ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"mereka bertiga masih di dalam kamar Arkan wajah mereka bertiga semua bingung ada apa ,,kenapa ,,kok bisa ,,apa ada yang salah itu adalah isi pikiran masing-masing dari Arkan dan Sani juga Bobby,,


("*Lolita melupakan aku wah kurang ajar sekali otak nya awas saja bila sudah ingat ,,kesal Sani ,,


("nyonya melupakan nona Sani dan hanya mengingat bos wah cinta sejati memang hebat ,,ucap Bobby,,


("bukankah tadi pagi Lolita meminta maaf kenapa bisa jadi aneh gini ya ,,ah yang penting kan Lolita mengingat ku tapi Sani kasihan juga apalgi putri ku Reina ,,ucap sedih Arkan ,,


("awas saja awas ,,ancam Sani dengan pemikiran nya ,,


("apa aku dan Sani akan seperti itu cinta sejati ,,ucap Bobby yang kini menatap Sani yang sedang bingung dengan senyum ",,


"kenapa dia manusia bodoh ini yang satu senyum satu kesal apa mereka berdua gila ,,ucap Arkan yang memperhatikan mereka* ,,


("kenapa mereka bertiga seperti orang bodoh hahahahhaha. ,,ucap Lolita yang puas ,,


"tidak ada yang menyadari bahwa Lolita sedang memperhatikan mereka Sani dengan wajah kesal, Bobby dengan senyuman aneh nya dan Arkan dengan perhatian melihat mereka berdua ,,


"apa kalian akan terus berpikir ,,ucap Lolita membuyarkan lamunan mereka ,,


"Lolita kita perlu bicara ,,pinta Sani,,


"tidak usah sok akrab dengan ku ,,apa kau ingin aku setuju kau menjadi kedua jngan harap ,,ucap Lolita,,


"hey bukan itu yang mau aku katakan,,ucap Sani kesal karena tidak sabaran Sani menarik tangan Lolita keluar dari kamar dan membawa nya turun menuju taman ,,


"kita dimana ,,tanya Lolita karena baru melihat halaman dengan sangat luas ,,


"di rumah orang ,,ucap asal Sani ,,


"hey aku bertanya baik" ya ,,ucap kesal Lolita ,,


"bukan itu yang harus di bahas ,,aku tanya apa kau melupakan aku ,,apa kau tidak ingat kebersamaan kita ,, perjuangan kita ,,dan usaha kita ,,tanya Sani ,,


"bicara apa sih kebersamaan kau dan kekasih ku iya wah kau sering datang ke rumah yang besar ini iya ,,tanya balik Lolita,,


"hey bukan begitu aku baru pertama datang kesini kau pun baru datang kesini ,,jawab Sani ,,


"jngan berbohong kau dan kekasihku tidak akan aku biarkan kalian bersama ,,ucap Lolita ,,


"kau sangat menyebalkan dan membuat kesabaran ku habis Lolita ,,teriak Sani ,,


"mau apa kau hah mau apa ,,tantang Lolita ,,


"karena Sani sudah sangat kesal pada akhirnya mereka bertengkar Sani menjambak rambut Lolita dan sebaliknya Lolita menjambak rambut Sani tidak hanya itu mereka saling main cakar mencakar satu sama lain berguling di taman tidak cukup sampai disitu Sani menindihnya dan Lolita berontak membalik posisi ,,


"sayang ,,,teriak Arkan yang melihat sang kekasih berantakan dan Bobby juga langsung berlari memegang Sani dan Arkan memeluk Lolita ,,


"sayang sudah tenang tidak ada yang terjadi antara aku dan Sani ,,ucap Arkan menjelaskan,,


"iya dan lagian aku sudah punya kekasih yang lebih tampan dari pada kau ,,ucap Sani yang masih kesal ,,


"Sani sudah ,,ucap Bobby,,


"sudah lihat dia menjambak ku dia mencakar ku lihat ini sakit ,,adu Sani pada Bobby,,


"hahahahahahha,,,tawa puas Lolita dan memeluk Sani ,,maafkan aku ,,ucap Lolita dan pergi begitu saja tapi tidak semudah itu bagi Arkan ,,


"kau mau kemana sayang ,,ucap Arkan yang penuh penekanan,,


"momi ,,teriak Reina dan memeluk kaki Lolita ,,


"Reina ,, panggil Sani ,,


"Tante sudah main nya dengan momi ,,tanya Reina ,,


"main apanya lihat Tante terluka karena momi mu wanita menyebalkan ini ,,ucap Sani yang menunjukkan luka nya pada Reina ,,


"momi katanya tidak akan terluka ,, huwaaaaaaa,, huwaaaaaaa ,,momi bohong ,,ucap Reina dan berlari masuk ke mension di ikuti bibi dan Bimo ,,


"sayang ,, panggil Lolita dan mendapatkan tatapan dari Arkan dan Sani begitu juga Bobby,,


"aku bisa jelaskan sayang ,,ucap Lolita dan Arkan sudah pergi masuk ke dalam mension sedangkan Lolita belum lepas dari tatapan Sani ,,


"bisa jelaskan sekarang aku rasa kau cukup senang bermain-main nya bagaimana dengan luka ini dan rambut ku ini jawab Lolita,,ucap Sani ,,


"maafkan aku Sani maaf ,,ucap Lolita dengan cengar-cengir nya tapi tidak dengan Sani ,,


"kau tau bagaimana khawatir nya aku pas tau bahwa kau melupakan Reina bahkan melupakan aku sakit Lolita sakit ,,teriak Sani yang menangis ,,


"maafkan aku ,,ucap sesal Lolita yang menunduk,,


"aku kecewa dengan kelakuan kekanakan mu ini ,,ucap Sani dan Sani pun pergi Lolita sudah berkali-kali memanggil tapi Sani tetap masuk ke mension tanpa menengok kebelakang,,


("*rasakan sekarang aku akan balas perbuatan mu ,huh puas sekali melihat mu seperti itu ,,ucap senang Sani di hatinya* ,,


"kau benar marah dengan nyonya ,,tanya Bobby,,


"tidak biarkan saja aku sengaja ,,ucap Sani yang tertawa puas dan Bobby hanya menggeleng aneh saling mengerjai,,


"Lolita masuk ke kamar utama dan melihat Arkan yang sedang berada di balkon di kamar Lolita menghampiri Arkan tapi sepertinya Arkan marah dengan tindakan nya tadi ,,


"maafkan aku ,,ucap sesal Lolita ,,


"maafkan aku ,,hiks,,hiks,,hiks,,hiks,,maaf ,,ucap Lolita ,,


"apa kau puas sekarang,,tanya Arkan tanpa ekspresi seperti menahan emosi,,


"maafkan aku ,,ucap Lolita dan hanya itu yang berani dirinya katakan,,


"aku hanya bertanya apa kau puas ,,ucap kembali Arkan ,,


"hiks,, hiks,,hiks,,hiks,,hiks,,dan Lolita hanya bisa menyesal dan menangis ,,


"sebaiknya kamu kembali ke kamar mu karena bukan disini kamar mu kita belum menikah jadi pergilah ke kamar mu ,,ucap Arkan tanpa mau melihat Lolita ,,


"maafkan ,,dan hanya itu yang Lolita ucapkan dan keluar dari kamar Arkan dan masuk di kamar yang bersebelahan dengan Arkan Lolita menangis dan menyesal dengan ulah nya karena mungkin Sani dan Arkan marah padanya ,,


"makan malam Lolita tidak keluar dari kamar karena sejak kejadian pagi tadi Lolita tidak berani keluar kamar bahkan Reina pun tidak masuk ke kamar nya untuk bermain ,,


"momi masih di kamar nya Tante ,,jawab Reina ,,


"panggil momi sayang kita makan malam bersama ,,ucap Sani ,,


"baik Tante ,,sahut Reina dan pergi ke kamar Lolita ,,


"apa kau marah padanya ,,tanya Sani ,,


"makanlah makanan mu dan biarkan bila dia tidak ingin makan bersama ,,ucap Arkan ,,


"kau berbeda kenapa ,,ucap Sani makin penasaran,,


"jngan campuri urusan ku,,ucap Arkan dan Sani kembali diam karena dirinya sadar dia hanya menumpang di mension Arkan karena Lolita ,,


"momi tidak menjawab ,,ucap Reina yang baru kembali dari kamar Lolita ,,


"apa momi menjawab saat kau panggil,,ucap Sani yang khawatir,,


"tidak momi mungkin tidur Tante ,,ucap Reina ,,


"tidur mana mungkin ini baru jam berapa ,,ucap Sani ,,


"bisa kalian diam saat kita makan dan biarkan dia mau berbuat apa ,,ucap Arkan dan makan dengan tenang sampai usai mereka kembali ke kamar masing-masing Sani khawatir tapi dirinya juga masih kesal dengan perlakuan Lolita mengerjainya dan Sani mengerti sikap Arkan pasti kecewa ,,


"bibi apa momi akan baik-baik saja ,,tanya Reina yang sudah berada di kamar di temani bibi ,,


"mungkin momi nya non Reina masih capek dan tertidur,,ucap bibi agar Reina tidak khawatir,,


"bibi apa Daddy marah dengan momi ,,tanya Reina ,,


"bibi tidak tau non mungkin Daddy non Reina hanya lagi bnyak pikiran soal pekerjaan sudah lebih baik non istirahat sudah malam nanti Daddy makin marah ,,ucap bibi ,,


"baik bibi ,, selamat malam ,,ucap Reina dan bibi akan menunggu sampai Reina sudah benar-benar terlelap,,


"Arkan masuk ke kamar nya dan tidak sekalipun melirik kamar Lolita padahal kamar mereka bersebelahan,,


"bos ,,panggil Bobby,,


"ada apa ,,jawab Arkan ,,


"apa nyonya sakit ,,tanya Bobby,,


"biarkan saja mau berbuat apa aku tidak peduli ,,ucap Arkan dan langsung masuk ke kamar nya ,,


"seperti nya ada yang tidak beres ,,ucap Bobby dan beberapa kali Bobby mengetuk pintu kamar Lolita tapi tidak ada jawaban Bobby semakin takut karena sejak masuk kamar Lolita tidak keluar lagi ,,


"bos,,bos,, panggil Bobby di luar pintu kamar Arkan ,,


"bos ,,bos,, panggil nya lagi dan tidak lama Arkan membuka pintu kamar nya ,,


"ada apa ,,tanya Arkan ,,


"bos nyonya sama sekali tidak menjawab apa terjadi sesuatu,,ucap Bobby takut Arkan marah ,,


"aku sudah bilang padamu biarkan dirinya berbuat apapun aku tidak peduli ,,ucap Arkan di tiap kata" nya ,,


"pagi nya semua sudah berkumpul untuk sarapan tapi Lolita juga tidak ikut bergabung seperti semalam Arkan juga sudah bertanya dengan paman Tio tapi jawaban nya Lolita tidak keluar untuk makan malam ,,


"Arkan khawatir tapi ego nya mengalahkan semua nya awal nya Arkan memang sudah memaafkan Lolita tapi karena kejadian kemarin Arkan berpikir mungkin Lolita sudah tidak serius dengan nya ,,


"bibi dan paman kalian buka kamar Lolita pakai kunci cadangan,,perintah Arkan dan mereka pun pergi ke kamar Lolita ,,


"apa nyonya sakit lagi ,,tanya paman Tio,,


"saya tidak tau tapi dari kemarin nyonya tidak keluar bahkan makan malam pun tidak ,,ucap bibi,,


"semoga saja nyonya tidak apa-apa,,ucap bibi dan paman Tio bersamaan,,


"pintu kamar di buka tapi tidak melihat Lolita di kamar nya bahkan bibi sudah mencari di kamar mandi dan ruang ganti baju tapi tidak ada hanya ada selembar kertas ,,


"mereka berdua turun kebawah dan Arkan masih dengan sarapan nya begitu juga dengan yang lain nya ,,


"tuan ,, panggil paman Tio dan memberikan selembar kertas yang tadi ada di meja rias ,,


"to :Arkan ,,


"maafkan aku dan mungkin hanya itu yang bisa aku ucapkan,,


"Lolita ,,,


"Bobby ,,teriak Arkan ,,


"iya bos ada apa ,,tanya Bobby,,


"kerahkan semua anak buah untuk mencari kekasih ku pastikan tidak ada luka sedikitpun pada tubuh nya ,, perintah Arkan ,,


"Arkan Lolita pergi ,,tanya Sani ,,


"Daddy momi kemana ,,tanya Reina dan tangis nya ,,


"sayang momi pasti akan kembali percaya pada Daddy ,,Sani aku Titip Reina ,,ucap Arkan dan langsung pergi bersama Bobby,,


"bos ,, panggil Bobby tapi terhenti karena takut bos nya makin mengamuk ,,


,


,


,


,


,.


"jiahhhhhh momi Lolita kabur kan makanya jngan marah dan maafkan momi 😁😁