Baby Proposal

Baby Proposal
BP 44



Emeli dan Ansell yang tengah tidur siang, terbangun mendengar suara keributan di halaman rumahnya. Perlahan ia bangun dan turun dari atas tempat tidur, berdiri tegap memperhatikan rollan rambutnya yang berantakan.


"Aduh,aku ketiduran, rollanku terlepas sebagian." Gumamnya memperhatikan rambutnya yang berantakan. "Ada apa rame rame di luar? seperti suara Al?"


Emeli bergegas keluar kamar, lalu berjalan menuruni anak tangga. Di bawah ia berpas pasan dengan Dr alan, basreng dan chimol


"Ada apa?" tanya Emeli.


"Kami tidak tahu, Nona!" jawab mereka serempak.


"Ayo kita lihat, sepertinya ada yang berkelahi." Kata Emeli berjalan mendahului mereka.


Sesampainya di halaman, Emeli dan yang lain tercengang melihat dua penampakan Al tengah berkelahi.


"Hentikaaaaaannnn!!" seru Emeli lantang.


Kedua pria yang tengah berkelahi berhenti, menoleh ke arah Emeli dan tersenyum mengembang.


"Sayang! aku pulang!" ucap mereka serempak.


Mata Emeli melotot tak berkedip, menatap dua pria yang memiliki wajah serupa.


"Al, kau punya kembaran?" tanya Emeli tidak percaya.


"Aku Al! dia bukan!" kata mereka berdua sama sama saling menunjuk.


"Apa kau bilang? aku Al!"


"Aku Al, kau yang palsu!"


"Kau yang palsu!!" mereka berdua saling tunjuk dan saling menatap tajam.


"Cukuuuuppppp!!" teriak Emeli mulai pusing dengan mereka berdua.


"Sayang, kau baik baik saja?" tanya mereka berdua bersamaan.


"Aku bilang kalian diam!!" perintah Emeli.


Kedua pria tersebut diam, berdiri tegap menatap ke arah Emeli.


"Dr, bagaimana ini?" tanya Emeli pelan.


"Lalu? bagaimana cara membedakannya?" tanya Emeli lagi.


"Gampang Nona, beri aku waktu untuk membedakan mana Tuan Al yang asli dan Tyan Al yang palsu. Dan selama aku melakukan penyelidikan, hanya Nona yang bisa mengendalikan mereka berdua." Ungkap Dr Alan.


"Lalu?"


"Jimi dan Kei mungkin mereka berhasil membuat kloningan. Beruntung Tuhan masih melindungi kita, Tuan Al yang asli pulang bersamaan dengan kedatangan Tuan Al yang palsu. Tapi jangan bertindak gegabah, kita tetap harus mengawasi mereka berdua."


"Ahkk aku pusing!" rutuk Emeli. "Tapi baiklah, akan aku balas perbuatan mereka dengan caraku." Ucap Emeli tersenyum mengembang.


"Emeli sayang, apa kau tidak merindukanku? Tanya Al.


"Emeli, jangan percaya. Akulah yang asli!" kata Al yang satunya lagi.


"Cukup!" teriak Emeli. "Aku punya ide, kalian tentu ada yang palsu."


"Dia!


"Dia!"


Mereka saling tunjuk, kembali Emeli berteriak untuk menenangkan mereka. Emeli sendiri pusing tidak tahu mana yang asli dan mana yang palsu.


"Ya Tuhan, apa Engkau sedang bercanda? mengirimkan dua suami sekaligus?" gumam Emeli di akhiri tertawa kecil. Ia meraba rollannya yang satu persatu terjatuh karena teriakannya tadi. "Di mana rollanku?"


Emeli menundukkan kepala, mencari rollan yang hilang. "Oh itu dia!" Ia membungkukkan badan, memungut dua rollan yang terjatuh, lalu ia pasangkan lagi di rambutnya.


Al yang tahu kebiasaan Emeli yang di anggap kampungan sama sama tertawa memperhatikan Emeli.


"Sayang, kebiasaanmu di situasi apapun tak pernah lupa dengan rollanmu." Kata dua Al bersamaan.


Emeli hanya diam bertolak pinggang memperhatikan mereka berdua. Lalu melangkahkan kaki mendekati mereka.


"Kalian harus di seleksi, untuk bisa di akui olehku. Kalian harus mengikuti semua perintahku. Kalian paham?" tanya Emeli.


"Tentu sayang, apapun akan aku lakukan!" jawab mereka serempak.


"Hahaha, bagus. Jadilah pria yang baik, sekarang ikut aku!"


Emeli balik badan, melangkahkan kakinya di ikuti dua pria tersebut. Sementara Dr Alan kembali ke ruang bawah tanah untuk bekerja. Basreng dan Chimol bertugas mengawasi kedua pria tersebut.