Baby Proposal

Baby Proposal
BP 43



Emeli menyecap teh hangatnya perlahan, tersenyum mengembang memperhatikan Ansell kecil tengah bermain di taman bersama Paman Sen Dhok dan Way Jan.


Sejak pindah rumah Emeli hidup dengan tenang bersama putra dan orang orang pilihan yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Emeli dan putra kecilnya.


Mereka bisa melakukan apa saja demi Emeli atau Ansell kecilnya. Baginya itu sudah lebih dari cukup meski Al sampai detik ini belum ada kabar sama sekali.


Terbersit dalam pikiran Emeli untuk mencari tahu keberadaan dan keadaan Al. Tetapi yang membuat dia bingung adalah putra kecilnya. Bukan Emeli tidak percaya kepada anak buahnya. Tapi bagi Emeli hidup dan mati harus tetap sama sama, dari pada harus meninggalkan putranya dan jika terjadi sesuatu, Emeli akan lebih sangat menyesal lagi.


Hari berlalu, minggu berganti bulan. Genap usia Ansell dua tahun. Emeli berpikir hidupnya sudah jauh lebih baik, damai dan tenang. Namun dugaan Emeli salah saat dua orang kepercayaannya datang menemuinya di taman dan memberikan informasi penting.


"Nona, ini informasi yang Nona butuhkan." Kata Chimol, menyerahkan dokumen kepada Emeli.


Kemudian Emeli mengambil dokumen di tangan Chimol dan membukanya. Beberapa hari yang lalu, Emeli meminta Chimol untuk mencari tahu tentang siapa orang tua kandungnya dan di mana keberadaannya.


Emeli tidak terkejut lagi ketika ia mengetahui kalau ayahnya seorang pengusaha kaya raya dan memiliki harta berlimpah.


"Jadi? ibu tiriku menginginkan kematianku atau putraku?" tanya Emeli menutup kembali dokumennya.


"Benar Nona!" sahut Chimol.


"Satu lagi kabar buruk Nona, dan kita harus mewaspadainya. Kapan saja mereka akan datang menyerang." Sela Basreng.


"Jimi? Kei?" Emeli menoleh ke arah Basreng.


"Benar, mereka sudah menyadari kalau perusahaan dan harta kekayaan Tuan Al tidak dapat mereka miliki, kursi kepemimpinan tidak dapat di gantikan karena semua itu sudah di wariskan kepada Tuan Muda Ansell. Dan mereka pasti akan melakukan apa saja untuk melenyapkan Tuan Muda." Timpal Chimol.


"Aku setuju Nona, sebelum semuanya menjadi terlambat." Basreng memberikan usul.


***


Dokter Alan bukanlah Dokter kandungan saja, tapi dia juga ahli dalam fisika, kimia. Cara berpikirnya sedikit gila, namun Emeli sangat menyukai Dokter Alan karena dengan kemampuannya bisa melakukan apa saja dengan jebakan jebakan yang tak terduga oleh musuh.


Hari ini, Emeli memerintahkan Dr Alan dan yang lain untuk membuat ruang bawah tanah menjadi tempat rahasia. Selain itu, Dr Alan juga akan membuat tempat rahasia itu anti peluru.


Di bantu Chimol, Basreng, Kubis dan yang lainnya. Bekerjasama membuat mansion milik Emeli menjadi neraka untuk musuhnya dan menjadikan surga bagi penghuninya.


Berbagai jebakan dan perlindungan di buat oleh mereka. Dan tidak cukup satu hari, satu minggu pekerjaan itu baru selesai dan Emeli bisa tidur dengan tenang karena keamanan untuk putra kecilnya terjamin.


Di saat bersamaan, pihak musuh tidak kalah cerdasnya dengan pemikiran Emeli. Kalau hanya mengandalkan senjata tentu tidak akan mudah mengalahkan Emeli. Mereka sudah tahu bagaimana cerdasnya Emeli dan orang orang di sampingnya yang siap menyerahkan nyawanya demi melindungi keluarga Al.


Sudah sejak tiga bulan yang lalu, mereka menyiapkan kloningan Al untuk memperdaya Emeli dan melenyapkan keturunan Al yaitu Ansell winston.


"Bagaimana Tuan Kei? apakah anda puas?" tanya Profesor Urab.


"Kau memang hebat, Urab." Puji Kei tersenyum senang. "Jimi, bagaimana menurutmu?"


"Luar biasa, sempurna!" seru Jimi kagum memperhatikan kloningan Al yang sama persis dengan Al yang asli. Kemudian Kei memerintahkan Urab untuk menguji coba Al palsu.


Di balik kaca jendela, mereka memperhatikan Al palsu berbicara, tertawa, marah dan semua pergerakan Al palsu. Mereka tertawa penuh kemenangan, merasa sudah dapat mengalahkan Emeli menggunakan Al yang palsu.