ARKAN MAHENDRADATTA

ARKAN MAHENDRADATTA
?



"Arkan dan Bobby langsung keluar dari mension untuk mencari Lolita sedangkan Reina dan Sani hanya bisa menangis bagaimana nanti nasib Lolita di luar sana walau Sani tau ini negara tempat asal Lolita tapi sudah 8 tahun lebih Lolita tidak kembali ke negara asal nya ,,


"apa momi akan baik-baik saja Tante ,,tanya Reina di tengah tangis nya ,,


"kita doakan agar momi segera ditemukan dan kita harus berpikir semua akan baik-baik saja Daddy mu pasti bisa menemukan momi ,,ucap Sani menyemangati Reina agar tidak sedih ,,


"kenapa kau harus pergi Lolita aku sudah memaafkan mu ,,gumam Sani ,,


"momi cepat kembali,,tangis Reina makin pecah dan itu membuat bibi dan Sani kerepotan dengan Reina ,,


"Arkan mencari di tempat yang dulu biasa nya Lolita datangi tapi tidak ada di semua tempat bahkan Arkan sudah datang ke pemakaman orang tua Lolita tapi tidak juga ada disana di rumah yang dulu mereka tempati pun tidak ada ,,


"Lolita sudah berjalan cukup jauh ya karena sekarang Lolita pun tidak tau berada dimana hanya membawa uang yang ada di dompet nya dan hp pun dirinya tinggal agar lebih mudah pergi dan Arkan tidak tau dimana dirinya ,,


"bagaimana ,,tanya Arkan di salah satu sambungan telepon yang saat ini anak buah nya menghubungi nya,,


"dasar bodoh cari dan temukan kekasih ku ,,bentak Arkan di telepon tersebut dan Arkan matikan sepihak ,,


"kemana kamu sayang ,,sesal Arkan ,,


"bos sebaiknya kita kembali lebih dulu ,,saran Bobby,,


"kembali kau bodoh kekasih ku berada di luar sana tidak tau apa kekasihku baik" saja atau tidak dia baru sembuh apa kau mau dia kambuh lagi ,,bentak nya pada Bobby melampiaskan kemarahannya,,


"maafkan saya bos ,,sesal Bobby,,


"Arkan tidak kembali ke mension tapi terus mencari sedangkan di mension Reina sudah bisa tenang bahkan sudah tertidur di kamar nya ditemani bibi ,,


"kapan kamu kembali Lolita aku janji tidak akan marah padamu ,,gumam Sani di ruang tamu yang menunggu kabar dari Arkan ,,


"bunyi pesan yang di berikan Arkan tidak pikir panjang lagi Sani langsung pergi keluar mension di temani Bimo menuju lokasi dimana Arkan memberikan informasi bahwa Lolita sudah di temukan ,,


"sampai disana terlihat Lolita sedang melamun di sebuah danau yang cukup sepi dan penerangan nya sedikit ,,


"apa kau sedang kabur dari masalah ,,ucap Sani yang tiba-tiba duduk di samping Lolita tidak ada ucapan atau mengelak Lolita tetap diam ,,


"apa kau tega meninggalkan Reina dan aku di negara yang bahkan kami baru tempati apa kau tega melihat Reina menangis kau baru sembuh kenapa sudah pergi sejauh ini ,,ucap Sani lagi tapi Lolita tetap diam ,,


"Reina ,aku dan Arkan juga bibi sangat mengkhawatirkan dirimu pergi dengan pesan sebuah kertas apa kau sudah hilang akal,,ucap Sani yang mulai kesal karena Lolita diam ,,


"Arkan ada disana memperhatikan mu dia tidak berani mendekati mu karena mungkin kamu butuh waktu ,,ucap Sani lagi karena tidak ada ucapan sama sekali Sani mulai kesal ,,


"apa kau puas kau ingin mengerjai ku lagi iya ,,bentak Sani dan tetap Lolita tidak bergeming ,,


"Arkan,,teriak Sani membuat Arkan berlari menghampiri mereka dan melihat ternyata Lolita sudah bersimbah darah di perut nya ,,


"Arkan langsung menggendong bridal style dan membawa nya ke mobil di susul Sani dan Bimo mereka semua menuju rumah sakit ,, beberapa menit sampai rumah sakit disana terlihat kaget dan takut karena begitu Arkan tiba langsung memindahkan lolita dan membawa keruang UGD,,


"selidiki semua nya ,,ucap Arkan ,,


"kenapa dengan Lolita kenapa ,,tanya Sani ,,


"maafkan aku seharusnya tadi aku mendekati nya aku bodoh ,,sesal Arkan ,,


"semua sudah terjadi dan jngan katakan apapun pada Reina aku tidak ingin Reina semakin khawatir dan sedih ,,pinta Arkan pada Sani ,,


"baik kita akan rahasia kan ini dari Reina dan semoga Lolita baik-baik saja ,,ucap Sani ,,


"dokter yang menangani Lolita keluar setelah dua jam berada di ruang operasi,,


"bagaimana dokter ,,tanya Arkan ,,


"beruntung penusukan pada perut nya tidak terlalu dalam dan mungkin beberapa jam ke depan pasien akan sadar dan akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan,,


"lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter ,,ucap Arkan ,,


"klo begitu saya permisi ,,pamit dokter ,,


"semoga Lolita cepat siuman ,,ucap Sani,,


"di ranjang rumah sakit Lolita tertidur sangat nyenyak karena pengaruh obat bius Arkan yang duduk di sisi ranjang Lolita sedangkan Sani duduk di sofa yang ada disitu ,,


"bangun sayang aku sudah tidak marah lagi padamu ,,


"kau bebas melakukan apapun aku tidak akan marah kau bebas menjahili ku dan Reina aku tidak akan marah tapi Bangun sayang ,,


"Reina pasti akan terus menangis bila melihat mu seperti ini kenapa harus pergi dari mension kenapa kamu berpikir menjauh lagi dariku ,,


"bangun Lolita sayang aku akan selalu di sisimu karena aku milikmu dan kamu milikku,,


"segala ucapan yang di ucapkan Arkan Sani hanya jadi pendengar yang baik tanpa ingin ikut campur biar itu urusan Arkan dan Lolita ,,


"saat tengah malam Lolita mengerjakan matanya melihat sekeliling nya yang Lolita tau pasti saat ini dirinya di rumah sakit tapi siapa yang menyelamatkan nya melihat di ujung sofa Sani yang sedang tertidur dan di sebelah ranjang nya Arkan yang tertidur dengan menggenggam tangan nya ,,


"tangis pecah Lolita membuat Arkan dan Sani panik mereka belum sepenuhnya sadar dari tidur nya dan pusing karena terkejut dengan tangis Lolita ,,


"sayang ,,ucap Arkan yang lega akhirnya Lolita siuman,,


"hiks,, hiks,,hiks,,maafkan aku Arkan ,,ucap Lolita ingin memeluk tapi tidak jadi karena sakit di bagian perut nya dan Arkan pun langsung pencet Bell yang terhubung dengan dokter ,,


"Lolita apa kamu baik-baik saja ,,tanya Sani yang terlihat khawatir,,


"aku baik-baik saja maafkan aku Sani ,, ucap sesal Lolita ,,


"sudah lupakan yang lalu tidak usah di ingat ,,ucap Sani dan Arkan pun setuju,,


"tolong periksa istri saya dokter karen tadi merintih sakit pada bagian perut nya ,,ucap Arkan,,


"baik , permisi tuan ,,ucap dokter setelah di periksa,,


"bagaimana dokter ,,tanya Arkan,,


"tidak apa-apa tuan hanya saja istri anda jngan terlalu bnyak bergerak agar jahitan nya tidak terbuka ,,ucap dokter dan setelah nya dokter dan perawat pergi keluar dari ruangan tersebut,,


"Lolita bagaimana itu bisa terjadi kau terluka siapa yang melakukan nya ,,tanya Sani ,,


"aku tidak tau siapa dan aku tidak kenal siapa mereka ,,ucap Lolita jujur ,,


"padahal aku baru kembali ke negara ini tapi siapa yang tidak suka padaku ,,tanya Lolita pada dirinya sendiri,,


"jngan terlalu di pikirkan biar itu jadi urusan ku ,,ucap Arkan,,


"sebelum nya aku benar-benar menyesal dan bersalah pada kamu dan Sani maafkan aku karena sikap kekanakan ku kalian pasti kecewa padaku ,,ucap sesal Lolita,,


"aku sudah memaafkan mu dan jangan bodoh lagi pakai acara kabur segala kau tau Reina sangat sedih dan aku cukup kerepotan kau tau bila putri mu sudah menangis sulit untuk berhenti,,ucap Sani yang mengoceh dan Lolita tersenyum karena tau Sani sudah memaafkan nya ,,


"maafkan aku merepotkan mu lagi ,,ucap Lolita ,,


"oh ya aku jadi lapar tengah malam begini enak nya makan yang panas" ,,ucap Sani yang keluar dari ruangan Lolita meninggalkan Arkan dan Lolita berdua karena mereka butuh waktu bersama ,,


"apa masih sakit perut mu ,,tanya Arkan ,,


"sudah lebih baik mungkin karena tadi aku terlalu bnyak bergerak ,,ucap Lolita ,,


"apa kamu mau makan sesuatu,,tanya Arkan ,,


"aku haus ,,ucap Lolita,,


,


,


,


,


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭baik" ya akang Arkan biar teteh Lolita nya kaga kabur ,,