Baby Proposal

Baby Proposal
BP 45



"Bagaimana Dr? apa yang harus aku lakukan?" tanya Emeli duduk dikursi di ruang laboratorium.


"Sulit di bedakan Nona." Jawab Dr Alan.


"Apa maksudmu? dan bagaimana bisa ada dua orang yang sama persis dalam segala hal?" tanya Emeli semakin bingung.


Dr Alan pun menjelaskan.



Pengambilan ovum dari ovarium seorang wanita.


Ovum ini diambil inti selnya sehingga tersisa ovum yang tanpa inti sel.


Pengambilan sel somatic misalnya dari sel kelenjar susu.


Sel kelenjar susu diambil inti selnya saja.


Inti sel dari sel kelenjar susu dimasukkan ke ovum yang sudah dibuang intinya.


Penyatuan inti sel somatic dengan ovum dengan menggunakan arus listrik dengan kekuatan tertentu sehingga keduanya dapat menyatu.


Terbentuklah zigot8. Zigot harus segera ditanam kembali ke rahim seorang wanita, lebih baik jika ditanam di rahim wanita penghasil ovum tadi.


Di dalam rahim, zigot akan bertumbuh menjadi morula dan segera terjadi implantasi di dalam rahim


Zigot akan terus tumbuh menjadi morula,blastula, gastrula, diferensiasi, organogenesis hingga menjadi janin yang siap dilahirkan.


Saat dilahirkan, bayi akan memiliki sifat yang persis dengan pemilik sel somatic tadi.



"Tapi seharusnya prosesnya lama, tidak mungkin dalam jangka waktu yang sangat pendek, kecuali-?" Dr Alan menatap tajam ke arah Emeli. "Manusia kloningan sampai saat ini masih menjadi kontroversi, dan itu sangat di larang keras karena di anggap menyalahi kodrat manusia."


"Kecuali apa Dok?" tanya Emeli.


"Salah satu di antara mereka adalah robot, dan mereka hanya menggunakan memori Tuan Al saja. Pertanyaannya, di mana Al yang asli?"


Mata Emeli melebar, mulutnya menganga. "Apa mungkin keduanya adalah palsu?" tanya Emeli.


"Kemungkinan itu benar Nona, dan Tuan Al dalam keadaan tidak baik baik saj." Timpal Dr Alan.


"Bagaimana caranya supaya kita tahu kalau mereka semua adalah palsu?" tanya Emeli.


"Itu mudah, kita gunakan dua pria tersebut untuk senjata membalas dendam. Nona hanya perlu membujuk mereka untuk di bawa ke ruangan ini dan kita ambil memori di dalam matanya." Jelas Dr Alan.


"Tentu saja Dok, pasti akan aku lakukan." Kata Emeli. "Tunggu Dok!"


"Iya?"


"Kau benar Nona. Itu artinya, ada dua pihak yang berbeda yang hendak menghancurkan keluarga Tuan Al dengan tujuan yang berbeda. Meski hasil ciptaan mereka sempurna, tentu tidak ada budak yang melawan majikannya bukan?" Ungkap Dr Alan.


"Aku paham Dok!"


***


Sejak kedatangan dua pria yang sama sama mirip Al. Emeli menempatkan putranya di tuangan rahasia anti peluru. Siapapun tidak dapat masuk ke dalam ruangan kecuali orang orang tertentu yang sudah di pilih Emeli. Seperti Pamam Sen Dhok, Way Jan dan Dr Alan.


Ansell Winston begitu sangat berharga melebihi harta kekayaan, yang di perebutkan untuk di bunuh. Oleh karena itu Emeli selalu waspada dan bertindak hati hati.


Meski kedua pria itu mirip dengan Al. Namun Emeli tidak memperbolehkan mereka bertemu apalagi menyentuh Ansell.


Hancurnya sebuah hubungan, baik itu pasangan kekasih, suami istri, pekerjaan, dan lain sebagainya. Di akibatkan orang ketiga, dan orang ketiga tidak harus selalu pelakor. Anggota keluarga yang paling dekat sekalipun seperti orang tua, teman, saudara, bisa menjadi orang ketiga. Dan Emeli tidak ingin hal itu terjadi hanya karena dua pria tersebut sangat mirip dengan suaminya.


"Hei kalian berdua!"


"Ya sayang!" sahut mereka berdua.


"Kita lakukan tes, apa kalian siap?" tanya Emeli bertolak pinggang di hadapan mereka berdua.


"Aku tidak mau!" sahut Al yang pertama.


"Aku juga tidak mau!" jawab Al yang kedua.


"Kalau kalian tidak mau, terpaksa aku harus membunuh kalian berdua." Emeli mengeluarkan dua senjata api, lalu di arahkan tepat di perut mereka.


"Klikk!!"


"Apa maksudmu, Emeli?" tanya mereka berdua bersamaan.


"Ikuti apa mauku, atau kalian berdua mati." Ancam Emeli.


"Baiklah, aku ikuti apa maumu."


"Bukankah itu lebih baik sayang?" kata Emeli tertawa kecil.


Kedua pria itu terdiam, menatap tajam ke arah Emeli tanpa ekspresi apapun.


"Paman Basreng, Paman Chimol, kemarilah!!" seru Emeli lantang.


"Kami Nona!" sahut dua orang pengawal pribadinya.


"Bawa mereka ke ruang laboratorium, kita bantu Dr Alan." perintah Emeli.


"Baik Nona!"


Kemudian mereka menggiring dua pria tersebut menuju ruang laboratorium, untuk menjalani serangkaian tes yang akan di lakukan Dr Alan. Membuktikan apakah salah satu diantara mereka apakah ada yang asli atau kedua duanya juga palsu. Jika keduanya palsu, dimanakah Al? apakah dia baik baik saja? atau sebaliknya?