Baby Proposal

Baby Proposal
BP 23



Clara dan Arga yang berada di dalam tahanan berbaur dengan wanita lain. Malam itu juga di pindahkan oleh anak buah Al, ke tenpat yang berbeda. Clara di jadikan satu dengan wanita lain di bawa ketempat prostitusi untuk di jadikan wanita penghibur. Sementara Arga di bawa ke tempat lain yang sama sekali tidak Arga ketahui.


Berbeda dengan Emeli yang berada di dalam kamar. Harus menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim Dokter yang di tunjuk oleh Al. Emeli sama sekali tidak menyadari kalau Clara dan Arga sudah tidak ada di tempat itu lagi.


Dari beberapa rangkaian tes, Emeli di nyatakan sehat dan bisa di buahi. Dokter akhirnya bisa bernapas lega dan tersenyum puas. Karena telah berhasil menemukan wanita yang cocok sesuai kriteria Al. Malam itu juga, tim Dokter memberikan informasi bagus itu kepada Al.


Sejak saat itu, Emeli harus mengkonsumsi obat obatan dan beberapa tes kesehatan lain. Emeli sendiri masih belum tahu, maksud dan tujuan tim Dokter melakukan uji coba itu terhadap dirinya.


Hingga suatu hari, tim Dokter membawa Emeli ke hadapan Al langsung. Yang lebih membuat Emeli tidak mengerti, hari itu ia di paksa menggunakan gaun pengantin.


"Lepaskan aku! apa kau sudah gila? aku bukan boneka yang bisa kau perlakukan sesuka hatimu!!" pekik Emeli marah menatap wajah Al yang berdiri di hadapannya.


"Diam kau!" bentak Al. "Hari ini kita menikah, aku harap kau bisa bersikap manis."


"Apa? menikah? apa kau sudah gila? tidak! aku tidak mau!" jerit Emeli lalu ia balik badan hendak melarikan diri.


Namun dengan sigap, Al menarik tangan Emeli mundur ke belakang. Lalu tangan kanannya melingkar di leher Emeli hingga ia kesulitan bernapas.


"Bersikap manis, Emeli."


"Brengsek, lepaskan aku.." umpat Emeli berusaha membetontak, namun semakin ia memberontak semakin kuat lengan Al menekan leher Emeli.


"Lakukan sekarang!" perintah Al pada seorang pria yang akan menikahkannya.


"Baik Tuan!" sahut pria itu.


Namun apalah daya, sekuat Emeli memberontak dan menolak pernikahan itu. Al jauh lebih berkuasa, pernikahan itu tetap berjalan hingga selesai. Kemudian pria tersebut meminta Al dan Emeli untuk menandatangani surat pernikahan yang menyatakan kalau Emeli sah menjadi istri Al.


Al menandatangani surat itu, tiba giliran Emeli menolak mati matian dengan cara mengepalkan tangannya dan enggan untuk membubuhi tanda tangannya. Namun Al tidak kehilangan akal, ia meminta salah satu Dokter untuk menusuk jari Emeli dengan jarum.


Kemudian Dokter itu mengambil jarum sesuai perintah Al. Ia memaksa membuka kepalan tangan Emeli dan menusukkan jarum. Darah menetes di jari Emeli kemudian di jadikan tanda tangan di surat pernikahan itu.


Emeli menjerit histeris, mengumpat, namun semua itu sia sia. Pernikahan telah selesai, dan status Emeli berubah dalam seketika menjadi istri sah Al.


"Brengsek! dasar sakit jiwa! tidak tahu diri, lepaskan aku!!" jerit Emeli.


Namun Al mengabaikan semua umpatan Emeli. Ia mengangkat tubuh Emeli lalu menggendong paksa. Lalu ia meninggalkan ruangan itu, menuju kamar pribadinya.


Sesampainya di kamar, Al menghempaskan tubuh Emeli dengan kasar lalu ia naik ke atas tempat tidur tanpa memberikan kesempatan pada Emeli. Al nain ke atas tubuh Emeli, menekan kedua tangan wanita itu hingga Emeli kesulitan bernapas.


"Lepaskan aku, atau kau akan menyesal!" ancam Emeli.


Namun Al hanya terkekeh mendapat ancaman seperti itu. Tanpa banyak bicara lagi, Al mulai melakukan aksinya. Membuka gaun pengantin yang Emeli kenakan dengan paksa lalu menikmati setiap inci tubuh Emeli yang terus berusaha memberontak.


Emeli hanya diam, matanya terpejam dan air mata mengalir deras di pipinya. Emeli sudah tidak memiliki kekuatan apa apa lagi selain menerima perlakuan kasar Al, menikmati tubuhnya.


Detik berlalu, menitpun berganti. Akhirnya hasrat yang menggebu di dalam dada Al, terpuaskan sudah. Pria itu bergeser dari atas tubuh Emeli, bermandikan keringat, matanya terpejam. Tapi tidak bagi Emeli, ia terisak merutuki pria yang terbaring lemas di sampingnya.


"Aku tidak boleh menyerah..aku harus melakukan sesuatu.." ucap Emeli dalam hatu.