ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"Enrico putra mereka begitu di kabari tentang kehamilan mami nya pun langsung pulang dari kampus tidak peduli akan ada pelajaran lagi intinya Enrico ingin memeluk wanita yang selalu di sayangi nya lebih dari nyawa nya sendiri,,


"bahkan Erik sangat menjaga Sani dan akan berniat pensiun dini karena ingin menikmati kebersamaan nya dengan sang istri dan anak yang masih berada di kandungan sang istri dan tentu saja Sani menolak karena kasihan Enrico yang masih kuliah dan di sibukkan dengan perusahaan Sani tidak ingin putra kesayangannya kelelahan dan Erik tidak peduli akan itu ini adalah anugerah bagi nya dan Enrico pasti akan mengerti bukan tidak peduli dengan putra nya tapi Erik ingin merasakan bagaimana rasanya sang istri mengidam dan bermanjaan dengan nya seperti dulu dirinya melihat Arkan dan Lolita,,


"jauh di lubuk hati nya Erik sangat ingin Sani mengandung anak kandung nya sendiri tapi mungkin Tuhan belum memberikan kesempatan itu dan Enrico adalah putra nya tidak akan ada yang bisa mengusik nya ,,


"mami ,,teriak Enrico yang langsung masuk ke rumah dan mencari Sani yang ternyata sedang bermesraan dengan papi nya tanpa peduli pun Enrico langsung menarik Sani dan memeluk nya membuat Erik terkejut,,bagaimana tidak terkejut putra nya main tarik dan peluk ,,


"sayang kenapa sudah pulang ,,


"aku bolos mami ,,karena aku senang apa benar aku akan punya adik mam,,tanya semangat Enrico,,


"itu benar son kau akan jadi kakak ,,apa kamu bahagia,,tanya Erik ,,


"sangat papi ,,aku tidak sabar menunggu adik ku segera lahir,,


"kenapa kau bodoh ,,masih lama usia kandungan mami mu baru Minggu ketiga dan ingat jangan buat mami lelah juga jangan bnyak pikiran ,,ucap Erik dan Enrico paham ,,


"iya papi Enrico paham ,,


"dan ingat papi akan bicarakan masalah serius dengan mu son nanti setelah makan malam ,,


"baik papi ,,mami aku sangat bahagia,,


"mami sudah sangat bahagia dan terima kasih sudah hadir di antara kami ,,ucap tulus Sani kepada Enrico karena walau bukan anak kandung tapi Enrico adalah penyemangat nya saat dirinya kesepian di tinggal bekerja oleh Erik dan bnyak masa-masa kecil Enrico yang sudah Sani lewati bersama juga dengan Erik ,,


"aku jadi merindukan anak-anak ku ,,ucap Arkan yang ikut duduk di sofa ,,


"kenapa tidak pulang ,,usir Erik ketus karena kesal dengan kejadian di rumah sakit ,,


"masih saja kesal semua sudah berlalu kenapa sekarang jadi pendendam sekali ,,ucap Arkan ,


"sudah lah Erik ,,ucap Sani ,,


"memang apa yang di lakukan suami ku ,,kali ini Lolita yang datang dengan mouzha yang langsung berlari ke arah Enrico dan memeluk nya dan tanpa melihat ada siapa saja di ruang tamu langsung mencium pipi putra Erik membuat Arkan ingin kesal tapi Lolita sudah memberikan tatapan tajam,,


"hahahahahhahahaha,,tawa puas Erik yang melihat Arkan kesal dengan putri nya sendiri,,


"kenapa kau tertawa ,,kesal Arkan ,,


"lihat putri mu apa sebentar lagi kita akan menjadi besan ,,canda Erik ,,


"jangan konyol,,ucap Lolita kali ini ,,


"kenapa putra ku tampan ya walau mereka cukup jauh perbedaannya tapi tidak apa bnyak yang menikah dengan yang lebih tua dari nya ,,ucap Erik yang memang kenyataannya seperti itu ,,


"tapi putri ku masih kecil dan lihat mouzha ku hanya cinta padaku ,,bangga arkan ,,


"memang benar tapi ingat di masa tua nanti suami nya yang menemani nya dan kau paham akan itu ,,


"sudahlah ,, mouzha sayang sini sama Daddy ,,pinta Arkan tapi mouzha menolak ,,


"tidak Daddy,, mouzha mau sama ka Enrico saja ,,


"sayang sama Daddy saja ya ,,


"momi apa mouzha tidak boleh bersama dengan KA Enrico,,


"boleh sayang tidak apa ,,jawab santai Lolita dan Arkan lesu mendengar nya ,,


"makan malam begitu ramai dengan celoteh nya mouzha bahkan sang putri kecil nya tidak ragu menceritakan tentang teman baru di sekolah nya yang sudah satu Minggu tidak bertemu,,


"KA Enrico menikah itu apa ,,tanya mouzha tiba-tiba,,


"tidak hanya mendengar dari teman mereka bilang akan menikah dengan pria tampan ,,


"tuan putri pun bisa ,,tapi tidak sekarang nanti saat sudah dewasa ,,


"seperti Daddy dan mom ,,


"iya seperti Daddy dan mom ,,sahut Enrico,,


"ingat ya mouzha Daddy tidak suka dengan bocah itu ,,


"mouzha hanya mau berteman Daddy,,nanti kalau menikah mau nya sama KA Enrico,,


"sayang lihat putri kita ,,adu Arkan ,,


"sudah Arkan itu hanya omongan anak kecil ,,


"tapi kebanyakan jadi kenyataan,,ujar Erik ,,


"dan aku orang pertama yang tidak setuju ,,


"kenapa memang nya Enrico tampan dan bnyak yang mengagumi nya ,, bangga Erik,,


"tetap saja mouzha belum cukup umur nya ,,


"hey siapa yang ingin menikah kan mereka sekarang juga kau aneh,,sahut Sani ,,


"sudah Sani sayang ingat kandungan mu ,,


"om Santai saja saya sudah punya kekasih,,sahut Enrico,,


"Enrico jangan di ambil hati ya ucapan om ,,biasa lagi halangan soal nya ,,canda Lolita dan Erik tertawa puas ,,


"sebenarnya apapun yang mereka bahas penolakan atau apapun itu tidak ada yang membuat mereka sakit hati justru itu yang membuat mereka makin dekat seperti saudara bagi Arkan Erik adalah adik nya bagi Erik Arkan adalah adik nya ya mereka tidak ada yang mau mengalah satu sama lain hanya Erik yang tau bagaimana Arkan hancur nya sahabat nya dan bisa masuk lingkaran hitam ,,


"Erik adalah sahabat yang selalu ada di sisi Arkan bahkan disaat Arkan terpuruk karena di tinggalkan Lolita pun Erik yang selalu ada disisinya selalu menguatkan Arkan untuk bisa melupakan dan selalu mendukung apapun keputusan Arkan ,,


"begitu juga Erik bagi Arkan selama dirinya bersedih karena patah hati Erik selalu ada bahkan Bella mantan istri Erik pun akan selalu menemani memberikan semangat untuk menatap masa depan sampai bisa berada di titik ini dimana Arkan mendapatkan kebahagiaan nya dan Erik pun sama walau hubungan Erik harus kandas dengan Bella setidak nya sekarang rumah tangga Erik sudah baik-baik saja ,,


"sudah hampir dua Minggu mereka berlibur di rumah erik dan Sani bahkan selalu di buat pusing dengan keinginan Erik yang hamil Sani tapi yang mengidam Erik bahkan saat mengidam pun Erik hanya mau belanja,,makan ,,jajan atau apapun hanya dengan Arkan sebenarnya sempat terjadi drama di bandara dimana Erik menangis tidak mau pisah dengan Arkan dan itu membuat mungkin beberapa orang menilai mereka lain ya ,,


"beruntung saat Erik terus menempel pada Arkan dan Lolita juga mouzha hanya bisa pasrah dengan kelakuan Erik yang seperti seorang istri ingin di tinggal pergi dinas keluar negeri bahkan saat Lolita ingin memegang lengan sang suami pun Erik kesal ,,


"papi ,, panggil Enrico dan semua menoleh ,,


"ada apa son ,,tanya Erik ,,


"ini buat papi semoga suka ,,ucap Enrico yang memberikan beberapa coklat dan jajanan lain nya ,,dan ajaib nya Erik langsung tidak suka dekat-dekat dengan Arkan bahkan di suruh cepat pulang dan selamat dari kegilaan Erik yang di gantikan dengan Enrico,,


"


"perjalanan yang cukup melelahkan bagi ketiga nya dan seperti nya pertemuan keluarga nanti mereka akan adakan di mension saja karena pasti akan merasa melelahkan bila harus pergi jauh lagi ,,


"begitu sampai mension semua maid dan bodyguard sudah bersiap dengan posisi mereka untuk menyambut majikan mereka ,,


begitu Arkan dan Lolita turun mereka semua menunduk tanda hormat sebenarnya Lolita sudah melarang melakukan itu hanya saja mereka selalu mencari alasan agar tetap melakukan itu saat majikan datang dan Lolita hanya diam dan pasrah ,,


"mouzha yang kelelahan pun tertidur nyenyak di gendong sang Daddy ,,


"hubungan antara marvela dan marvinia masih belum ada tanda-tanda mereka akan berbaikan,,bahkan tidak jarang mereka sering bertengkar karena marvinia yang selalu ingin mengajak bicara marvela tapi di tanggapi jadi salah paham karena bagi marvela adalah setiap marvinia bicara selalu menyudutkan Julian dan marvela tidak suka itu ,,