
"keanehan itu juga terus berlangsung saat Erik melihat ada anak kecil memakan roti selai strawberry dan dengan konyol nya Erik merampas roti anak kecil tersebut dan disitu Arkan yang harus mengganti rugi dua kali lipat dari harga yang sebenarnya dan itu bukan masalah yang jadi masalah Erik seperti anak kecil bahkan Arkan mengira Erik seperti seorang wanita yang sedang mengidam bagaimana tidak Arkan yang sudah mengalami nya karena perubahan hormon sang istri dulu saat hamil walau ini lebih gila ,,tapi Arkan ingat lagi bahwa Erik tidak bisa memberikan keturunan kepada Sani dan mereka saja sampai harus mengangkat anak dari panti asuhan,,
"sayang ,,teriak Arkan begitu sampai di rumah Erik ,,
"Arkan ada apa dan kenapa dengan wajah mu dan lihat kau berkeringat,,
"aku lelah sayang ,,manja Arkan yang mencium leher sang istri,,
"Daddy dari mana kenapa saat mouzha Daddy tidak ada,,
"Daddy ke tempat om Erik sayang ,,jawab Arkan ,,
"Sani sayang ,,teriak Erik yang baru masuk ke rumah dan membuat Arkan sangat kesal dengan wajah tanpa dosa,,
"apa dia setia hari seperti itu ,,
"tidak tapi dua Minggu belakangan setiap pulang dari kantor pasti berteriak,,ucap Sani ,,
"aneh sekali,,ucap Lolita,,
"Sani sayang masak apa hari ini ,,tanya manja Erik ,,
"tidak bisakah kalian melihat kami ,,ucap Arkan ,,
"jangan iri padaku ini belu. seberapa di banding kau Dulu ,,sindir Erik ,,
"kau ,, Tunjuk Arkan ,,
"apa mau marah ,,Sani sayang lihat tamu kita galak ,,adu nya yang seperti anak kecil ,,
"ya Tuhan kau kenapa sih ,,tanya Sani ,,
"aku tidak tau ,,sudah akh kalian gak seru ,,ucap Erik yang langsung pergi begitu saja membuat Lolita dan Arkan juga Sani bingung,,
"seperti sedang hamil saja ,,ucap polos Lolita dan mendapat tatapan tajam dari Sani ,,
"hey kenapa melihat ku seperti itu ,,apa ada masalah,,tanya Lolita ,,
"kau bicara aneh ,,sudah jelas kan aku tidak akan punya anak,,
"sorry ,,tapi tidak ada yang tidak mungkin semua bisa terjadi kan ,,
"sudahlah aku tidak ingin membahas ,,ucap Sani yang menyusul suaminya ke kamar,,
"dia memang aneh sayang ,,ucap Arkan ,,
"aneh kenapa Arkan ceritakan,,
"ayo duduk dan mouzha main sama bibi dulu ya ,,
"baik Daddy,,bye momi ,,pamit nya yang langsung berlari ke dapur untuk mencari bibi ,,
"Arkan pun mulai menceritakan bagaimana aneh nya Erik saat dirinya sampai perusahaan perdebatan yang tidak perlu dan belum lagi masalah saat dirinya keluar untuk membeli makanan di jalan dengan berbagai macam makanan dan minuman yang ada di kaki lima tidak hanya itu Arkan juga harus membayar roti dengan harga dua kali lipat karena Erik main merebut nya saja belum lagi memakan eskrim dan menggandeng tangan Arkan seperti sepasang kekasih sedangkan Lolita yang mendengar kan cerita sang suami melirik Arkan dengan tatapan penuh curiga,,
"Arkan kau normal kan ,, pertanyaan yang tidak masuk akal lagi dari istri nya ,,
"sayang kenapa malah mikir kesitu ,,dan sungguh aku normal kau mau aku buktikan sekarang,,tantang Arkan ,,
"tidak ,,tidak ,,oke aku percaya ,,
"kamu kalau bertanya jangan membuat ku kesal memang selama ini aku kurang perkasa apa bahkan kamu selalu merasa puas bukan dengan keperkasaan ku ,,ucap Arkan,,
"kalau bicara di saring dulu kalau ada yang dengar gak enak,,
"lagian pake nanya aku normal atau tidak ,,
"iya sudah terus ,,tanya Lolita ,,
"ya mana aku tahu Erik aneh menurut ku dan sikap nya seperti saat awal kamu mengidam,,ucap Arkan dan kali ini lolita setuju pendapat suami nya ,,
"semua sudah berkumpul makan bersama tapi tidak Enrico yang harus pulang terlambat karena ada tugas kampus tambahan yang harus di kumpulkan besok nya dan tidak ada juga yang memberitahu Enrico tentang kedatangan lolita dan Arkan juga mouzha biar nanti jadi kejutan,,
"makan bersama terasa hangat dan ramai dengan celoteh nya mouzha yang terus membicarakan bocah kulkas itu bahkan Erik sangat antusias menimpali dan konyol nya Erik memberikan ide agar putri nya menembak bocah kulkas tersebut untuk jadi pacar nya gila mouzha baru berumur 3 tahun yang sebentar lagi akan genap 4 tahun dan yang buat Arkan kesal sang putri justru senang dengan ide tersebut rasanya Arkan ingin menarik kerah baju Erik dan membawa nya pergi ,,
"selesai dengan makan bersama mereka semua berkumpul di ruang tamu sedangkan mouzha di antar ke kamar untuk beristirahat karena anak kecil tidak baik untuk tidur terlalu malam ,,
"semua mengobrol dan membahas keseharian mereka dan beberapa kegiatan yang di lakukan namun tidak berselang Erik membuat ulah dengan duduk di sebelah Arkan lalu menyenderkan kepalanya di pundak Arkan dan itu membuat Lolita sedikit kaget yang agak menjauh ,,
"Arkan kita keluar yuk,,ajak Erik pada Arkan,,
"mau apa aku malas keluar malam-malam,,tolak Arkan ,,
"bersama istri mu saja ,,
"tidak seru dia tidak tau apa-apa,,
"Erik jangan buat aku kesal okey ,,sahut Sani ,,
"apa sih aku mau sama arkan keluar cari makanan,,gak apa kan Lita ,,tanya nya pada istri Arkan,,
"tidak apa pergilah dan jangan lupa belikan kami juga ,,
"beli saja sendiri kenapa minta di belikan ,,aku saja yang ajak Arkan aku yang bayar ,,
"ya kan nanti pakai uang suami ku bodoh ,,
"kenapa bilang aku bodoh ,,kesal Erik ,,
"oh ya ampun kau kenapa sih Erik ,,kesal balik Sani ,,
"aku mau pergi keluar dengan Arkan membeli makanan,,
"sama aku saja okey ,,
"tidak ,,
"Sama aku kan aku istrimu,,
"iya tau siapa juga yang bilang maid ,,
"oh ya ampun Erik pergi sama aku atau tidak sama sekali ,,ancam Sani ,,
"iya pergi sama kamu ,,pasrah Erik dan tatapan nya seperti meminta tolong pada Arkan agar mau membantu nya ,,
"hufffff,,helaan nafas terdengar Arkan pasrah dan mengalah ,, baiklah biar saja Sani Erik pergi dengan ku dan kami tidak akan lama ,,ucap Arkan dan Erik langsung menarik Arkan keluar rumah dan mereka pergi meninggalkan sang istri yang bengong dengan sikap Erik ,,
"makin aneh saja ,,oceh Lolita,,
"iya kau benar apa Erik kerasukan setan ,,
"ngawur mana ada seperti itu ,,
"ada siapa tau kan ,,buktinya dia aneh dua Minggu ini dan semakin aneh saat kalian datang ,,
"apa kau menuduh ku ,,
"bukan jangan salah paham ,,Erik seperti itu karena dekat Arkan dan aku tau bagaimana mereka dulu sangat dekat ,,ucap Sani yang tidak ingin Lolita salah paham,,
"sudahlah besok kita kerumah sakit saja ,,
"buat apa Erik sehat dan aku juga sehat ,,
"sudah ikut saja aku mau memeriksakan Arkan ,,bohong Lolita,,
"kenapa Arkan sakit ,,
"ishhhh bukan,, sudah lah sebaiknya kita menonton saja sambil menunggu para suami kembali ,,
"sudah setengah jam berputar tidak jelas hanya untuk membuat Erik senang bukan tanpa alasan Arkan melakukan itu karena saat Erik akan membeli sesuatu di sebuah toko barang yang di inginkan sudah ada pemiliknya bahkan sempat terjadi perdebatan tapi sang pria keukeuh dengan pendiriannya karena itu akan dia Hadiah kan untuk istri nya sedangkan Erik memberi alasan untuk barang tersebut hanya karena ingin kan aneh,,
"dan Erik yang kesal pun keluar dari toko tersebut meminta Arkan untuk berkeliling tidak jelas seperti sekarang,,
"kau kenapa ,,tanya Arkan ,,
"tidak tahu aku kenapa juga bingung,,
"Erik ini bukan seperti dirimu ,,
"aku tau tapi aneh jika aku menahan nya seperti ada rasa kecewa tersendiri,,
"lebih baik kita periksa kerumah sakit,,
"aku tidak sakit Arkan ,,dan aku baik-baik saja ,,
"aku tau tapi lebih jelas lagi biar dokter saja yang menjelaskan,,
"terserah padamu ,,
"baik besok kita kerumah saki ,,ucap Arkan ,,
"malam semakin larut bahkan Lolita dan Sani pun tertidur di ruang tamu dengan acara tv yang menyala Arkan dan Erik pun masuk melihat bagaimana para istri mereka tertidur dengan nyenyak nya mereka langsung mengangkat tubuh sang istri ala bridal style dan membawa ke kamar mereka masing-masing,,