Baby Proposal

Baby Proposal
BP 34



Hari ini adalah hari yang melelahkan untuk Al. Dari pagi sampai malam, Al yang mengurus semua keperluan Emeli dan bayinya. Entah mengapa Al sangat senang melakukannya meski banyak asisten rumah tangga.


Malam ini, Al tertidur pulas di samping kanan putranya yang masih merah. Sementara Emeli tertidur di samping kiri. Mereka bertiga tertidur dengan sangat pulas.


Meski tempat tidur berukuran king size. Al tetap saja tidur tak beraturan, saking pulasnya. Kaki kirinya sudah menjuntai ke bawah, begitu juga tangan kirinya. Tubuh Al yang berada di teoi tempat tidur, sedikit saja ia bergerak maka tubuhnya akan jatuh ke bawah. Benar saja, suara bayi terbangun karena selimutnya basah, membuat Al terbangun.


"Bukkk" Tubuh Al jatuh ke bawah lantai.


"Ya Tuhan, bodohnya aku." Ucapnya pela, lalu bangun dan berdiri tegap memperhatikan bayinya yang menggeliat. "Rupanya jagoanku selimutnya basah.


Al tersenyum lalu naik ke atas tempat tidur, untuk mengganti popok sang bayi. Al tidak mau membangunkan Emeli yang tertidur pulas dan memilih melakukannya sndri.


Setelah popoknya di ganti, bayi tersebut kembali tenang dan Al tersenyum meski matanya setengah terpejam. Kemudian ia kembali berbaring sembarangan di dekat kaki Emeli, kembali tertidur dengan pulas.


Waktu terus berlalu, malam berganti pagi. Al bangun lebih awal dari pada Emeli dan bayinya. Ia sudah terlihat rapi menggunakan setelan jas hitam. Berdiri tegap memperhatikan bayinya yang masih tertidur dengan tenang.


"Selamat pagi jagoanku, jangan nakal dan jangan rewel. Aku pergi dulu sebentar dan jangan lupa, jaga Ibumu supaya tidak melarikan diri." Ucapnya pelan di akhiri tertawa kecil lalu membungkukkan badan mencium pipi sang bayi dengan lembut.


Setelah itu, ia kembali berdiri tegap. Berjalan mendekati Emeli lalu mencium keningnya cukup lama.


"Selamat pagi sayang, aku pergi dulu sebentar. Jaga jagoan kita jangan sampai dia bersedih." Bisiknya di telinga Emeli. Kemudian ia kembali berdiri tegap, melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan lalu menemui Bas Sreng dan Chi Mol yang berada di lantai bawah.


"Selamat pagi Tuan!" sapa mereka serempak.


"Bas Sreng, Chi mol. Kalian ikut aku, ada pekerjaan penting." Ucap Al.


Al berjalan mendahului mereka keluar dari rumah. Sesampainya di halaman, ia memerintahkan anak buahnya untuk melarang siapapun berkunjung ke rumah tanpa seizin nya. Setelah berpesan seperti itu, Al, Bas Sreng dan Chi mol masuk ke dalam mobil.


Selang sepuluh menit sepeninggal Al. Nampak sebuah sedan mewah berhenti di depan pintu gerbang. Nampak seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil, di tangannya membawa kotak berukuran sedang. Wanita itu tak lain adalah Cindy, yang sengaja datang ke rumah Al dengan niat yang tak baik.


"Buka pintu gerbangnya!" perintah Cindy.


"Maaf Nona, apakah anda sudah meminta izin Tuan Al?" tanya pria yang menjaga gerbang.


"Sozis, dan kau Ghe Hu. Apakah kalian lupa siapa aku?" Cindy menatap marah kedua pria penjaga gerbang itu.


"Nona, kami tidak lupa. Tapi kami hanya menjalankan tugas dari Tuan Al." Sela Ghe Hu.


"Sebaiknya Nona datang lagi lain kali kalau Tuan Al ada di rumah." Timpal Sozis.


"Rupanya kalian mulai berani! apakah karena wanita miskin itu!" teriak Cindy geram.


"Jaga mulut Nona. Nona Emeli adalah Ratu di rumah ini, jangan sekali sekali anda menghinanya!" seru Ghe Hu.


"Sebaiknya Nona pergi, atau kami bertindak kasar!" Sozis menimpali.


"Awas kalian!!" ancam Cindy lalu berjalan mundur, melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam mobil.


"Baiklah, lain kali aku coba lagi. Jangan menterah Cindy, kau harus bisa menyingkirkan wanita itu!" ucapnya menyemangati dirinya sendiri.