
Di dalam ruangan yang berukuran besar, Clara dan Emeli yang berdiri sejajar dengan wanita lainya. Atas perintah Al, para wanita tersebut harus melewati beberapa tes sebelum di nyatakan lulus untuk di jadikan istri pria muda yang bernama Al.
Pria itu menginginkan seorang anak laki laki dari rahim seorang wanita yang memiliki kriteria yang dia inginkan. Yang tak lazim adalah cara Al memilih calon istrinya dengan cara yang tak biasa dan menakutkan. Apabila wanita itu tidak sesuai dengan kriterianya, apalagi lemah. Maka wanita tersebut akan dijadikan wanita penghibur atau menjadi pengikutnya.
Tes yang pertama adalah semua wanita itu termasuk Emeli dan Clara harus melakukan push up sebanyak 30 kali. Satu persatu wanita itu melakukan push up dan di hitung serta di awasi oleh kedua Dokter.
Saatnya giliran Clara dan Emeli. Clara mau melakukannya demi keselamatan dirinya, dan dia berhasil melakukannya hingga hitungan ke 30. Lelah! itu yang di rasakan Clara hingga rasanya mau menangis.
Tiba saatnya giliran Emeli. Dokter berkali kali memerintahkan Emeli untuk melakukannya seperti yang lain. Namun Emeli hanya diam mematung dan enggan melakukannya. Hingga mengundang kemarah Al, pria itu memerintahkan anak buahnya untuk memaksa Emeli melakukan push up. Mau tidak mau, akhirnya Emeli melakukannya di bawah ancaman.
Sama seperti yang lain, Emeli mampu menyelesaikan tes pertama. Al tersenyum puas melihat para wanita berhasil melakukannya. Tiba saatnya mereka harus melakukan tes kedua, yaitu memecahkan buah Akebi berukuran sedang menggunakan kedua lutut dengan cara di tekan.
Clara dan Emeli tidak mengerti maksud dan tujuan mereka harus melakukan tes yang menurut mereka gila.
"Mungkin pria itu sakit jiwa," bisik Clara di telinga Emeli.
"Aku tidak tahu, yang jelas pria itu benar benar gila." Umpat Emeli kesal.
"Bagaimana ini, Emeli? aku tidak bisa melakukannya." Bisik Clara lagi sambil begidik ngeri saat melihat satu persatu wanita itu harus menekan buah Akebi dengan kedua lutut mereka hingga terbelah. Ada yang berhasil meski harus terluka kulit lutut mereka, ada juga yang tidak berhasil. Clara semakin ketakutan melihat pemandangan seperti itu, namun tidak bagi Emeli yang tetap tenang.
Kini giliran Emeli dan Clara, mereka pun melakukan hal yang sama, Clara berhasil memecahkan buah Akebi dengan luka di kulitnya akibat gesekan dengan buah tersebut. Begitu juga dengan Emeli, namun ia tidak mengalami luka seperti Clara.
Pria yang buruk rupa tersebut, bak kelaparan melihat wanita di hadapannya langsung memeluk dan menciumi wajah wanita tersebut. Sebagian memilih menyerah dan berlari ketakutan, sebagian hanya menjerit dan berusaha melepaskan diri dari pelukan pria buruk rupa tersebut.
Perlahan Clara melangkah mundur dan berlari ke arah Arga yang berdiri memperhatikan dengan geram di bawah ancaman senjata api. Suara jeritan histeris dari beberapa wanita yang mencoba melarikan diri dan jatuh pingsan.
Pria buruk rupa tersebut menoleh ke arah Emeli yang tak bergeming di tempatnya berdiri. Hanya Emeli satu satunya wanita yang tidak melarikan diri. Pria itu berlari menghampiri Emeli dan menubruk tubuhnya, namun dengan sigap Emeli memperlihatkan kemampuannya yang selama ini ia sembunyikan. Hanya dengan satu pukulan telak di wajah pria buruk rupa itu terjungkal ke lantai.
Namun pria tersebut kembali bangkit dan siap menerjangnya kembali. Tanpa membuang waktu, kaki kanan Emeli menerjang wajah pria itu di susul kaki kiri menendang perut pria tersebut hingga tersungkur ke lantai.
Emeli mengalihkan pandangannya ke arah Al yang menatapnya kagum, lalu ia berjalan menghampiri Al dan menaikkan satu kakinya ke atas kursi yang di duduki Al.
"Aku tidak tahu apa maksudmu, tapi kalau kau hendak merendahkan wanita. Aku tidak akan tinggal diam, dan aku tidak perduli jika harus mati!" ucap Emeli dengan nada tinggi menatap marah Al.
Al hanya tertawa terkekeh melihat keberanian Emeli, lalu ia memerintahkan anak buahnya untuk mengurung Emeli di tempat berbeda dengan yang lain.
"Kurung dia dan jangan beri dia makan atau minum tanpa seizinku!" perintah Al.
Kemudian dua pria maju mencengkram tangan dan bahu Emeli, menyeretnya paksa ke luar dari ruangan. Sementara wanita lain yang berhasil lolos di tahan di ruangan yang sama dengan Clara juga Rangga. Dan wanita yang gugur di bawa ke tempat lain untuk di jadikan wanita penghibur.