
Sudah 8 bulan berlalu sejak kepergian Al. Sampai hari ini, Al sama sekali tidak ada kabarnya. Namun Emeli masih memegang teguh kepercayaannya terhadap Al. Meski terselip rasa khawatir, bagaimana jika Al tidak kembali? atau Al sudah sudah memiliki wanita lain seperti rumor yang selama ini Emeli dengar.
Putranya sekarang sudah berusia 14 bulan Sudah mulai bisa berjalan. Bisa di ajak bicara dan bercanda, sehingga Emeli tidak kesepian. Dan sedikit terhibur dengan adanya putra kecilnya yang bernama Ansell Winston.
Saat Emeli tengah duduk di ruang kerjanya. Ia kedatangan Pengacara Al yang selama ini ikut bersamanya ke Negara lain bersama Al. Emeli sangat senang bukan main, karena ia berfikir kalau Pengacaranya datang membawa kabar gembira tentang Al.
Namun Pengacara itu datang ke kantor, tidak sendirian. Tetapi bersama adik tiri Al dan juga Jimi. Mereka bertiga duduk di kursi berhadapan dengan Emeli.
"Kalian datang bersamaan, apakah kebetulan saja? atau memang sudah di rencanakan?" tanya Emeli sinis menatap ke arah Kei dan Jimi.
"Maaf Nyonya, kedatangan kami atas perintah Tuan Al." Jawab Pengacara itu.
"Oya? dimana Al? kapan dia pulang? dan kenapa dia susah untuk di hubungi?" tanya Emeli menatap tajam ke arah Pengacara.
"Begini Nyonya, Tuan Al memintaku untuk menyerahkan surat perceraian yang harus Nyonya tanda tangani." Pengacara itu meletakkan surat perceraian ke hadapan Emeli.
"Cerai? apa maksudmu?" tanya Emeli tidak mengerti.
Pengacara itu terdiam sesaat, lalu mengeluarkan ponselnya. Menunjukkan rekaman video pernikahan Al dengan perempuan lain.
"Tuan Al sudah menikah lagi, dan memintaku untuk menyerahkan uang kompensasi. Dan meminta Nyonya untuk segera pergi meninggalkan mansion milik tuan Al jangan lupa, bawa serta putra anda, Nyonya Emeli."
"Ini tidak mungkin!" seru Emeli sambil menggebrak meja.
Emeli menarik napas dalam dalam, menatap cukup lama pengacara itu lalu beralih menatap Jimi dan Kei yang tersenyum mencemooh.
"Harusnya kau sadar diri Emeli, kakakku tidak mungkin setia pada satu wanita saja. Kau tahu? dia bisa melakukan apa saja apa yang dia mau dengan kekuasaannya. Dan kau, bukanlah wanita satu satunya yang Al cintai." Ungkap Kei semakin membuat Emeli marah.
"Kalian memang pembohong!" pekik Emeli marah, napasnya naik turun menahan emosi di dalam dadanya.
"Emeli, cepatlah pulang dan kosongkan rumah itu. Karena kakakku akan segera pulang membawa istri barunya." Timpal Kei tersenyum sinis.
"Baiklah, jika itu mau Al. Tapi, aku tidak akan menanda tanganinya sekarang." Jawab Emeli, mengambil surat cerai di atas meja lalu ia masukkan ke dalam tas bersama uang kompensasi yang di berikan Pengacara itu.
"Terima kasih Nyonya, atas kerjasamanya. Ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan."Sahut Pengacara tersebut.
"Terima kasih Nyonya, dalam satu hari rumah itu harus segera di kosongkan." Pengacara itu berdiri di ikuti Jimi dan juga Kei. Kemudian mereka melangkah bersama meninggalkan ruangan.
Sesaat Emeli tertegun di tempat duduknya, tak lama kemudian ia beranjak pergi meninggalkan ruang kerjanya.
***
Sesampainya di rumah. Emeli mengumpulkan seluruh anak buahnya yang ada di rumah beserta asisten rumah tangga yang selama ini bekerja di rumah Al.
"Paman Sen Dhok dan kau Wa Jyan, pergilah bersama mereka. Bawa semua barang barang milik kita. Bersihkan dan rapikan rumah kita yang baru. Aku akan menyusul kalian." Jelas Emeli.
"Baik Nona!" sahut mereka serempak.
"Bagus, pergilah sekarang dan jangan sampai ada yang tahu, kalian paham?!"
"Baik Nona!" jawab mereka serempak. Lalu mereka semua mulai membawa satu persatu barang yang di anggap penting. Kemudian mereka semua pergi meninggalkan mansion yang sekian lama sudah mereka tinggali. Kini tinggallah Chimol dan Basreng.
"Apa rencana Nona selanjutnya?" tanya Chimol
"Kita ikut pindah, demi keamanan putraku. Aku yakin, Al akan mencariku dan putranya. Kalian jangan khawatir, aku tahu suamiku baik baik saja." Jawab Emeli optimis.
Emeli selama ini sudah curiga dan menduganya. Hal ini akan terjadi padanya dan Ansell. Beruntung, Al sebelum pergi ke Negara lain, sudah mewasiatkan seluruh harta kekayaan dan perusahaannya kepada putranya bukan lewat pengacara yang selama ini di percayakan oleh Al. Itulah sebabnya, Emeli percaya penuh kepada Al meski tidak ada kabar beritanya.
"Berarti, Jimi dan Tuan Kei, tidak mengetahui kalau perusahaan dan kekayaan Tuan Al sudah di wariskan?" tanya Basreng.
"Kau benar, oleh karena itu kita harus tinggalkan rumah ini demi keselamatan putraku." Jawab Emeli.
"Baiklah Nona, sebaiknya anda berkemas. Kita pergi sekarang." Usul Chimol.
Emeli menganggukkan kepalanya, lalu bergegas ke kamar Ansell yang tengah tertidur pulas.
"Sayang, kita pergi sekarang." Ucap Emeli, mengangkat tubuh Ansell dan menggendongnya. Krmudian Emeli bergegas meninggalkan rumah itu bersama dua orang kepercayaannya juga Al.