Baby Proposal

Baby Proposal
BP 27



Malam ini Al sangat bahagia. Ia membagikan hadiah berupa sejumlah uang yang fantastis kepada tim Dokter yang telah berhasil membuktikan kalau Al tidaklah mandul.


Tidak hanya itu, Al mengadakan pesta di markasnya bersama anak buah dan beberapa rekan bisnisnya. Sementara Emeli, tetap di jaga dengan ketat di mansion nya.


Kebahagiaan Al berlipat lipat, selain ia di nyatakan tidak mandul. Al juga akan mendapatkan seorang putra sesuai kriteria yang dia inginkan. Semenjak pernikahannya dengan wanita yang sangat ia cintai, wanita bernama Cindy. Putri salah satu keturunan bangsawan dari Inggris. Hidup Al selalu di penuhi hinaan dan caci maki karena selain miskin, ia juga di tuduh mandul setelah dua tahun menjalani rumah tangga dengan Cindy.


Cindy menceraikan Al dan memberikan sebuah tantangan pada Al. Jika Al bisa membuktikan kalau dia tidak mandul dengan memiliki seorang putra. Maka Cindy bersedia untuk kembali padanya.


Saat pesta tengah berlangsung, seorang wanita dengan menggunakan balutan gaun berwarna merah. Berjalan dengan anggun, menghampiri Al yang tengah merentangkan kedua tangannya menyambut wanita tersebut, yang tak lain adalah Cindy.


"Apa kabar sayang?" sapa Al hendak memeluk Cindy.


"Jangan sentuh aku." Ucap Cindy dengan kepala mendongak angkuh.


"Oke!" sahut Al kembali menurunkan tangannya.


"Di mana wanita itu?" tanya Cindy.


"Di rumahku." Jawab Al tersenyum menatap wajah Cindy.


"Sekarang aku percaya, kalau kau tidak mandul. Jadi, kau bisa kembali padaku. Dengan syarat.." Cindy kembali mengajukan syarat kepada Al.


"Syarat? syarat apalagi?" tanya Al bingung.


"Ceraikan wanita itu, dan buang jauh jauh dari kehidupanmu." Jawab Cindy tegas.


"Tapi, dia tengah mengandung putraku." Jawab Al


"Aku tidak perduli, kau tidak harus merawat wanita itu dan putranya bukan? aku hanya minta kau membuktikan, tidak lebih dari itu." Ungkap Cindy.


"Tapi bagaimana dengan mereka?" tanya Al.


"Mudah, kau berikan dia uang dan suruh pergi jauh dari kota ini. Jika tidak, jangan harap aku mau kembali." Jelas Cindy.


"Aku-?"


"Lakukan apa yang aku minta, atau selamanya kita tidak akan bersama lagi." Ancam Cindy lalu ia balik badan, melangkahkan kakinya meninggalkan Al yang masih terpaku di tempatnya.


"Semua ini kulakukan karena aku sangat mencintaimu, Cindy." Gumam Al pelan.


***


Al melangkah dengan gontai memasuki rumahnya. Sesekali ia tertawa kecil, mengingat kata kata Cindy.


"Kau pikir siapa? berani sekali memerintahku. Dulu keluargamu menghinaku karena miskin, mandul. Sekarang, setelah aku kaya dan terbukti aku tidak mandul. Kau mau kembali dengan semudah itu? tidak Cindy."


Langkahnya terhenti di depan pintu kamar pribadinya. "Aku memang sangat mencintaimu, tapi aku tidak mungkin membuang putraku."


"Aku akan menceraikanmu setelah anakku lahir, dan kau boleh pergi sesuka hatimu Emeli."


Al mengalihkan pandangannya ke arah meja, nampak satu gelas susu, buah buahan dan makan malam Emeli masih utuh tak tersentuh. Kemudian Al membangunkan Emeli supaya mau makan, karena ia khawatir dengan pertumbuhan janin dalam kandungan Emeli.


"Bangun Emeli.." Al membungkuk lalu menepuk pipi Emeli berkali kali, hingga wanita itu membuka matanya.


"Kau? kau sudah pulang?" tanya Emeli.


"Ayo bangun, kau sama sekali tidak menyentuh makananmu." Al menarik tangan Emeli pelan supaya bangun. Lalu mengangkat tubuhnya dan menggendongnya menuju kursi.


"Makanlah." Al mendudukkan Emeli di kursi, laku ia duduk di kursi lain berhadapan dengannya.


"Aku tidak mau makan!" sahut Emeli.


"Kau harus makan, kalau terjadi apa apa dengan putraku, tanggung akibatnya." Ancam Al.


"Tapi aku tidak mau makanan ini!" sahut Emeli dengan nada tinggi.


"Lalu kau mau makan apa? pizza, hamburger atau apa?" tanya Al mulai kesal.


"Ketoprak!" jawab Emeli


"Apa??? ke, to, prak??" tanya Al mengulang nama makanan yang Emeli sebutkan.


"Aku mau ketoprak sekarang juga!" bentak Emeli sambil menggebrak meja.


"Apa itu ketoprak? aku sama sekali tidak tahu makanan apa? kau jangan aneh aneh Emeli!"


"Aku mau ketoprak, sekarang!" Emeli berdiri, beranjak pergi naik ke atas tempat tidur.


"Ketoprak?? makanan apa itu?" tanya Al pada dirinya sendiri. Lalu ia berdiri, bergegas pergi menemui Dr Alan dan bertanya tentang makanan yang bernama Ketoprak. Kebetulan Dr Alan sering berkunjung ke Indonesia jadi dia tahu makanan itu.


Dr Alan menyarankan Al untuk membuat ketoprak pesanan Emeli, meski terbilang ribet tapi Al cukup meneringahkan anak buahnya mencari bahan bahan yang di perlukan untuk membuat ketoprak.


Mereka mulai berpencar untuk mencari bahan bahan yang di perlukan. Satu jam menunggu, akhirnya sebagian anak buah Al berhasil menemukan bahan bahan itu meski tidak lengkap. Dengan bantuan Dr Alan, Al mulai membuat Ketoprak dengan tangannya sendiri.


Satu jam berlalu, akhirnya Al selesai membuat ketoprak. Ia tersenyum lebar dan bangga bisa membuat ketoprak, makanan yang sama sekali tidak ia ketahui. Al bergegas menuju kamar Emeli dan meketakkan satu piring ketoprak di atas meja. Kemudian ia bangunkan Emeli dan memintanya untuk segera makan malam.


Emeli duduk di kursi, matanya menatap ketoprak di atas piring. Aroma khas bumbu kacang, membuat Emeli tersenyum lalu menarik piring dan mengambil sendok.


Al diam memperhatikan Emeli. Ia berpikir Emeli akan menghabiskan satu piring ketoprak. Namun dugaan Al salah, Emeli hanya memakan tiga suapan lalu meminum susu yang sudah dingin. Setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya kembali ke tempat tidur.


Al tidak percaya dengan apa yang di lakukan Emeli, dua jam lebih proses pembelian hingga pembuatan ketoprak dan Emeli hanya makan tiga suapan saja?


"Tenang Al, tenang, kau harus sabar menghadapi Emeli demi putramu." Gumam Al menyemangati dirinya sendiri.