Bad Boy In The Good Boy

Bad Boy In The Good Boy
Permintaan Maaf Atas Perselingkuhan



"Clarissa tunggu" panggil Cakra.


Clarissa yang mendengar pun menghentikan langkahnya. Davira juga segera menghampiri Clarissa.


"Clar, gw minta maaf sama lu, gw gak tahu kalau nyokap gw jadi orang ketiga diantara orangtua lu" ucap Davira meneteskan air mata, memegang tangan Clarissa namun Clarissa menepisnya.


"Kamu bukan adik ku Clarissa, kita bukanlah saudara" ucap Cakra menggelengkan kepala.


"Apa maksud kamu?, jelas-jelas jika ayah kita sama, apa itu bukan saudara bagimu?" tanya Clarissa berlinang air mata.


"Ketika papah menikah dengan mamah kamu, mamah kamu sudah memiliki bayi, dan kata papah, bayi itu adalah kamu, kamu bukanlah anak dari mamah kamu dan papah aku, tapi kamu adalah anak mamah kamu bersama mantan suaminya" ucap Cakra.


"Jadi aku ini bukan anak kandung papah?, lalu dimana papah kandung aku saat ini?" tanya Clarissa meneteskan air mata dan jatuh tersungkur.


"Aku tidak tahu pasti dimana keberadaan papah kandung kamu, tapi yang pasti, mamah kamu tahu segalanya, kamu harus menanyakan hal ini kepada mamah kamu, supaya kamu bisa mengetahui siapakah papah kandung kamu, dan aku mohon sama kamu, maafkan Davira, dia tidak salah, ibunya yang bersalah, dia tidak mengetahui apapun, kita hanyalah korban keegoisan dari orangtua kita, maafkan Davira, aku tidak ingin persahabatan kalian hancur, hanya karena perselingkuhan orangtua kalian" ucap Cakra.


"Maafin gw Clar, gw bener-bener gak tau tentang hal ini sebelumnya" ucap Davira meneteskan air mata dan memegang tangan Clarissa.


Clarissa pun menganggukkan kepalanya menandakan jawaban "iya, dia mau untuk memaafkan Davira" Davira pun tersenyum memeluknya.


"Sebentar, tadi kamu bilang, kalau mamah aku menikah dengan papah kamu setelah adanya aku, berarti mamah aku adalah orang kedua sekaligus perusak kebahagiaan keluarga kamu dong?" tanya Clarissa.


Cakra menganggukkan kepalanya dan meneteskan air mata. Clarissa yang melihat pun kembali terjatuh, ia tidak menyangka jika ibunya tega menjadi perusak rumah tangga seseorang.


"Aku minta maaf sama kamu, aku tidak tahu, jika mamah aku sudah menjadi perusak kebahagiaan keluarga kamu" ucap Clarissa meneteskan air mata dan memegang tangan Cakra.


"Kamu gak salah kok, ini semua adalah takdir, yang harus kita terima dengan lapang dada dan penuh dengan keikhlasan, walaupun itu adalah hal yang sulit, tapi kita harus menerima segala takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya sebelum kita terlahir ke dunia ini" ucap Cakra tersenyum menahan air matanya.


Clarissa pun memeluknya dan menangis di pelukannya, Cakra menepuk-nepuk perlahan punggung Clarissa dan mengelus kepalanya. Clarissa melepaskan pelukannya dan berlari meninggalkan Cakra serta Davira. Cakra dan Davira berlari mengejar kepergian Clarissa.


Clarissa kembali ke rumahnya dan segera menghampiri ibunya. Clarissa membuka pintu kamar ibunya dan ia pun terkejut melihat ibunya tengah bermesraan dengan laki-laki lain.


"Mamah" panggil Clarissa meneteskan air matanya.


"Clarissa" ucap ibunya terkejut dan segera mengenakan pakaiannya.


Ketika Clarissa ingin pergi, ia dikejutkan dengan kedatangan Justin dibelakangnya. Aislinn mengejar kepergian Clarissa dengan hanya tubuh yang ditutupi oleh selimut dan pria yang bermesraan olehnya keluar dari dalam kamar.


"Papah" ucap Aislinn terkejut.


"Oh bagus ya mah, ternyata begini selama ini kelakuan kamu dibelakang aku" ucap Justin berlinang air mata.


"Papah tidak jauh berbeda dengan mamah, papah dan mamah adalah penipu yang handal, selama bertahun-tahun aku tertipu oleh cover yang kalian tunjukkan, kalian sama-sama ahli dalam berselingkuh" ucap Clarissa berlinang air mata, menatap Justin dan Aislinn secara bergantian.


"Plak.. !, jaga omongan kamu ya Clarissa" ucap Aislinn menamparnya.


"Tampar mah, tampar, papah juga mau tampar aku?, iya?, tampar aja pah" ucap Clarissa memajukan wajahnya.


"Clarissa benar Aislinn, kita adalah orangtua yang buruk baginya, aku menikahi mu ketika aku sudah memiliki istri dan anak, kamu juga menjalin hubungan dengan pria itu, begitu pun dengan aku, selama ini, aku menjalin hubungan dengan Demelza, ibu dari Davira, sahabat dari putri kamu sendiri" ucap Justin yang langsung menundukkan kepala.


"Jadi selama ini kamu menjalin hubungan dengan Nia mas?" tanya Aislinn.


"Iya Aislinn" ucap Justin yang langsung menundukkan kepala.


Mendengar perkataan Nia membuat Aislinn semakin merasa bersalah. Aislinn menangis dan berteriak menyesali segala perbuatannya pada Kiara. Kiara menghampirinya.


"Kiara" ucap Aislinn.


"Iya" ucap Kiara tersenyum.


"Maafkan segala kesalahanku padamu,. maafkan aku, karena aku, mas Justin meninggalkan kamu" ucap Aislinn meneteskan air matanya.


"Enggak apa-apa kok, perihal itu, aku sudah mengikhlaskannya dan sudah lama memaafkan segala kesalahan kalian" ucap Kiara tersenyum.


"Kamu memang wanita yang sangat baik Kiara, sekali lagi maafkan aku" ucap Aislinn menangis dan langsung memeluk Kiara.


"Iya, aku udah maafin kamu kok" ucap Aislinn mengelus lengan Aislinn.


"Lalu dimana keberadaan papah kandung aku yang sebenarnya mah?" tanya Clarissa.


"Papah kandung kamu sudah lama meninggal dunia Clarissa, karena kecelakaan, papah kamu telah lama meninggal dunia, bahkan sebelum kamu terlahir ke dunia ini" ucap Aislinn meneteskan air matanya.


"Jadi sebenarnya aku ini anak yatim mah?" tanya Clarissa.


"Iya sayang, maafin mamah" ucap Aislinn.


Clarissa terlihat sangat terpukul dan Davira pun memeluknya dan mencoba untuk menenangkannya.


"Kamu Cakra Rayyanza kan?" tanya Aislinn menatap Cakra.


"Iya tante, aku Cakra Rayyanza" ucap Cakra menganggukkan kepala.


"Maafkan segala kesalahan tante, karena tante, kamu harus kehilangan peran seorang ayah" ucap Aislinn.


"Iya gak apa-apa kok tante, Cakra sudah ikhlas dan memaafkan semuanya" ucap Cakra tersenyum.


"Kamu memang anak yang baik, sama seperti ibumu, kamu berhasil mendidik Cakra hingga tumbuh menjadi seseorang yang pemaaf" ucap Aislinn menatap Kiara dengan berlinang air mata.


Kiara hanya tersenyum dan mengelus lengan Aislinn.


"Maafkan saya telah masuk ke dalam kehidupan kalian" ucap Stefan yang langsung pergi dari sana.


Kiara membantu Aislinn berdiri dan membawanya masuk ke dalam kamar sedangkan Clarissa dibawa keluar oleh Davira dan Cakra.


"Yang sabar Clar, gw yakin kok, lu pasti bisa melewati semua ini" ucap Davira tersenyum memegang tangan Clarissa.


"Iya Ra, makasih banget, lu udah mau jadi sahabat terbaik bagi gw, makasih udah selalu ada untuk gw" ucap Clarissa tersenyum dan langsung memeluk Davira.


Davira pun memeluk Clarissa dan mengelus lengannya. Davira melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Clarissa, membuat senyum di bibirnya. Clarissa yang melihat usaha Davira pun akhirnya tersenyum, begitu pun dengan Cakra.


"Thanks God" batin Cakra dan masih terus menatap Clarissa dan Davira.


"Terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan ku sahabat yang baik seperti Davira" ucap Clarissa tersenyum menatap langit.


Davira pun tersenyum mendengar perkataan Clarissa.