ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"tidak terasa waktu berjalan begitu cepat bahkan saat ini si kembar telah kuliah di luar negeri itu pilihan mereka selama 3 tahun ini Lolita hanya di sibukkan dengan si kecil mouzha Mahendradatta itulah putri kecil mereka adik dari Reina,Sean dan kembar yang saat ini sudah berusia 3 tahun bahkan si kecil mouzha adalah obat di kala mom nya sangat merindukan si kembar dan kedua anak nya yang lain ,,


"bicarakan soal Pablo putra nya yang merupakan anak dari mantan suami nya itu sudah menikah hanya saja nasib belum memberikan nya kebahagiaan sampai saat ini Pablo dan sang istri belum di karuniai anak sudah segala macam di lakukan tapi belum ada hasil ,,


"Reina dan Joseph akan datang saat weekend bersama kedua mertua nya mereka akan menghabiskan waktu di mension atau berlibur keluar kota hanya untuk merilekskan pikiran usia putra dari Reina dan Joseph yang hanya berbeda beberapa bulan saja itu bernama Kevio ,,


"begitu juga dengan Sean dan Valerie yang akan berkunjung saat weekend bahkan kadang membawa juga papah mertua nya untuk berlibur bersama hanya si kembar yang sudah 2 tahun ini tidak pulang dengan alasan mereka sibuk dengan kegiatan kampus nya sebenarnya tidak sulit bagi Lolita dan Arkan menyusul hanya saja sudah perjanjian mereka dengan kembar akan datang saat kembar yang meminta,,si kembar hanya ingin fokus dengan kuliah nya ,,


"momi apa aku akan pergi ke sekolah ,,


"iya sayang kita akan pergi ke sekolah baru mu ,,apa kamu senang sayang ,,


"iya momi mouzha sangat senang pasti disana akan bnyak teman baru ,,


"tentu sayang nanti Daddy akan menyusul,,


"mom aku merindukan kakak ,,lirih nya ,,


"sayang kakak juga sedang bersekolah seperti mouzha jadi untuk sekarang putri mom yang lucu ini harus semangat,,


"baik mom tapi kemana Daddy ,,


"Daddy ada urusan sebentar,,


"Lolita sengaja memasukkan mouzha ke sekolah TK belum cukup memang umur nya hanya saja Lolita merasa pendidikan lebih awal tidak ada salah nya ,,


"awal nya mouzha merasa asing karena mungkin ada beberapa anak yang lebih asik dengan mainan nya sendiri dan belum terbiasa berbaur dengan anak-anak karena mouzha sendiri lebih bnyak di dalam mension dan bermain pun dengan maid dan para bodyguard yang berada di mension jadi belum terbiasa dekat dengan teman seumuran nya bahkan ada yang satu tingkat umur nya dari mouzha ,,


"Lolita juga ingin anaknya bisa punya bnyak teman karena dengan kepergian kedua putri nya membuat mouzha kesepian walau ada maid dan bodyguard juga ada dirinya dan sang suami itu belum cukup untuk membuat putri nya ini merasa senang karena Lolita tau mouzha butuh teman ,,


"Lolita hanya bisa mengawasi putri nya dari jauh dan melihat bagaimana mouzha memandang beberapa anak bahkan putri nya sendiri yang berinisiatif untuk memulai pendekatan tentu saja momen itu tidak di sia-siakan Lolita dirinya merekam Bagaimana sang putri mendekati salah satu anak kecil yang bisa di sebut lawan jenis nya entah ada apa dengan putri nya yang mendekati pria yang dari tadi hanya duduk diam dan terlihat jutek ,,


"Lolita asik dengan merekam walau tidak tau apa yang di bicarakan pasti nanti juga sang putri akan menceritakan nya karena Lolita tau mouzha tipe anak yang suka berbagi tidak pendiam ,, mouzha mendekati anak yang lebih besar mungkin satu atau dua tahun dari mouzha umur nya yang jelas lebih tua sedikit,,


"boleh mouzha duduk disini ,,


"kenapa hanya diam apa kamu bisu ,,yang di ajak bicara hanya menggeleng,,


"kenapa tidak bicara ,,


"malas ,,hanya itu ucapan yang mouzha dengar setelah nya diam ,,


"boleh kita berteman,,


"mouzha tidak punya teman ,,bukan tidak punya tapi belum punya mau jadi teman pertama mouzha ,,dan pria itu menggeleng tapi mouzha tetap tersenyum,,


"tidak apa kita haru pertama bertemu ,,kalau begitu kenalkan aku mouzha kamu bebas bisa memanggil ku apa saja ,,


"diam lagi ,,


"selama mouzha bercerita tidak ada pembicaraan yang lain karena anak laki-laki itu hanya diam dan tidak menatap mouzha bahkan Lolita gemas dengan sikap anak lelaki tersebut bagaimana bisa putri nya yang cantik itu di cuekin bahkan Lolita rasanya ingin menarik sang putri agar tidak dekat-dekat dengan bocah tersebut tapi lihat walau di cuekin dan tidak di balas omongan nya putri nya malah tetap tersenyum dan terus bicara entah berapa bnyak kata yang putri nya ucapkan hanya untuk bocah tersebut,,


"sampai dimana jam pelajaran di mulai walau lebih banyak hanya mengenal huruf dan angka juga lebih ke arah bermain dan waktu nya untuk pulang bahkan bocah yang mouzha dekati sudah meninggalkan putrinya begitu saja ,,


"sayang mana mouzha ,,


"Arkan lihat itu disana putri kita ,,tunjuk nya pada sang putri yang lesu ,,


"Hey putri cantik nya Daddy kenapa cemberut,,


"Daddy aku patah hati ,,


"WHAT ,,pekik Arkan dan Lolita,,


"benar momi aku patah hati ,, huwaaaaaaa,, huwaaaaaaa,,tangis putri kecil nya ,,


patah hati siapa yang ngajarin putriku mengenal kata patah hati,,bathin Lolita,,


"sayang bagaimana bila kita beli eskrim,,bujuk Arkan ,,


"eskrim Daddy,,tanya nya lagi ,,


"iya sayang eskrim,,jawab nya ,,


"mau mouzha mau Daddy ,,yeyeyeyeyeey eskrim ,,senang sang putri,,


"mereka sedang berada di sebuah mall yang memang sudah biasa mereka datangi saat weekend atau ingin berbelanja mouzha sangat senang dengan eskrim bahkan mau sesedih apapun obat nya eskrim ,,


"sampai di mension sang putri kecil nya sudah tertidur di dalam mobil,, Arkan pun mengambil alih dan menggendong nya membawa masuk putri nya ke kamar dan menidurkan nya secara perlahan,,


"Lolita yang melihat rekaman di kamar nya hanya bisa gemas dengan tingkah sang anak bahkan rekaman itu telah sampai kepada si kembar dan kembar pun gemas dengan sikap cuek pria yang jadi incaran adik nya ,,


"pintu terbuka disana sang suami dapat melihat bagaimana raut wajah sang istri yang seperti ingin mencubit seseorang yang ada di handphone yang saat ini di pegang ,,


"sayang ,,peluk Arkan di pinggang sang istri,,


"iya kenapa ,,


"sedang melihat apa ,,


"ini lihat nya kelakuan putri mu ,,Lolita pun menyerahkan ponsel nya disana dan lihat Daddy nya pun gemas dengan centil nya sang putri,,


"kenapa jadi genit sih sayang ,,


"mouzha gak genit Arkan ,,


"genit sayang lihat bocah itu jelas-jelas tidak suka pada putri kita tapi lihat putri kita tidak menyerah ,,


"Arkan Putri kita hanya ingin berteman kau saja yang berpikir terlalu jauh ,,


"tetap saja sayang seharusnya bocah itu yang duluan bukan nya mouzha ,,


"berarti mouzha sudah berani dekat dengan orang asing ,,Arkan selama ini putri kita hanya mengenal maid dan para bodyguard bukan nya seharusnya mouzha belajar beradaptasi,,


"aku tau tapi kan ,,


"Arkan mereka masih anak-anak,,sudah jangan di besar-besarkan,,


"baiklah,,Arkan pun hanya menurut,,


"esok nya bukan sang istri yang mengantar berangkat ke sekolah tapi Daddy nya karena Arkan sendiri yang akan mengawasi gerak-gerik putri nya agar jual mahal ,,


"sampai di sekolah bertepatan dengan bocah itu juga sampai di antar Supir nya dan mouzha langsung melepaskan pegangan tangan nya dari sang Daddy dan berlari mengejar bocah sombong itu ,,


"Hay kita bertemu lagi ,,


"sayang jangan bicara dengan nya ,, Arkan yang menghalangi putri nya untuk berbicara,,


"Daddy diam ,, aku sedang bicara dengan teman ku ,,


"sayang dia bisu ,, ucapan Arkan langsung mendapat tatapan tidak suka dari bocah laki-laki tersebut dan pergi dengan cepat ,,tapi sang putri malah mengejar nya dan Arkan hanya bisa menghela nafas,,


"sayang kenapa putri Kita jadi genit sih ,,gumam Arkan yang melihat bagaimana mouzha ingin berdekatan dengan bocah tersebut,,


"Arkan tidak bisa menunggu sampai selesai kelas sang putri karena harus ke perusahaan karena ada hal penting yang harus dirinya yang hadir ,,