
"sebelum berangkat pun terjadi perdebatan antara Arkan dan Erik yang tidak tau kenapa Erik ingin duduk bersama Lolita tentu saja Arkan sebagai suami yang sangat posesif itu sangat menolak dan Sani pun tak kalah kesal bagaimana sang suami bilang bahwa dirinya bau dan meminta nya untuk duduk bersama Arkan sebenarnya Sani tidak masalah tapi Arkan yang masalah karena sang istri akan bersama pria lain walau itu adalah sahabat yang sudah di anggap saudara bagi nya ,,
"aku tidak akan mau istri ku duduk bersama dengan mu ,,
"Arkan sudah lah aku tidak apa ,,ucap Lolita,,
"tuh istri mu saja tidak masalah ,,sudah duduk dengan istri ku saja dia sudah tidak wangi lagi ,,ucapan Erik sangat membuat Sani kesal belum lagi mouzha yang hanya sibuk dengan handphone sang Daddy di dalam mobil ,,
"apa kau bilang Erik aku bau wah kau cari mati ,,kesal Sani ,,
"sekarang aku tanya kau pakai parfum apa ,,tanya Erik ,,
"aku pakai parfum biasa yang aku pakai bodoh ,,
"masa ,,tapi kenapa tidak wangi ,?
"oh ya tuhan ,,kenapa aku mendapatkan suami yang begitu bodoh sekarang,,
"apa coba ulangi apa ,,ucap Erik tidak terima ,,
"sudah lah mau berangkat tidak ,,tanya Lolita dan semua melirik padanya ,,
"kenapa memandang istri ku begitu ,,Arkan yang tidak terima,,
"kenapa kau yang marah ,,tanya Erik pada Lolita ,,
"oh ya ampun aku juga kena sekarang tidak bisakah sekarang kita berangkat kasihan putri ku ,,keluh Lolita ,,
"kita berangkat duluan ,,ucap Arkan yang langsung naik mobil dan melajukan mobil nya meninggalkan Erik dan Sani yang kesal berteriak mereka pun Arkan tidak peduli dari pada istri nya duduk dengan pria lain Arkan tidak akan mengijinkan itu bahkan dengan Sean dan Pablo saja Arkan masih suka cemburu apalgi dengan Erik ,,
"apa tidak apa Arkan kita meninggalkan mereka ,,
"tidak apa sayang ,, daripada duduk di sebelah ku jelas aku tidak rela ,,
"Arkan hanya duduk ,,
"siapa yang tau kan ,,lebih baik aku tidak setuju dengan kemauan Erik dia aneh sejak kita datang ,,
"apa kamu merasakan yang aku rasakan atau pikirkan,,tanya Lolita,,
"aku ragu tapi melihat dari bagaimana Erik sangat aneh aku yakin sayang ,,jawab Arkan dan Lolita setuju akan itu ,,
"sampai di rumah sakit Arkan dan Lolita juga mouzha sudah lebih dulu tiba hanya menunggu yang bersangkutan saja yang sudah setengah jam belum sampai bahkan Arkan sudah persiapkan semua nya jadi Erik hanya akan langsung masuk memeriksa atau sebaliknya Sani yang di periksa,,
"Erik kita harus cepat kerumah sakit ,,ucap Sani yang tidak enak karena bisa-bisanya sang suami minta makan dulu di pinggir jalan ,,
"nanti saja Arkan juga tidak akan marah ,,
"sok tau ,,kesal Sani ,,
"sudah duduk saja nikmati makanan nya lagian jarang kan kita bisa begini ,,ucap Erik ,,
"ya karena kamu yang terlalu sibuk dengan pekerjaan jadi tidak ada waktu dengan ku ,,
"maaf Sani sayang aku hanya ingin membahagiakan mu dan putra kita aku tidak ingin kamu kekurangan uang,,ucapan Erik sangat menyentuh hati Sani ,,
"walau nanti kamu jatuh miskin pun aku akan tetap bersama dengan mu dan aku tidak masalah ,,
"terima kasih sudah bertahan sampai sejauh ini ,,
"aku yang berterima kasih karena cinta dan kasih sayang mu padaku ,,ucap Sani ,,
"mereka kembali menikmati makanan nya bahkan Arkan dan Lolita sudah mengirim pesan dan menelpon mereka tapi tidak ada yang di balas atau di angkat ,,
"Arkan yang masih di rumah sakit sudah sangat kesal bahkan Mouzha sudah mulai rewel dan tidak betah di rumah sakit awal nya mouzha anteng tapi hampir satu jam lebih putri nya mulai bosan,,
"yang di tunggu datang dengan beberapa tentengan di tangan nya dan berjalan ke arah mereka dengan santai nya Arkan sudah akan meledak ingin marah tapi sang istri langsung mencium pipi nya dan membuat Arkan diam ,,
"aku lapar ya makan dulu ,,jawab Santai Erik ,,
"kau ,,tunjuk nya yang kembali kesal ,,
"ya kenapa kan aku lapar ya kan Sani sayang ,,ucap Erik ,,
"setelah perdebatan di ruang tunggu yang membuat Arkan harus lebih bersabar lagi ,,kini pun disaat Sani akan di periksa Erik yang tidak terima bahkan Erik yang ingin mengganti kan Sani tentu saja Arkan tidak akan membiarkan itu terjadi Sahabat nya ini seperti nya akan mulai gila ,,
"sudah diam saja ,,
"gak bisa Arkan lihat dia berani menyentuh perut istri ku,,kesal Erik ,,
"memang harus seperti itu bodoh ,,dulu juga istri ku begitu walau sebenarnya aku tidak rela ,,
"kan ,, kamu saja tidak rela bagaimana aku ,,
"Arkan lebih baik ajak mouzha dan Erik keluar biar Sani aku yang temani ,,pinta Lolita dan Arkan tidak bisa menolak ,,
"kau ikut aku ,,tarik paksa Erik walau beberapa kali berteriak ingin bersama Sani di dalam tapi Arkan tidak akan membiarkan nya sudah ada Bobby dan dua bodyguard lain nya yang memegang Erik untuk di bawa keluar ,,
"silahkan dokter di periksa,,ucap Lolita,,
"maafkan suami saya dokter ,,ucap Sani tidak enak ,,
"tidak apa nyonya sudah biasa seperti itu ,, beruntung nya nyonya ,,
"biasa saja dokter ,,
"dokter pun mulai memeriksa dengan perlahan dan terlihat di layar monitor di layar itu terlihat ada sebuah titik yang Lolita tau itu apa karena dirinya bukan satu atau dua kali hamil dan itu Lolita sudah bisa memastikan sahabat nya sedang mengandung,,
"tanpa di minta pun Air mata begitu saja keluar di mata Lolita entah bagaimana mengatakan nya perjuangan sahabat nya dan kesabaran nya menerima sang suami ternyata Tuhan mengabulkan permohonan nya sebuah harapan semua orang kini ada di perut Sani sedangkan Sani masih sedikit bingung dan dokter pun tersenyum,,
"kau menangis ,,tanya Sani ,,
"hmmmm ,,aku bahagia Sani ,,ucap Lolita yang memeluk sahabatnya,,
"bahagia karena ku ,,
"iya aku sangat bahagia sangat ,,tangis lolita pecah dan membuat Sani panik begitu juga dokter ,,
"hey aku tidak apa-apa,,ya kan dokter aku tidak sakit kan dokter dan apa itu titik kecil disana ,,tunjuk Sani di monitor,,
"sebaiknya kita duduk dulu nyonya saya akan menjelaskan nya ,,ucap dokter ,,
"jadi dokter saya sakit atau tidak dan kenapa ada titik itu dan lihat sahabat saya menangis apa saya sakit parah ,,ucapan Sani membuat Lolita tidak bisa menahan tangis nya lagi dan memeluk nya erat ,,
"aku bahagia ,,hanya itu ucapan Lolita seakan tidak sanggup bicara pada Sani karena bahagia,,
"terlebih dulu saya ucapkan selamat untuk nyonya ,,ucap dokter dengan tersenyum,,
"selamat kenapa dokter ,,tanya Sani ,,
"selamat karena anda sedang mengandung dan usia kandungan anda masuk Minggu ketiga ,, ucapan dokter membuat Sani syok dan membeku bagaimana bisa itulah yang ada di pikiran nya ,,
"apa dokter tidak salah memeriksa saya tidak mungkin bisa hamil dokter karena suami saya mandul dan itu sangat mustahil,,bantah Sani ,,
"nyonya tidak ada yang tidak mungkin jika sudah kehendak Tuhan kita hanya di beri kesempatan untuk menerima keberkahan nya ,,ucap dokter ,,
"tapi dokter saya rasa ada yang salah ,,ucap Sani ,,
"kita bisa periksa lagi bila nyonya ragu ,,ucap dokter dan benar Sani mengulang lagi dan hasil nya sama bahkan sekarang di temani Erik yang membeku di tempatnya bagaimana bisa itu yang ada di pikiran nya bukan tidak percaya seakan semua begitu tiba-tiba dan Sani istri yang menerima dirinya tanpa meminta apapun kini Tuhan seakan mengabulkan semua doa nya ,,
"Arkan yang terus memeluk sang istri yang begitu terharu akan perjuangan Sani dan Erik cinta mereka memang bukan cinta pertama bahkan Erik pernah menikah Sani pun pernah menikah kedua nya pernah gagal dalam rumah tangga di pertemukan dengan nasib yang tidak akan punya anak tapi ternyata semua berbuah manis perjuangan dan kesabaran,,
"Erik tidak meragukan Sani tidak ,,karena Erik tau bagaimana Sani selama ini selalu bersama nya dan selalu di temani bodyguard bila ingin pergi kemanapun Sani tidak ada membantah karena memang untuk keamanan dirinya ,,kenapa Erik melakukan itu karena dirinya tidak ingin kehilangan seperti rumah tangga nya yang dulu bersama Bella yang kandas karena perselingkuhan mantan istri nya ,,Erik hanya ingin menjaga miliknya dan keluarga nya hanya itu ,,