ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"keadaan Fina sudah jauh lebih baik dan hari ini rencananya mereka akan kembali ke kota dan masalah rumah orang tua Fina akan ada yang mengurus nya Ratih dan Tian juga Susan anak nya akan ikut Lolita dan tinggal di rumah yang sudah di siapkan Lolita untuk mereka dan Tian akan bekerja di perusahaan sebagai karyawan,,


"boy kembali ke luar negeri untuk menyelesaikan kuliah nya juga dan Pablo sudah kembali ke negara nya satu hari sebelumnya sedang kan Sean sudah kembali lebih awal bersama Reina karena kesibukan mereka masing-masing,,


"Lolita dan kembar akan pulang bersama dengan Remon dan Roy sedangkan Arkan hanya bisa pasrah karena sampai saat ini sang istri memilih diam ,,


"sampai di mension Lolita tidak langsung ke kamar nya tapi lebih memilih ke kamar kedua putri nya di bantu Remon dan Roy ,,


"mom ,, panggil marvinia,,


"iya sayang ,,sahut Lolita,,


"aku lapar ,,ucap marvinia,,


"mom aku juga lapar ,,ujar marvela ,,


"baiklah karena kembar nya mom lapar jadi mom akan siapkan makanan yang paling enak ,,ucap Lolita,,


"terima kasih mom ,,ucap kembar yang memeluk Lolita,,


"sampai di dapur Lolita langsung mengambil beberapa sayuran dan ayam untuk di olah menjadi makanan yang lezat tidak menyadari ada Arkan yang membuntuti nya bahkan seperti mengabaikan keberadaan Arkan sang suami paman Tio tidak tahu apa yang terjadi dengan tuan dan nyonya mereka para pelayan bahkan tidak berani menyapa tuan mereka ,,


"paman bisa minta tolong cuci sayuran itu dan potong kecil-kecil,,pinta Lolita tapi yang melakukan Arkan ,,


"biar aku saja paman ,,ucap Arkan ,,


"tidak perlu ikut campur bisakah berikan sayuran itu pada paman ,,ucap Lolita tidak ingin di bantah tapi Arkan malah tetap mencuci sayuran nya ,,


"tuan biar saya saja ,,ucap Tio ,,


"paman kerjakan yang lain saja biar ini aku saja yang melakukan,,ucap Arkan,,


"paman biarkan saja dia melakukan nya dan tolong gantikan aku memasak karena mood ku sudah hilang untuk memasak ,,ucap Lolita yang pergi begitu saja meninggalkan Arkan yang masih sibuk memotong sayuran nya ,,


"paman lanjutkan,,ucap Arkan yang pergi menyusul Lolita ,,


""kita perlu bicara,,tarik Arkan yang membawa Lolita ke kamar mereka,,


"brukkkk,, pintu tertutup sangat keras dan beberapa pelayan kaget akan hal itu ,,


"kita perlu bicara ,,ucap Arkan lagi ,,


"sayang kita perlu bicara ,,ucap nya tapi yang di ajak bicara tidak menanggapi,,


"Lolita ,,bentak Arkan karena sang istri tidak juga merespon,,


"cihhhhhh kau bahkan membentak ku ,,ketus Lolita,,


"kita perlu bicara sayang ,,ucap lembut Arkan ,,


"aku rasa tidak semua jelas dan aku tidak ingin berdebat,,ucap Lolita,,


"sayang semua yang beredar di luar sana tidak benar kau tau aku seperti apa tidak mungkin mengkhianati mu ,,ucap Arkan,,


"semua bisa saja terjadi bahkan yang saling mencintai pun akhirnya akan berpisah ,,sindir Arkan ,,


"sayang aku tidak seperti itu percaya padaku ,,pinta Arkan ,,


"terkadang rasa percaya itu bisa jadi keraguan tapi aku tidak ada hubungan apa-apa dengan citra dia hanya rekan bisnis ku sayang ,,ucap Arkan ,,


"bahkan mulut mu begitu lancar menyebut namanya di antara kita ,,sindir nya lagi ,,


"sayang jngan seperti ini ,,ucap Arkan ,,


"kau mau aku Bagaimana hah ,,bentak Lolita,,kau ingin aku tersenyum menyambut mu atau kau ingin aku bertanya bagaimana kabar wanita mu begitu atau kau ingin aku bertanya kapan kau akan bercerai dengan ku iya atau apa katakan ,,bentak Lolita yang meluapkan semua luka nya ,,


"sayang tidak seperti itu maafkan aku sungguh bukan seperti itu maksud ku ,,pinta Arkan yang berusaha memeluk sang istri tapi sayang nya Lolita menghindari,,


"cukup Arkan aku mengerti sekarang kau pergi dengan begitu buru-buru tidak ada kabar bahkan satu kali kau menelpon ku bukan kau yang bicara langsung padaku tapi Bobby asisten mu apa aku bagimu apa kau pernah berpikir bagaimana perasaan kedua putri kita menanyakan mu kapan pulang Daddy mereka apa kau mengerti bagaimana mereka selalu mencari mu tidak kau tidak mengerti ,,ucap Lolita,,


"karena kau egois bagimu kami tidak penting bagimu aku hanya beban Arkan bukan aku yang ingin kita bersama bukan kau yang meminta ku kembali padamu ,,ucap Lolita,,


"sayang jngan bicara seperti itu kamu tau itu sangat menyakiti ku ,,ucap Arkan,,


"oh menyakiti mu apa aku tidak terluka saat melihat kalian bersama bahkan kau begitu bahagia saat bersama wanita mu ,,bentak Lolita entah kenapa Arkan seperti lepas kendali,,


"plak,,, tamparan keras mendarat di pipi Lolita bahkan di sudut bibir nya mengalir darah ,,sayang maafkan aku ,,sesal Arkan yang ingin mendekati tapi Lolita menolak ,,


"jngan mendekati ku ini sudah membuktikan seberapa besar kau begitu mencintai sekarang lebih baik kita akhiri hubungan ini karena aku lelah ,,ucap Lolita yang keluar dari kamar sedangkan Arkan menyesali apa yang di lakukan nya tadi ,,


"Arkan mengamuk semua yang ada di kamar tidak luput dari kemarahan nya tidak ada yang berani masuk hanya siap siaga di depan pintu kamar tuan mereka ,,


"memandangi foto pernikahan nya memeluk mencium nya menyesali apa yang terjadi bahkan tangan yang dengan berani menampar sang istri pun dirinya lukai seakan tidak cukup rasa sesal nya dirinya yakin sang istri akan semakin membenci nya ,,


"Sean dan Reina yang mendapat kabar dari paman Tio bahwa momi mereka belum keluar kamar begitu juga Daddy mereka langsung menuju mension karena sudah pasti kembar akan semakin sedih ,,


"sampai di mension Sean melihat marvela dan marvinia menangis menanyakan mom dan dad beruntung Sean datang jadi mereka bisa lebih tenang ,,


"Reina datang bersama Joseph membantu Sean untuk menenangkan dan menemani kembar agar lebih tenang setelah kedua adik nya tertidur di kamar nya mereka menemui paman Tio meminta penjelasan,,


"paman Tio menceritakan semua sampai mereka mendengar keributan di kamar tuan nya dan setelah melihat nyonya mereka keluar dari kamar masuk ke kamar Sean tidak ada lagi yang keluar dari kamar ,,


"Sean pun meminta Tante Sani untuk datang membantu tidak lupa mengabari Tante Fina agar mau membuat mom mereka bicara karena Sean sangat takut terjadi sesuatu dengan mom nya ,,


"Sani dan Erik sampai malam hari nya mencoba membujuk Lolita dan Arkan untuk saling bercerita tapi tidak ada yang merespon sama sekali Sean tidak menyerah kalau dengan cara baik mereka keras kepala maka mau tidak mau kunci cadangan jalan keluar nya ,,


"Sean masuk sendiri karena Sani dan Reina menemani si kembar dan mengajak mereka bermain di ruang tamu ,,


"Erik pun masuk ke kamar Arkan terlihat sangat gelap dan melihat Arkan menangis dengan barang yang sudah tidak pada tempatnya setelah lampu di nyalakan Erik dapat melihat luka di tangan Arkan mendekati Sahabat nya memeluk nya memberikan kekuatan agar lebih tegar baru kali ini melihat sahabatnya yang sangat konyol bisa berantakan sekali bahkan seperti depresi ,,


"Sean masuk ke kamar nya disana melihat mom nya memandang luar jendela melamun dengan terus mengelap air matanya Sean tau mom nya terluka hati nya ,,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,


,,


,.


"dah akh tunggu dulu ya masih kurang pas tau iya tau nanti di pas in dulu ya sabar 😊😊😊😊klo kaga kesel juga banting hp nya aja kan jadi kesel ,,😂😂