
"momi aku sedih ,,cerita mouzha,,
"kenapa sayang ,,cerita sama momi ,,
"momi dia tidak mau bicara sama mouzha,,padahal kan hanya mouzha yang mau berteman dengan nya ,,
"sayang kenapa tidak cari teman lagi ,,
"momi ,, mouzha suka dengan nya ,,dia tampan seperti Daddy makanya mouzha suka dan ingin berteman dengan nya ,,
"sayang kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang kalau mouzha suka dan dia tidak suka kita tidak bisa paksa dia buat suka dengan kita ,,
"tapi momi dia tidak punya teman ,,
"mom tau tapi kenapa tidak cari teman yang lain saja banyak kan ,,
"bnyak momi tapi mouzha tidak suka ,,
"oke pelan-pelan ya dekati lagi ,,
"momi ,, mouzha sudah sangat pelan kok tapi dia saja yang cuek ,,
"kenapa tidak buat cuek lagi ,,
"tidak boleh momi kata Miss serla kita tidak boleh sombong,,
"momi tau sayang ,,
"mouzha akan coba lagi besok sampai dia mau berteman dengan mouzha,,
**
"di kediaman keluarga yang bisa di bilang kaya raya tapi tidak harmonis,,
"kenapa harus aku ,,bentak nya ,,
"PLAK,,
"kau dengar seharusnya kau lebih peduli dengan anak mu bukan hobi mu ,,
"aku tidak menginginkan anak itu kau tau karena dia aku tidak bisa kemana-mana sekarang,,
"kau memang tidak berubah ini sudah 6 tahun tapi kenapa kau menyalahkan nya ,,bentak sang suami,,
"karena dia aku cacat karena anak sialan itu ,,
"PLAK,,
"kenapa kau tidak buat dia mati saja ,,kenapa harus kau tolong saat kecelakaan,, ucapan sang suami membuat nya diam ,,
"Mina dia tidak salah aku tau kau menyayangi nya ,,
"aku tidak menyayangi anak itu ,,teriak nya ,,
"PLAK,, tamparan untuk nya ,,
"kau memang bodoh aku harap kau tidak menyesal ,,ucap sang suami yang keluar dari kamar dan bertepatan dengan sang anak yang berdiri di depan pintu kamar kedua orang tuanya,,
"kamu mendengar nya ,,
"tidak ,,bohong nya ,,
"sudah makan malam,,
"sudah ,,
"bagaimana sekolah mu ,,
"baik ,,
"sudah waktu nya tidur ,,
"ya ,,hanya itu jawaban sang putra dan berlalu pergi ,,
maafkan papah nak ,,semoga kamu kuat ,,bathin papah nya ,,
"hari berikutnya dan berikut nya lagi tidak ada kata menyerah mouzha tetep keukeuh ingin dekat dan berteman dengan bocah cuek itu dan irit bicara ,,
"kau yang bernama mouzha,,tanya salah satu murid ,,
"iya kenapa ,,jawab mouzha yang saat ini sedang duduk di samping bocah dingin ,,
"mau bermain ,,ajak nya ,,
"bermain dengan ku ,,tunjuk mouzha pada diri sendiri,,
"iya dengan mu ,,daripada dengan dia ,,tunjuk bocah yang ingin mengajak bermain ,,
"tapi aku akan bermain dengannya ya ,,tolak mouzha,,
"yasudah ,,murid tersebut pergi ,,
"kenapa tidak pergi ,,sontak mouzha senang teman nya mau bicara ,,
"kau mau bicara dengan ku ,,
"malas ,,
"tidak apa-apa kita akan bermain duduk-duduk saja ya ,,ucap senang mouzha ,,
"sepulang sekolah mouzha berjalan beriringan dengan bocah dingin tersebut sampai hari ini nama bocah itu belum juga diketahui oleh mouzha tapi tidak apa bagi mouzha nantinya juga bocah dingin itu mau bicara padanya ,,
"mouzha karena senang pun berlari ke arah momi nya dan memeluk meninggalkan bocah dingin yang hampir saja sampai di depan mobil nya bocah tersebut melihat interaksi antara ibu dan anak yang sangat hangat dirinya benci itu karena mamah nya tidak akan pernah mau memeluk nya ,,
"bagaimana sekolah nya sayang ,,
"seru momi ,,
"dan bagaimana dengan nya ,,
"baik momi ,,
"oh anak momi sudah pandai berbohong rupanya ,,
"mouzha tidak berbohong momi ini serius tadi dia bicara dengan mouzha ,,
"wah benarkah,,
"iya momi ,,
"baguslah kalau begitu berarti ada kemajuan,,
"momi bisakah kita ke kantor Daddy ,,
"momi aku merindukan Daddy,,
"hmmmmm ,,gimana ya ,,
"momi please,,
"hufffff ,,, baiklah kita akan ke kantor Daddy ,,
"Arkan memang sudah pensiun hanya saja kadang masih sering ke perusahaan untuk membantu sang putra bila pekerjaan nya bnyak ,,
"sampai di perusahaan Lolita langsung ke lift dan menuju lantai atas ruangan Arkan dan Sean semua mengenal siapa Lolita dan mouzha walau jarang bocah itu terlihat tapi mereka tau bahwa putri kecil yang menggemaskan itu adalah putri dari perusahaan tempat mereka bekerja,,
"jadi bagian ini pak yang perlu di tanda tangani,,ucap sekertaris Sean kepada Arkan posisi mereka cukup dekat ,,
"bisa kau menjauh ,,
"maaf pak jika tidak nyaman,,
"tapi lagi dan lagi sekertaris Sean seakan sengaja dirinya mendekati lagi Akran yang sedang sibuk meneliti berkas jadi tidak terlalu memperhatikan lagi posisi sekertaris tersebut yang mulai dekat ,,
"sampai pintu terbuka Lolita melihat sang suami yang fokus dan sekertaris yang seperti mencari perhatian pada sang suami sampai ,,
"Daddy ,,teriak mouzha yang membuat Arkan hampir saja mencium sekertaris jika tidak mundur ,,
"APA YANG KAU LAKUKAN,,bentak Arkan ,,
"maafkan saya pak ,,
"KELUAR,,usir Arkan dan setelah sekertaris itu keluar dengan ketakutan Lolita pun duduk di sofa dan mouzha berlari memeluk Daddy nya ,,
"sayang ,,
"Daddy mouzha kangen ,,
"Daddy juga sayang ,,
"dan tidak lama Arkan menelpon Sean dan meminta nya datang untuk membawa mouzha pergi sebentar ada sesuatu yang harus di luruskan dengan sang istri,,
"begitu Sean datang suasana lain karena melihat momi nya dengan wajah kesal dan mouzha yang terus merengek ingin bersama Daddy nya ,,
"sama Abang dulu ya ,,
"tidak mau ,,
"kita beli mainan atau makan siang dulu mau nanti beli eskrim,,
"eskrim,,
"iya eskrim mau ,,bujuk Sean ,,
"mau ,,
"yasudah pamit dulu dengan momi dan Daddy ,,
"momi aku dan Abang makan eskrim dulu ya ,,pamit mouzha yang memeluk Lolita dan berlari kearah Arkan lalu pergi bersama Sean ,,
"ada apa dad ,,bisik Sean ,,
"nanti akan Daddy jelaskan Titip adik mu dulu ,,
"baik Daddy tenang saja ,,
"mereka pun pergi meninggalkan ruangan Arkan dan Lolita masih dengan wajah kesal nya bahkan dirinya padahal bermain ponsel tapi tidak jelas melihat atau ,,
"sayang jangan salah paham ,,
"sayang bicara padaku ,,dan masalah tadi aku benar-benar tidak tau dan aku meminta maaf untuk itu ,,
"apa aku sudah tidak cantik lagi ,,
"sayang jangan bicara seperti itu ,,
"apa dia lebih seksi dan muda dari ku ,,
"sayang tidak dan jangan bicara seperti itu ,,kamu segalanya sayang ,,
"segala nya ,,omong kosong bahkan kau sangat nyaman saat wanita itu dekat dengan mu ,,
"sayang aku tadi fokus dengan pekerjaan tidak menyadari,,
"tidak menyadari berarti selama ini kau nyaman pantas kau lebih sering di perusahaan daripada bersama ku dan mouzha,,
"sayang jangan marah maafkan aku ,,
"sudah berapa kali Arkan kau begini ,,kau tidak muda lagi dan aku juga tidak muda lagi apa harus ada orang ketiga di rumah tangga kita mau sampai kapan ,,
"sayang tidak ada wanita lain dia sekertaris Sean sayang ,,
"aku tidak peduli ,,bahkan mouzha sangat merindukan mu ,,
"sayang aku tidak suka dengan ucapan mu ,,
"terserah,,
"maafkan aku ,,
"aku lelah harus membahayakan itu,,
"sayang kita harus bicarakan ini ,,
"aku sudah tidak minat kalian lanjutkan saja ,,
"sayang ,,pinta Arkan tapi lolita tidak mau mendengar kan bahkan akan keluar dari ruangan,,
"Arkan langsung bangun dan menelpon seseorang tidak lama wanita tadi masuk dengan gugup ,,
"Lolita tidak pergi masih di depan pintu,,
"APA KAU PUAS MEMBUAT ISTRI KU SALAH PAHAM,,KAU WANITA TIDAK TAHU DIRI BAHKAN KAU TIDAK PANTAS,, bentak Arkan,,
"maafkan saya pak ,,sesal nya ,,
"KAU KU PECAT DAN AKU PASTIKAN KAU TIDAK AKAN MENDAPATKAN PEKERJAAN DARI PERUSAHAAN MANA PUN ,,bentak Arkan dan setelahnya pergi dari ruangan meninggalkan sang istri dan sekertaris yang menangis dengan nasib nya ,,
"maafkan saya nyonya saya salah karena lancang suka dengan pak Arkan maafkan saya nyonya tapi tolong jangan pecat saya ,, mohon nya di kaki Lolita ,,
"aku tidak tau harus apa karena kau mengaku sendiri karena telah menyukai suami ku maka aku tidak bisa memaafkan mu kau mencoba menggoda nya bahkan di depan mata ku ,,
"nyonya ,,
"terima nasib mu ,,ucapan Lolita sangat menyakitkan dan setelah nya pergi dari ruangan suami nya karena akan menyusul sang suami,,