Baby Proposal

Baby Proposal
BP 25



Emeli duduk di sofa menunggu Dokter mempersiapkan alat alat medis. Wangi parfum maskulin yang berasal dari tubuh Al yang berdiri tegap di hadapannya. Membuat Emeli menundukkan kepalanya, bukan karena takut, tapi melihat raut wajah kesal Al karena terlalu lama menunggu Emeli.


"Sekali lagi aku katakan, jangan buat aku terlalu lama menunggu." ucap Al tegas.


"Sekarang berdiri," perintah Al.


Namun Emeli hanya diam menundukkan kepalanya. "Enak saja main perintah, memang dia siapa?" ucap Emeli dalam hati.


"Berdiri."


Al menarik tangan Emeli dengan kasar supaya berdiri menghadapnya, tangannya terulur mengangkat dagu Emeli yang masih menundukkan kepalanya.


"Tatap mataku."


"Tidak mau!" sahut Emeli memalingkan wajahnya ke samping.


"Kau tahu, mudah bagiku mendapatkan wanita sepertimu. Aku punya segalanya dan aku bisa membelinya dengan uang." Al tersenyum sinis karena Emeli terus menolak bersikap manis.


"Aku tak perduli!" sahut Emeli.


"Aku bisa saja membuangmu ke jalanan atau kujadikan kau wanita penghibur?" ucapnya mencemooh.


"Lakukan, aku tak perduli!" sahut Emeli ketus.


"Wanita keras kepala seharusnya kau bersukur, aku menikahimu."


"Aku juga tidak perduli." Jawab Emeli kesal.


"Sudah cukup, ayo ikut aku!"


Al mengangkat tubuh Emeli dan menggendongnya menuju ruangan medis.


"Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku." Pinta Emeli.


"Jangan pura pura menolak, aku tahu kau suka. Semua wanita sama saja.." ucap Al pelan.


"Cuih! Emeli menanggapi dingin perkataan Al.


Sesampainya di ruangan medis, Al membaringkan tubuh Emeli di atas ranjang. Kemudian ia berdiri di sudut ruangan saat tim Dokter melakukan pemeriksaan.


"Dokter, apa apaan ini? aku tidak sakit dan aku tidak mungkin hamil!" seru Emeli menolak saat alat alat medis terpasang di tubuhnya.


"Tidak Nona, kau bisa hamil dan kami pastikan janin yang akan tumbuh di rahimmu akan menghasilkan bayi yang cerdas sesuai yang di inginkan tuan Al." Jawab salah satu Dokter.


"Kalian dan Al sama sama sakit jiwa!" umpat Emeli akhirnya pasrah dan mulai tenang saat Dokter memberikan obat penenang.


"Bagaimana Dok?" tanya Al menatap tajam salah satu Dokter yang bernama Alan.


"Tuan Al tenang saja, Nona Emeli akan memberikan seorang putra seperti yang Tuan Al inginkan." Alan membungkukkan badan sesaat.


"Baik Tuan!" sahut Dr Alan.


***


Dua jam berlalu, Emeli telah selesai pemeriksaan. Ia kembali berada di kamar pribadi milik Al, termenung memikirkan cara untuk melarikan diri.


"Aku harus menyelamatkan Clara dan Arga. Tapi aku tidak tahu di mana mereka." Gumam Emeli.


Emeli berdiri, menoleh ke arah jendela kamar. Lalu ia berjalan perlahan mendekati jendela kamar yang terbuka. Kepalanya merunduk menatap ke bawah jendela cukup lama.


"Tinggi sekali, bagaimana caranya aku turun?" tanya Emeli dalam hati.


"Hem!"


Emeli langsung balik badan mendengar suara Al. Dan benar saja, pria itu sudah berdiri di hadapannya dengan raut wajah dingin.


"Kau mau melarikan diri?" tanya Al.


"Tidak, aku hanya melihat lihat!" sahut Emeli.


"Jangan berbohong." Al menarik pinggang Emeli lalu mendekapnya erat.


"Lepas!" pekik Emeli.


"Jangan bertindak bodoh, kau akan menyesalinya. Kau tidak akan kemana mana Emeli, sampai kau memberikanku seorang putra."


"Lalu setelah itu kau membuangku? kasihan sekali diriku."


"Hahahaha, sudah kubilang..aku punya kuasa dan kekuasaan. Sedangkan kau? kau hanyalah bonekaku, Emeli."


"Plakkk!!


Emeli melayangkan tangan kanan, menampar wajah Al cukup keras.


"Brengsek!!" umpat Emeli.


"Keras kepala!" bentak Al, menatap tajam Emeli. Lalu ia mundur selangkah memperhatikan tubuh Emeli dari atas hingga ujung kaki.


"Tidak, jangan lakukan itu lagi. Aku mohon, izinkan aku istirahat."


"Baiklah Emeli, kali ini kau bisa istirahat. Tapi lain kali persiapkan dirimu, karena aku ingin segera memiliki putra darimu."


Al berjalan mundur, lalu balik badan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.


"Huffttt!" Emeli bernapas lega, ia kembali balik badan memperhatikan ke bawah jendela.


"Aku pasti bisa pergi dari sini, lihat saja Al."