A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
CENAYANG



Suasana kelas yang terbilang sudah cukup ramai, membuat kelas itu sendiri pun terlihat seperti layaknya kehidupan di zaman perang. Belum lagi, adanya sosok seorang lambe turah yang selalu saja membawa berita ter-update setiap minggunya. Dan tentu saja, membuat suasana kelas itu sendiri pun menjadi heboh dengan seketika.


CINDY POV


"Lo semua tau gak sih. Yang gue denger-denger tuh ya, hari ini sekolah kita bakal kedatengan primadona dari Amsterdam gitu, " ucap Cindy dengan begitu hebohnya.


Cindy sendiri ialah salah satu dari cabe-cabean di SMAN BHAKTI KENCANA dan diakui cukup populer di sekolah itu sendiri.


Setiap info yang ia sebarkan, selalu saja benar dan hal itu bukanlah sekali dua kali. Maka dari itu, tidak sedikit di antara mereka "Siswa-Siswi BK. " Lainnya yang percaya akan ucapan Cindy perihal primadona Amsterdam tadi.


"Primadona?"


"Cakep nggak ya?"


"Moga aja belum punya pacar.  "


"Nambah lagi deh saingan gue buat dapetin Farel. "


Dan lain-lain.


Begitulah ucapan-ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mayoritasnya, cowok-cowok lah yang berkata seperti itu.


Tring


Tring


Tring


Bel pun berbunyi. Pertanda jam pelajaran pertama dan kedua akan segera dimulai. Nabila dan Zahra pun sudah siap untuk mengikuti pelajaran dengan hikmat.


Zahra yang masih belum begitu percaya akan informasi yang Cindy beri tadi pun, mau tidak mau ia harus memastikannya kembali. Dengan memberikan sebuah pertanyaan pada Nabila yang sebenarnya Nabila sendiri tidak begitu tau jelas akan hal itu.


"Bil lo percaya sama omongan si cendol tadi?" tanya Zahra.


"Cindy Ra, Cindy. Bukan cendol. "


"Gue lebih sreg manggil dia cendol. "


"Iya deh sebahagianya kamu aja ceu. "


"Jadi gimana Bil?"


"Gimana apanya?"


"Lo percaya soal adanya primadona itu?"


"Ya aneh aja gitu. Lebay amat segala primadona-primadonaan. Secakep apa sih emang. "


"Sirik bilang bos, " Goda Nabila.


"Ya nggak lah, berasa kek masih hidup di lingkungan penjajah aja gue dengernya. "


"Gimana nanti aja, " balas Nabila dengan singkat. Lalu, menyiapkan bukunya di atas meja yang awalnya sudah ia simpan di dalam tas miliknya saat tadi malam.


Tak lama kemudian, datanglah Pak Wahyu ke dalam Kelas yang terbilang sudah cukup rapih. Sekolah ini terlalu ketat dan sangat patuh akan aturan. Kebersihan kelas pun akan selalu tetap terpantau dan selalu dinilai setiap harinya. Maka dari itu, semua siswa harus terbiasa akan adanya kerja bakti rutin, sebelum jam mata pelajaran pertama dimulai.


Dan seketika, satu kelas pun dibuat terkejut, akan adanya seorang gadis yang berparas sangatlah cantik bak putri kerajaan. Membuat semua pandangan penghuni kelas pun dengan seketika tertuju padanya.


"Baik. Sebelum duduk alangkah baiknya perkenalkan diri terlebih dahulu, agar teman-temanmu juga bisa mengenali dengan mudah, " ucao Pak Wahyu yang saat ini berada tepatnya di samping Elina.


"Siap pak. "


Primadona Amsterdam yang dimaksud tentu saja Elina dan dalam batinnya Cindy pun, ia pasti merasa sangat senang. Karna yang ia ucapkan tadi pagi, benar saja terjadi. Terlebih lagi, orang yang ia maksud harus satu kelas dengannya.


"Perkenalkan nama saya Elina Manora Nasution. Salam kenal untuk kalian semua, " ucap Elina lalu diakhiri dengan senyuman yang sebenarnya itu hanyalah senyum fake.


Elina sendiri masih belum terima akan keputusan papahnya agar ia kembali lagi tinggal di Indonesia, entah itu untuk sementara waktu atau selamanya.


Dan terlebih lagi, ia harus meninggalkan Amsterdam. Sedangkan di sana, Elina sendiri sudah mempunyai banyak teman. Bahkan, dua orang sahabat yang sudah sangat ia sayangi.


Usainya memperkenalkan diri, tidak sedikit dari mereka yang merespon sapaan Elina dengan baik.


"Hai Elina, salam kenal juga. "


"El udah punya pacar belum?"


"Bening amat neng kek bihun. "


"Masih ada lowongan nggak nih?"


"Mau nggak, jadi Julietnya abang?"


"Pantes.. "


Ucapan-ucapan itulah yang terjadi di kelas. Dan jujur saja, hal itu sangatlah membuat dirinya merasa ilfeel. Dikarenakan, Elina sendiri sedang menjaga hati seseorang yang telah ia jaga saat ini. Lebih tepatnya, menjaga sebuah komitmen.


SEBUAH MISTERI.


Hati siapa yang sedang Elina jaga saat ini?