap Ruri kesal.


"Akh ribet banget sih lu, sebenernya lu sukanya sama siapa sih? sama Davira atau sama Clarissa sih?, kok Clarissa matiin video call lu, lu malah kesel, kan katanya lu suka sama Davira, harusnya gak ngaruh dong, kalau si Clarissa matiin panggilan video lu" ucap Cakra.


"Terserah lu lah akh, gw udah selesai nih, mau balik bye" ucap Ruri meninggalkan Cakra yang masih makan.


"Ibu tadi aku urap, perkedel, sama gorengannya 2, s-tee satu, jadi berapa bu?" tanya Ruri pada ibu warteg.


"15.000 mas" ucap ibu warteg.


"Ini bu uangnya, makasih ya bu" ucap Ruri tersenyum.


"Iya mas sama-sama" ucap ibu warteg tersenyum.


Ruri langsung pergi dari sana, meninggalkan Cakra yang masih makan.


"Kok gw ditinggal?" tanya Cakra menatap kepergian Ruri.


Ruri hanya menoleh sejenak Cakra dan kembali berjalan. Ruri meninggalkan Cakra yang masih menghabiskan makanannya.