
Happy and enjoy reading💜
Sorry for typo 🙏
Cinta itu sederhana...
Sesederhana bunga yang sarinya rela dihisap kumbang sampai habis...
Walau akhirnya ia harus mati. Tak apa, asal kumbang tetep bisa bertahan hidup....
🐰
Setiap goresan yang dituang dalam sebuah lembar kertas menjadi saksi setiap rasa yang bergejolak membara di hatinya. Warna-warna yang disatukan secara bersamaan menjadi bukti betapa indahnya sebuah cinta yang dirasakan.
Lewat selembar foto yang ia jadikan patokan untuk menuangkan semuanya dalam sebuah sketsa lukisan, mampu membuat Ardi tersenyun dalam setiap goresannya
"Lo itu bidadari kecil yang menjadi alasan gue bahagia sekarang."
Ardi adalah mahasiswa jurusan Bisnis di salah satu Kampus Negri di Jakarta. Ia terlahir dari keluarga kaya, hidup bahagia dan serba kecukupan. Sampai sebuah kecelakaan menewaskan kedua orang tuanya 5 tahun yang lalu dan meninggalkanya berdua bersama kakaknya, seorang perempuan yang saat ini berusia 25 tahun, berbeda 4 tahun dengannya.
Setelah orang tuanya meninggal. Ia dan kakaknya dipaksa mengurusi bisnis kedua orang tua mereka. Walaupun saat ini bisnis perusahaan keluarganya masih diurus oleh Kakeknya. Tapi dari tiga tahu yang lalu kakaknya sudah mulai terjun untuk mulai mengurusi perusahaan.
Ardi sempat terpuruk saat orang tuanya meninggal. Bahkan setelah lulus SMA ia sempat menjadi pengangguran ibukota yang tak ada gunanya. Sampai suatu ketika ia bertemu seorang gadis SMA Yang saat itu sedang menolong seekor kucing yang tertabrak. Ardi bisa melihat saat dengan telaten dan tulusnya gadis itu mengobati luka kucing itu sampai kucing itu bisa sedikit berjalan. Saat itu Ardi hanya mampu tersenyum tanpa berniat menyapa, sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.
"Lo adalah kebahagiaan gue. Apapun akan gue lakuin demi lo."
Tangannya saat ini masih sibuk menggambar sketsa gadis yang menjadi alasannya tersenyum. Sampai sebuah dering ponsel menghentikan aktifitasnya.
Ia hanya tersenyum kecut saat membaca sebuah pesan dari seseorang yang selalu mengirimnya pesan di saat waktu yang sama yaitu kakaknya Dinda.
From : Kadin
Dek inget ini jadwal loe minum obat, jangan sampai telat. Jangan ngelukis mulu mending cari udara segar di luar😎😎😘
Setelah itu ia meraih sebotol obat yang sudah menjadi temannya dari kecil sejak berusia tiga tahun.
"Kapan lo berhenti nemenin hidup gue? Rasa lo emang pahit tapi tenang hidup gue tak sepahit rasa lo," kekehnya geli.
Lucu rasanya saat sebuah obat menjadi kebutuhan hidupnya dan harus selalu ada.
"Gue pikir gue yang bakal ninggalin mereka lebih dulu, tapi nyatanya mereka yang ninggalin gue lebih dulu."
Leukimia adalah sejenis penyakit kanker. Biasa juga disebut juga penyakit kanker darah , yaitu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel tidak perlu dalam pembentukkan darah di sumsum tulang belakang dan jaringan limfoid. Sejak Ardi berumur 3 tahun ia sudah divonis menderita penyakit ganas itu.
Miris rasanya saat seorang bocah kecil berusia 3 tahun, yang belum mengerti tentang pahitnya hidup dan tidak mengerti apa-apa. Ia harus berjuang mati-matian melawan ganasnya penyakit. Tapi Ardi selalu bahagia menjalaninya, karena waktu itu semua orang ada di sampingnya memberi semangat dan menyayanginya.
Karena menurutnya hidup bukan tentang kapan kita akan pergi dan berakhir. Tapi hidup adalah tentang apa saja hal yang harus kita perbuat untuk mengisinya.
"Tetep jadi bidadari kecil gue yang bersinar. Biar gue bisa terus melihat indahnya cahaya di kehidupan ini."
Kanaya ... sesosok gadis yang menjadi sekian alasan untuk Ardi selalu bersyukur terhadap Tuhan. Cinta ... mungkin itu sebuah perasaan yang bisa mewakili semuanya. Tentang bagaimana ia hanya selalu tersenyum saat mengingatnya. Tentang bagaimana ia selalu ikut bahagia saat melihat senyuman kebahagiaannya.
Kalau setiap orang ingin selalu menyatakan perasaannya dan selalu ingin dibalas dengan perasaan yang sama, atau adanya sebuah status untuk melengkapi indahnya cinta ini. Tapi bagi Ardi itu semua tidak penting.
Cintanya terlalu mewah untuk itu semua. Karena cinta yang ia punya adalah sebuah cinta yang sederhana tanpa menuntut apapun.
Selain karena ia tervonis sebuah penyakit ganas yang menjadi alasannya tidak mau menjalin huhungan apapun dengan wanita manapun. Selain itu Kanaya rasanya terlalu berharga bagi Ardi kalau ia harus merasakan sebuah rasa kehilangan nantinya, jika ia harus pergi. Karena ini dunia nyata bukan dunia drama, yang setiap pemikirannya harus logis. Bukan hanya berupa khayalan indah yang kenyataannya semu.
Baginya sekarang yang terpenting adalah kebahagiaan Kanaya. Apapun itu asalkan Kanaya bahagia, Ardi pun ikut bahagia. Walaupun suatu hari nanti Kanaya sudah menemukan cintanya dan mungkin akan melupakannya. Bahkan saat itupun Ardi akan ikut bahagia. Ia akan menjadi orang pertama yang tersenyum tulus untuk memberikan ucapan selamat.
"Bila suatu hari nanti gue pergi. Gue gak pernah minta lo selalu ingat gue, tapi gue cuman minta apapun yang terjadi lo harus tetap tersenyum dan bahagia."
Bohong ... kalau ia tidak merasa terluka ataupun sakit saat melihat Kanaya bersama pria lain. Rasa sakit itu pasti ada, karena hati dia sama seperti hati manusia lain yang Tuhan ciptakan. Tapi rasanya terlalu sombong dan berlebihan kalau ia mengeluh hanya untuk sebuah rasa sakit. Perasaan yang pasti setiap manusia merasakannya.
Bukankah Tuhan terlalu baik untuknya. Saat Tuhan masih memberikannya waktu yang panjang sampai saat ini untuk bisa merasakan indahnya dunia. Bahkan saat Dokter selalu memvonis umurnya yang singkat. Jadi kurang baik apa Tuhan terhadapnya, saat Dia juga memberikannya kesempatan untuk bisa mengenal sesosok bidadari kecil yang selalu membuat tersenyum bahagia.
Perasaan benci, amarah dan cemburu adalah sebuah perasaan wajar, yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernapas. Ardi bukanlah seorang malaikat yang tak pernah merasakan itu semua, karena ia juga manusia biasa yang pernah merakannya. Tapi saat kita pernah mengalami berada di posisi jatuh-sejatuhnya dalam hidup, kita akan tahu betapa berharganya hidup. Terlalu bodoh jika hanya digunakan untuk jatuh kembali terlalu dalam sebuah perasaan.
Bagi Ardi ... sebuah perasaan emosi hanya akan membuat hidup terasa lebih berat. Karena belajar mengikhlaskan dan mensyukuri segalanya, kita akan tahu betapa nikmatnya hidup ini.
Goresan terkhir menjadi goresan penutupnya dari semua rangkaian goresan yang ia tuangkan dalam sebuah lukisan.
Sebuah senyuman tak pernah pudar dari wajahnya setiap memandang wajah Kanaya.
"Jika cowok itu adalah tujuan cinta lo akhirnya. Demi apapun gue bahagia, asal lo juga bahagia Nay. Bahkan gue berharap saat gue pergi nanti, lo lupain gue dan gak pernah anggap gue ada di hidup lo."
Itulah Ardi dengan sebuah cinta sederhananya, yang tanpa minta dibalas apapun. Kalau kalian menemukan cinta seperti ini. Berarti ini namanya adalah sebuah cinta sejati. Cinta yang benar-benar tulus dan murni hadirnya.
Cinta yang membiarkan dirinya terluka demi kebahagiaan orang yang dicintainya.
Thanks for reading 💜
Jangan lupa vote & comment😁