Baby Proposal

Baby Proposal
Akhir yang bahagia.



"Sayang, katakan padaku. Bagaimana mungkin kau bisa mudah di culik mereka?" tanya Emeli.


Al meletakkan bukunya di atas tempat tidur, menoleh ke arah Emeli yang duduk di sampingnya. Tangannya terulur, merangkul bahu Emeli lalu mendekapnya erat.


"Aku sendiri tidak tahu, seingatku....?"


Emeli memiringkan wajahnya menatap Al. Tiba tiba saja Emeli melihat kedua bola mata Al berputar putar, lama kelamaan Emeli pusing melihat Al matanya berputar.


"Hei, apa yang terjadi padamu!" pekik Emeli.


"Buk!" tangan Emeli memukul puncak kepala Al. Tak lama kemudian mata Al kembali normal.


"Apa yang terjadi?" Emeli bergegas turun dari atas tempat tidur, merapikan rollan di kepalanya, lalu berlari ke arah pintu memanggil Dr Alan.


"Dokter!!"


"Duarrr!!


Emeli terlonjak kaget saat Al menepuk punggungnya. Emeli balik badan dan berteriak melihat Ken menasang wajah seram.


"Huaaaaa!!"


"Hahhahahaha!" Al tertawa terbahak bahak, berhasil mengerjai Emeli hingga ketakutan.


"Aah kau memang ngeselin!!" Emeli memukul dada Ken sepuasnya.


Dr Alan dan Basreng yang sedari tadi berada di belakang, hanya berdiri terpaku memperhatikan mereka.


"Hufft, jantungku sudah dag dig dug.' Ucap Basreng


Dr Alan menoleh ke arah Basreng, lalu menutupi matanya dengan telapak tangannya.


"Jomblo tidaj boleh melihat pemandangan seperti itu, nanti kau kena serangan jantung." Celoteh Dr Alan, menyeret paksa Basreng pergi dari tempat itu.


***


Ke esokan paginya, Al menemui keluarga Yuna dan memutuskan pertunangannya dengan Yuna. Al menjelaskan kepada keluarga Yuna, kalau ia sudah memiliki anak dan istri. Namun keluarga Yuna tidak terima, mereka mengusir Al dan mengancamnya.


Al tidak mau ambil pusing, ia memilih pulang ke rumahnya dan menceritakan apa yang terjadi kepada Emeli.


"Jadi? Yuna tidak terima?" kata Emeli.


Al menganggukkan kepalanya. "Sudahlah jangan kau pikirkan." Kata Al.


"Terus gimana?" tanya Emeli, lalu duduk di kursi.


Al bergegas memanggil Dr Alan dan Basreng, tanpa menjawab pertanyaan Emeli terlebih dahulu, ia memanggil kedua orang kepercayaannya untuk menemuinya di ruang tamu.


"Ada apa tuan?" tanya Basreng dan Dr Alan serempak. Mereka berdiri di hadapan Al dan Emeli.


"Basreng, persiapkan kepulangan kita ke rumah." Perintah Al.


Al menganggukkan kepalanya. "Iya sayang, bagaimana menurutmu?"


"Kembali ke sana?" kata Emeli.


"Yess, kita pulang!" seru Dr Alan senang.


Al menatap Emeli, terlihat raut wajah ragu.


"Kau tidak mau?" tanya Al.


"Sayang, sebaiknya kita tetap di sini. Bagaimana dengan perusahaan kita? apa kau takut dengan keluarga Yuna?" tanya Emeli.


'Tidak!" sahut Al. "Aku hanya ingin tenang bersamamu dan putra kita."


"Ayolah sayang, tak mengapa kita tetap menetap di sini. Aku tidak terganggu sama sekali dengan keluarga Yuna." Tolak Emeli.


"Kau yakin?" tanya Al, meyakinkan ucapan Emeli sendiri.


Emeli menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kita tidak jadi pulang!" seru Al.


"Bagaimana dengan mereka? yang telah menculikmu? apa kau biarkab mereka bebas berkeliaran?" tanya Emeli.


Al mencubit hidung Emeli sekilas. 'Kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengurusnya. Anak buahku akan menangkap dan melenyapkan mereka dalam 24 jam." Jelas Al


Emeli langsung memeluk Al dengan erat. Dr Alan dan Basreng hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Punya majikan semakin tidak jelas." Gumam Basreng pelan, namun jelas terdengar oleh Dr Alan.


"Pletak!"


"Aw sakit!" ucap Basreng.


"Ayo kita kembali ke dapur!" Dr Alan menarik tangan Basreng meninggalkan Al dan Emeli.


Emeli melepaskan pelukannya, mencium bibir Al sekilas.


"Aku mencintaimu." Ucap Emeli.


Al tidak menjawab, ia kembali memeluk Emeli erat. Akhirnya mereka memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia, apapun yang terjadi. Membesarkan putranya, dan menyekolahkannya.


Peristiwa panjang, lika liku kehidupan yang di alami Emeli, berakhir bahagia bersama Al, putranya dan orang orang kepercayaannya.


"Rangga, Clara, aku merindukan kalian. Mas Nathan, lihatlah aku yang sekarang. Aku telah bahagia bersama Al, pria yang sangat mencintaiku." Gumam Emeli, tersenyum bahagia memeluk erat tubuh Al.


❤❤❤❤❤