ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"yeyeyeyeyyeyeyeyey,,,,,momi kita akan ke rumah Tante Sani dan om Erik kan ,,tanya mouzha,,


"iya sayang ,, seperti nya ada yang sangat senang ,,


"iya momi karena mouzha akan. bertemu dengan KA Enrico,,


"apa mouzha suka dengan KA Enrico,,


"mouzha suka karena ka Enrico baik momi dan sayang sama mouzha ,,


"apa semua sudah siap ,,


"sudah arkan barang-barang juga sudah di masukkan Bobby ke bagasi,,


"iya sudah kita berangkat,,


"ayo mouzha sayang di gendong Daddy,,ucap Arkan yang menggendong mouzha keluar dari mension dan bersiap pergi ,,


"di perjalanan pun mouzha sangat antusias ingin cepat sampai ke rumah Sani dan Erik teman sekaligus saudara bagi Lolita dan Arkan mereka berdua adalah orang yang sedikit bnyak nya tau perjalanan cinta kedua nya ,,


"mereka bersiap akan naik pesawat keluar negeri menemui Sani dan Erik ,,


"sedangkan di sekolah bocah tersebut tidak melihat gadis kecil yang selalu mengajak nya bicara bahkan ucapan gadis kecil kemarin masih dirinya ingat ada sedikit sesal dan takut gadis itu tidak sekolah lagi bersama dengan nya ,,


"kalau tanya Bobby dan Doni bagaimana jawaban nya mereka sudah menikah ya dan Doni lebih memilih pensiun dan membuka usaha sendiri sedangkan Bobby masih tetap bekerja dengan bos nya begitu juga Mona sang istri yang masih jadi perawat di rumah sakit mereka menikah satu tahun yang lalu setelah pemikiran yang cukup panjang pasal nya Bobby adalah pria yang susah di ajak berkomitmen untuk hal yang serius kecuali pekerjaan,,


"sedang nya Doni menikah lebih dulu awal nya Akran menolak Doni mengundurkan diri tapi sang istri Lolita memberi pengertian bahwa Doni juga bisa memilih jalan hidup nya walau bagaimanapun itu pilihan hidup nya Arkan tidak bisa menahan atau memaksa nya untuk tetap bersama nya ,,


"bertanya bagaimana boy dan Sena disini aku akan bilang mereka belum menikah ya masih bertunangan maaf kalau salah atau gimana alur masih suka campur aduk soal nya ,,


"Lolita dan Arkan juga mouzha sudah sampai di negara yang dulu di tinggali Lolita saat bersama Sani dulu pekerjaan pertama nya hidup pertama nya dan juga bertemu dengan putri nya Reina semua di negara ini sampai dirinya bisa bertemu lagi dengan sang suami dan sekarang Lolita kembali lagi datang ke negara ini ,,


"sampai di rumah Sani pun tidak kalah terkejut nya bagaimana tidak Lolita memang tidak memberi tahu akan datang dan Erik pun masih berada di kantor maka saat Sani tahu sahabat sekaligus adik nya berkunjung sudah pasti teriak yang di dengar karena saking senang nya ,,


"mereka sudah pernah bertemu tapi beberapa tahun lalu setelah Sani jarang berkunjung ke mension Lolita dengan kesibukan di rumah dan beberapa kegiatan amal untuk panti asuhan yang di bangun nya sedang Enrico pun sudah berkuliah hanya saja saat ada waktu luang atau tidak ada pelajaran di kampus dirinya akan belajar di perusahaan bersama sang ayah ,,


"LOLITA ,,,TERIAK SANI DAN MEMELUK NYA ,,


"bisa lepaskan dulu aku tidak bisa bernafas,,oceh nya ,,


"opsssss sorry ,,dan Hay cantik ,,sapa nya kepada mouzha yang tersenyum dan meminta untuk di peluk ,,


"Tante kemana ka Enrico,,


"KA Enrico nya sedang kuliah mungkin sebentar lagi akan pulang ,,


"duduk dulu Lita dan arkan aku akan suruh maid membuat minuman untuk kalian ,,


"BIBI ,,,teriak nya ,,


"iya nyonya ,,


"buatkan adik ku minuman cepat ya ,, perintah nya ,,


"baik nyonya saya permisi ,,pamit nya ,,


"Daddy mouzha mengantuk ,,


"Arkan antar saja ke ruang tamu ,,pinta Sani dan Arkan pun pergi meninggalkan Lolita dan Sani di ruang tamu dan tidak lama maid pun datang dengan minuman dan beberapa cemilan ,,


"kau semakin terlihat awet muda saja ,,ucap Sani ,,


"kau yang lebih terlihat awet muda,,bantah Lolita ,,


"aku sudah tua ,,


"aku sama kalau begitu ,,jawab Lolita,,


"mau sampai kapan kalian akan saling menyalahkan siapa yang tua dan muda ,,sahut Arkan yang ikut menimpali obrolan kedua wanita tersebut,,


"tidak tahu ,,kompak Sani dan Lolita,,


"Erik belum ada niatan untuk pensiun,,tanya Arkan ,,


"menunggu Enrico,,putra ku sedang belajar,,


"tidak ingin menambah momongan,,


"tidak Arkan cukup Enrico saja biarkan nanti dia yang memberi ku cucu ,,


"itu masih lama Sani ,,ucap Lolita,,


"sudah kenapa membahas cucu dan perusahaan,,


"baiklah sepertinya aku tidak akan masuk dalam obrolan kalian ,,aku akan ke perusahaan bertemu dengan Erik ,,


"pergilah ,,jawab Lolita dan setelah Arkan mencium pipi sang istri baru Arkan pergi ,,


"tidak berubah ,,oceh Sani saat melihat Arkan sudah keluar dari rumah nya ,,


"tidak akan dan aku berharap akan seperti ini terus,,jawab Lolita ,,


"bagaimana kabar keponakan ku ,,


"Reina sedang sibuk jadi ibu muda dan Valerie menantu ku juga sama dan aku kau lihat sendiri mouzha sangat dekat dengan ku sedangkan Sean sangat sibuk dengan pekerjaan nya bahkan sampai kadang Arkan ikut membantu,,


"wajar kan putra nya ,,


"iya aku tau tapi kadang waktu ku jadi sedikit dengan nya ,,


"aku tidak cemburu siapa yang bilang aku cemburu dengan Sean kau aneh aku hanya kesal bila Arkan kadang pulang larut malam dan waktu aku dan dia sedikit bersama nya dan yang aku iri itu pekerjaan nya ,,


"sama saja kau cemburu dengan kertas yang tidak bisa kau lawan ,,


"memang tidak bisa aku lawan karena juga kertas pekerjaan nya itu berharga dan menghasilkan uang ,,


"hahahahhahajajjahahahaha,,, sekarang kau paham rupanya ,,


"paham dan sangat mengerti ,,


"bagus dan jangan berpikir aneh ,,


"tidak hanya iri,,


"hufffff ter serah ,,ucap Sani ,,


"Arkan sampai di perusahaan Erik tidak susah karena kadang Arkan sering berkunjung saat ada perjalanan bisnis dulu dan dirinya cukup di kenal di perusahaan tersebut,,


"APA KAU TIDAK BISA MENGETUK PINTU TERLEBIH DAHULU,,bentak Erik yang belum menyadari siapa yang masuk ,,


"apa harus aku ketuk ulang ,,ucap santai Arkan ,,


"Arkan ,,ucap Erik yang langsung menghampiri sahabat nya dan bisa di bilang saudara baginya mereka saling memeluk,,


"bagaimana kabar mu kawan ,,tanya Arkan ,,


"baik sangat baik ,,dan kau,,tanya balik Erik ,,


"seperti yang kau lihat aku tetap tampan ,,canda Arkan dan mereka duduk di sofa ,,


"kau datang sendiri,,


"tidak bersama istri ku dan mouzha ,,


"kemana mereka ,,


"kau bodoh atau bagaimana,,ya jelas di rumah mu bersama istri mu Sani ,,


"kenapa tidak bilang bila berkunjung aku kan bisa menjemput kalian ,,


"tidak perlu lagian aku tidak ingin merepotkan mu ,,


"kau tidak akan merepotkan ku bodoh ,,kesal Erik ,,


"santai kawan ,,dan lihat aku sudah ada di hadapan mu ,,


"terserah,,lain kali biarkan aku yang menjemput,,


"kenapa dengan mu ,,


"aku tidak apa-apa,,


"kau berbeda,,


"tidak ,,


"kau seperti wanita yang sedang pms ,,


"aku pria bodoh ,,


"hey kenapa sangat kesal ,, katakan ada apa,,


"entah lah aku seperti merasa aneh,,


"maksud mu ,,


"ini sudah terjadi selama dua Minggu belakangan mood ku seperti campur aduk ,,


"maksud mu apa Aku tidak paham ,,


"kalau kau tidak paham bagaimana aku Arkan ,,kenapa sekarang kau bodoh ,,ejek Erik ,,


"kau kurang ajar Erik ,,kesal Arkan,,


"hahahahhahaha,, bagaimana kau kesal bukan ,,


"aku malas bicara dengan mu ,,


"sudahlah tidak usah kesal begitu bagaimana kalau kita keluar ,,


"mau kemana ,,


"entah aku seperti menginginkan sesuatu,,


"maksud mu ,,


"sudahlah Arkan ikut saja ,,


"dan pekerjaan mu bagaimana bodoh ,,


"nanti biar sekertaris ku yang menghandle nya sudah lebih baik kita pergi ,,


"kau bos yang tidak patut di contoh,,


"ya terserah padamu saja ,,


"sepanjang perjalanan Arkan di buat kesal dengan tingkah laku Erik bagaimana tidak kesal sudah beli makanan yang di inginkan tapi dengan enteng nya di berikan pada orang lewat dan belum lagi Erik yang sangat membenci eskrim sangat ingin eskrim dan membeli dua untuk Arkan dan Erik kan konyol bahkan Erik dengan santai nya memakan eskrim dengan menggandeng tangan Arkan seperti sepasang kekasih,,